LOVE THE OLD MAN

LOVE THE OLD MAN
SEMURNI CINTAMU


__ADS_3

"Trimakasih pak, perasaan dan cinta bapak terlalu baik untukku pak, aku tidak pantas menerima cinta tulus bapak." ucap Nayla dengan perasaan bersalah.


"Jangan bilang seperti itu Nay, aku mencintaimu karena aku tahu kamu yang terbaik untukku." ucap Ardian menahan sakit pada pundaknya setelah hampir tertindih oleh tubuh Nayla.


"Ada apa pak? apa ada yang terasa sakit?" tanya Nayla sedikit bingung saat wajah Ardian menahan rasa sakitnya.


"Aku tidak tahu Nay." ucap Ardian merintih menahan rasa sakit sambil memegang pundaknya.


Dengan cepat Nayla memegang pundak Ardian yang terluka hingga tangan Nayla memegang punggung tangan Ardian.


Ardian menatap mata Nayla dengan jantungnya yang berdetak sangat kencang.


Saat tersadar Nayla hendak menjauhkan tangannya, namun tangan hangat Ardian menggenggamnya dengan lembut.


"Nayla." panggil Ardian dengan suara menatap bening mata coklat Nayla.


Entah kenapa hati Nayla berdesir halus saat namanya di sebut Ardian dengan suaranya yang parau.


"Ya pak." Jawab Nayla gugup dengan perasaan yang tak menentu.


"Beri aku kesempatan untuk membuktikan cintaku padamu Nay, selagi nafasku masih ada, selagi dirimu masih ada bersamaku." ucap Ardian pelan dengan tatapan yang teduh.


Bergetar hati Nayla mendengar ucapan Ardian yang bagaikan anak belati mengiris kebekuan hatinya.


"Jangan bilang seperti Pak, bukankah kita sudah menikah? aku bersamamu sekarang, dan bapak akan sehat-sehat saja." ucap Nayla dengan kesungguhan hatinya.


Ardian tersenyum, masih menggenggam tangan Nayla dan Nayla pun tak berniat melepaskannya.


"Terimakasih Nay, tetapi hidupku memang tidak akan lama lagi, aku harus hidup dengan bantuan darah orang lain di tiap hariku, aku bertahan selama ini karena dirimu Nay, aku ingin membahagiakanmu di sisa akhir hidupku." ucap Ardian dengan mata setengah terpejam ingin Nayla tahu keadaannya yang sebenarnya.

__ADS_1


Nayla terdiam tidak tahu harus bilang apa, hatinya sedih...kesedihan karena rasa kepeduliannya?? atau karena apa??


"Aku tidak tahu lagi harus berkata apa Pak, ini semua sangat mengejutkan aku, aku harus sedih ataukah harus senang dengan semua ini, aku dulu sempat membenci bapak karena telah mengambil simpati dari semua orang yang dekat denganku, namun di saat aku semakin mengenal bapak, bapak sangat baik hati dan begitu tulus pada semua orang, aku kadang bertanya? pada kebaikan bapak yang mana hingga mereka semua sangat menyayangi bapak sebesar itu? dan baru aku sadari setelah menjadi istri bapak, aku mengagumi ketulusan hatimu padaku pak." ucap Nayla yang berterus terang dengan semua yang ada di pikirannya tentang seorang Ardian.


Hati Ardian merasakan kebahagiaan setelah mendengar semua yang ada di pikiran Nayla walau bukan perasaan cinta yang sesungguhnya.


"Jika Kenzo berpisah dengan Safitri dalam waktu dekat ini, apa kamu masih akan meninggalkan aku Nay?" tanya Ardian dengan perasaan putus asa, masih tidak ada cinta di hati Nayla untuknya.


Nayla terdiam, tak tahu harus menjawab apa, di hatinya saat ini masih ada cinta Kenzo tapi di hadapan sekarang adalah suaminya yang sangat mencintainya.


"Pak, bisakah kita tidak membahas hal ini sebelum waktunya tiba? aku tidak ingin semua ini membuat kesedihan di hati bapak, kesehatan bapak lebih penting dari semua itu."ucap Nayla menatap dalam wajah Ardian.


"Benarkah Nay?" Ardian membalas tatapan Nayla yang menenangkan hatinya.


"Ya pak, kesehatan bapak saat ini lebih penting dari semua itu." ucap Nayla mengangguk pasti.


"Bapak, sudah ya pak..jangan bahas hal ini lagi, aku tidak ingin melihat bapak menderita lagi." ucap Nayla tanpa sadar membalas genggaman Ardian dengan sangat erat.


"Sekarang bapak tidur ya? jangan berpikir apa-apa lagi." ucap Nayla melepas genggamannya dan membetulkan letak bantal Ardiam, agar Ardian bisa tidur dengan nyaman.


"Kamu mau ke mana Nay?" tanya Ardian saat melihat Nayla hendak bangun dari duduknya.


Nayla menatap wajah Ardian, kemudian mengusap lembut wajah Ardian.


"Aku akan membuatkan bubur untuk bapak, bapak pasti sangat lapar bukan?" tanya Nayla tersenyum kemudian berjalan Keluar kamar.


Di dapur Nayla duduk termenung sambil memasak bubur yang baru di masaknya.


"Apa yang harus aku lakukan ya Tuhan? aku harus menetapkan hati pada siapa? pada seorang Kenzo atau pada Ardian?" tanya suara hati Nayla dengan airmata yang menetes jatuh di pipinya.

__ADS_1


"Aku sangat mencintai Kenzo sampai detik ini, tapi aku tidak bisa meninggalkan pak Ardian dalam keadaan seperti ini, aku harus bagaimana ya Tuhan, tunjukkan padaku siapa di antara mereka berdua yang mendatangkan kebaikan padaku." pinta Nayla doa dalam hatinya.


"Drrrrttt... Drrrrttt... Drrrrttt"


Ponsel Nayla dalam kantongnya berbunyi, ada nama Kenzo di sana.


"Nayla!!" panggil Kenzo di sana dengan gembira.


"Kenzo? ada apa menelponku? bukankah kita sudah ada kesepakatan untuk seminggu lagi kamu menelponku?" tanya Nayla tak mengerti.


"Nayla maafkan aku, tapi aku ada kabar baik untuk kita berdua, Papiku sudah bisa mengembalikan semua uang pak Burhan, dan besok akan segera memutuskan pertunanganku dan pak Burhan juga setuju, jadi besok aku sudah bebas Nay, aku bebas untuk mendapatkan kamu kembali." ucap Kenzo dengan luapan kegembiraan yang luar biasa.


"Benarkah Ken?" tanya Nayla dengan perasaan yang tiba-tiba terasa sakit, bagaimana bisa di saat harusnya dia bahagia bisa kembali bersama Kenzo, tapi rasa sakit yang Nayla rasakan.


"Tentu saja benar Nay, aku sangat bahagia, kamu juga bahagiakan Nay?" tanya Kenzo yang tak mendengar kegembiraan dari suara Nayla.


"Tentu aku bahagia Ken." jawab Nayla dengan perasaan semakin tak menentu, di saat hubungannya dengan Ardian mulai baik, di saat ini juga Nayla akan menghancurkannya.


"Sekarang kamu harus memberitahu pak Ardian Nay, kalau kamu ingin bercerai darinya." ucap Kenzo menagih janji Nayla untuk kembali kepadanya.


Nayla terdiam, jantungnya terasa berhenti, terasa ujian dunia sangat menghimpitnya.


"Nay, kamu mendengarku kan? atau kamu berubah dengan kesepakatan kita Nay, atau kamu benar-benar telah mencintai Pak Ardian? jawab aku Nay?" ucap Kenzo dengan suara bergetar.


"Ken, tenanglah...saat ini pak Ardian sakit, aku tidak bisa begitu saja memintanya untuk melepaskan aku." ucap Nayla memberikan pendapatnya pada Kenzo.


"Nayla kamu sangat perduli dengan Pak Ardian, apa kamu tidak perduli dengan perasaanku selama ini yang bersungguh-sungguh padamu, aku yang juga rela melakukan apapun untukmu." ucap Kenzo dengan perasaan hati yang terluka, ternyata Nayla lebih mementingkan perasaan Ardian daripada dirinya.


"Baiklah Ken, kamu tenang ya...aku akan mencari waktu yang tepat untuk bicara dengan pak Ardian." ucap Nayla akhirnya mengalah daripada Kenzo akan melakukan hal yang nekat lagi.

__ADS_1


__ADS_2