LOVE THE OLD MAN

LOVE THE OLD MAN
INGINNYA HATI BERSAMAMU


__ADS_3

"Ken." panggil Nayla lagi seraya menepuk pelan pipi Kenzo.


Namun tidak ada pergerakan pada tubuh Kenzo. Kenzo tetap terdiam dengan mata yang rapat terpejam.


Melihat Kenzo yang tetap diam tak bergerak, Nayla menekan denyut nadi Kenzo, masih ada kehidupan.


"Nay, kamu pagi sekali di sini?" tanya Zanna tiba-tiba habis dari musholla rumah sakit.


"Hm, maksudku biar aku bisa lebih cepat tahu apa yang di inginkan Kenzo." Ucap Nayla yang sudah tidak sabar lagi untuk menyelesaikan masalahnya.


"Ya tapi, sayangnya Kenzo semalaman demam, barusan saja dia di suntik sama Dokter yang kebetulan jaga, karena demamnya sangat tinggi." ucap Zanna yang semalaman menjaga Kenzo.


Nayla memijat keningnya, serasa putus asa dengan semuanya.


Kenapa sulit sekali mendapatkan waktu untuk mencari Ardian.


"Ya Zan, aku senang kamu bisa menjaga Kenzo dengan baik, semoga kamu bisa mendapatkan hati Kenzo, Kenzo sangat beruntung mendapatkan wanita sepertimu yang setia pada cinta." ucap Nayla dengan tulus.


"Dan kamu juga sangat beruntung mendapatkan cinta pak Ardian yang juga setia pada cinta." ucap Zanna yang membuat hati Nayla terpukul kembali dan merasa bersalah pada Ardian.


"Nayla, kamu sudah ada di sini?" Tanya Kenzo saat bangun dari tidurnya.


"Ya Ken, bagaimana keadaanmu kata Zanna semalam kamu demam tinggi." tanya Nayla dengan perasaan bersalah.


"Ya Nay, Zanna yang telah menjagaku semalaman." ucap Kenzo dengan suara pelan.


"Aku minta maaf Ken, aku tidak tahu lagi bagaimana caranya agar kamu bisa memaafkan aku." ucap Nayla dengan wajah tertunduk.


Melihat Kenzo dan Nayla terlihat sangat serius, Zanna berpikir memberikan waktu untuk mereka bicara berdua.


"Nayla...Kenzo, aku keluar dulu ya?" ucap Zanna meninggalkan lagi Nayla dan Kenzo dengan hati dan perasaan yang sedih.


Setelah Zanna keluar Kenzo mengarahkan pandangannya di mana dia mendengar suara Nayla.


"Nay? apa kamu benar-benar mencintai Pak Ardian?" tanya Kenzo dengan tatapan yang kosong dan hampa.

__ADS_1


"Ya Ken, aku sangat mencintainya." jawab Nayla dengan suara pelan.


"Apa kamu sedang mencari keberadaan pak Ardian sekarang?" tanya Kenzo lagi sambil tangannya meraba-raba mengambil ponsel yang ada di sampingnya.


"Ya Ken, aku sedang mencari Mas Ardian, tapi aku tidak tahu di mana dia." jawab Nayla dengan perasaan sedih kembali.


"Bacalah pesan terakhirku dengan Tommy, di situ kamu akan menemukan rumah pondok Pak Ardian." ucap Kenzo dengan pandangan lurus sambil menyerahkan ponselnya pada Nayla.


Nayla menerimanya, kemudian membuka cepat pesan dari Tommy buat Kenzo. Mata Nayla berkaca-kaca saat melihat alamat di sana serta ada foto rumah pondok di mana Ardian berada.


"Ken, dapat dari mana kamu semua ini?" tanya Nayla dengan perasaan sakit karena telah menyakiti hati Kenzo juga.


"Aku menyuruh Tommy untuk mengikuti Ayah kamu, karena aku tahu Ayah dan Bunda kamu sangat menyayangi Pak Ardian, karena Pak Ardian telah berkorban banyak untuk mendapatkan cintamu, dan pak Ardian pantas mendapatkan cintamu Nay." ucap Kenzo dengan suara bergetar.


Nayla menangis, menangisi semua yang terjadi di luar kehendaknya.


"Hukumlah aku Ken, yang telah menyakiti hatimu? aku merasa bersalah padamu, pada Mas Ardian, dan juga pada Zanna, aku merasa akulah yang salah di sini." ucap Nayla dengan airmatanya yang sudah mengalir deras.


"Jangan menangis Nay, semua ini memang harus terjadi seperti ini, aku ikhlas melepas kamu Nay, walau aku tak bisa memungkiri kalau aku sangat mencintaimu sampai kapanpun, aku sudah berusaha untuk mempertahankan cinta kita, tapi semua kembali pada yang Kuasa, aku sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi, selain melihatmu bahagia." ucap Kenzo jujur dengan perasaannya.


"Ken, kamu tahu Zanna sangat mencintaimu, dia mencintaimu sejak kelas satu, bayangkan selama itu Zanna tetap mencintaimu walau tahu kita pernah bersama." ucap Nayla mencoba membuka hati Kenzo untuk Zanna.


"Dan sekarang, apa kamu tidak berniat untuk membuka hatimu untuk Zanna?" tanya Nayla yang merasakan kesedihan Kenzo.


"Apa kamu menginginkan aku menerima cinta Zanna?" tanya Kenzo balik.


"Aku yakin Zanna akan bisa membahagiakan kamu Ken, percayalah padaku?" Ucap Nayla berharap Kenzo mau mendengarkannya.


"Dan seandainya aku tetap tidak bisa mencintai Zanna, apa kamu akan menyalahkan aku?" tanya Kenzo memiringkan kepalanya mengarah pada Nayla.


"Jalani saja dulu Ken, seperti aku pertama kali menjalani dengan Mas Ardian, dengan cinta tulus dan kesabaran hati Mas Ardian aku bisa mencintainya." ucap Nayla sambil meraih tangan Kenzo.


"Kamu harus mencobanya Ken, agar kamu bisa melupakan masa lalu kita." ucap Nayla menggenggam erat tangan Kenzo.


"Baiklah Nay, demi kamu aku akan mencoba menjalani hari-hari ku bersama Zanna." ucap Kenzo memenuhi permintaan Nayla.

__ADS_1


"Trimakasih Ken, oh ya Ken... Maafkan aku, karena pagi ini aku harus pergi ke desa untuk menemui Mas Ardian, kamu tidak keberatan bukan? dan untuk menebus kesalahanku, aku harus melakukan apa Ken?" tanya Nayla yang ingat dengan janjinya pada Kenzo.


"Bahagiakan Pak Ardian itu saja yang aku ingin." Jawab Kenzo berusaha ikhlas seperti apa yang telah di lakukan Ardian.


"Trimakasih ya Ken, aku akan pergi sekarang, aku akan beritahu Zanna untuk menjagamu." ucap Nayla mengusap punggung tangan Kenzo, kemudian berjalan keluar dari kamar untuk menemui Zanna, agar bisa menjaga Kenzo selamanya.


Setelah masalahnya selesai dengan Kenzo, Nayla pergi ke desa untuk menemui Ardian yang telah bersembunyi dari dirinya.


Dengan kecepatan tinggi Nayla menjalankan mobilnya kembali ke desa tepatnya menuju rumah pondok Ardian yang dekat dengan danau.


Sampai di depan rumah pondok Ardian, Nayla menghentikan mobilnya.


Sebelum Nayla keluar dari mobilnya, Sasongko keluar dari pintu rumah dengan sangat terkejut saat tahu Nayla tahu tempat Ardian bersembunyi.


"Nayla, darimana kamu tahu tempat ini Nak?" tanya Sasongko dengan sedikit panik, karena Ardian sudah pesan untuk tidak memberitahu pada Nayla.


"Aku ingin tahu keadaan Mas Ardian Ayah, kenapa Ayah tidak jujur padaku kalau Mas Ardian bersama Ayah." ucap Nayla menahan tangisnya


"Nayla, dengarkan Ayah dulu...ini semua permintaan Nak Ardian yang hidupnya tidak lama lagi, dan Nak Ardian di akhir hidupnya ingin kamu bisa hidup dengan laki-laki yang kamu cintai Nay." ucap Sasongko dengan sedih.


"Dan laki-laki yang aku cintai sekarang adalah Mas Ardian Ayah... kenapa Ayah tidak percaya?" ucap Nayla menangis dalam kesedihan.


"Ayah percaya sayang, tapi bagaimana dengan Kenzo? yang sudah berkorban untukmu sampai dia mengalami kebutaan apa Kenzo rela melepas kamu Nay?" tanya Sasongko yang tidak tahu bagaimana mencari jalan keluarnya.


"Aku tahu rumah ini dari Kenzo Ayah, Kenzo yang menyuruhku untuk menemui Mas Ardian." ucap Nayla dengan airmata bercucuran.


"Sekarang biarkan aku menemui Mas Ardian Ayah." ucap Nayla dengan tangisan lirih.


"Baiklah sayang, tapi kamu harus kuat ya Nak, karena kondisi Nak Ardian sudah tidak baik, harapan untuk hidup sepertinya sudah tidak ada lagi Nay, Nak Ardian sepertinya sudah pasrah dengan keadaannya." ucap Sasongko dengan mata yang berkaca-kaca.


"Aku akan menemuinya Ayah, aku yang akan menjaga Mas Ardian." ucap Nayla dengan suara lirih.


"Masuklah sayang, Nak Ardian ada di kamar utama." ucap Sasongko sambil mengusap matanya yang pedih.


Dengan tangisan tertahan Nayla memasuki kamar utama di mana Ardian berada.

__ADS_1


Perlahan Nayla membuka pintu kamar Ardian, dan melihat sosok Ardian yang terbaring lemah di ranjang besarnya.


Hati Nayla semakin sesak setelah berada di samping Ardian, terlihat dengan jelas tubuh Ardian yang sangat kurus, dengan wajahnya yang terlihat pucat pasi.


__ADS_2