
"Aku ingin lihat Pri, foto apa itu!" tanya Nayla penasaran saat melihat wajah Pria yang pucat.
"Jangan Nay, ini bukan sesuatu yang penting." ucap Priambodo memasukkan kembali foto-foto Ardian dengan seorang wanita yang tidak di kenalnya.
"Pria, aku ingin lihat! pasti ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku! ingat Pri jika itu ada hubungannya dengan Mas Ardian aku harus tahu karena aku tidak bisa diam begitu saja." ucap Nayla yang tidak takut apapun selain takut pada suara petir.
Terpaksa Priambodo memberikan foto-foto tersebut pada Nayla yang sudah terlihat marah.
Dengan tangan yang sedikit gemetar Nayla membuka amplop tersebut dan mengambil foto-foto di dalamnya.
Tubuh Nayla tak bergerak, sorot matanya tak berkedip saat melihat foto Ardian yang telanjang dada dengan matanya yang terpejam sedang di peluk erat dengan Anita.
"Aku yakin ini tidak benar, aku tidak percaya dengan foto-foto ini." gumam Nayla dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Tenang Nay, masalah Paman Ardian ini sudah tidak main-main lagi, tadi ada informasi dari beberapa orang yang ada di rumah sakit kalau Paman Ardian bersama dengan seorang wanita dan tiga orang pria, dan sekarang kita punya foto paman Ardian dengan seorang wanita, memang siapa wanita itu Nay?" tanya Priambodo dengan serius.
"Dia Anita teman kuliah Mas Ardian, Anita seorang Rektor baru di Universitas Tunas Harapan di desa Gading ini, baru beberapa Minggu yang lalu dia pindah. Anita mencintai Mas Ardian sejak lama, tapi aku tidak menyangka kalau Anita sampai melakukan hal yang serendah ini." ucap Nayla dengan hati yang tiba-tiba terasa sakit.
"Apa kamu percaya dengan foto-foto itu Nay?" tanya Priambodo menatap penuh wajah Nayla.
"Sama sekali tidak Pri, entah foto itu asli atau tidak, yang pasti aku percaya sama Mas Ardian. Mas Ardian tidak akan pernah mengkhianatiku karena aku sangat tahu perjuangan cinta Mas Ardian." jawab Nayla dengan kedua matanya menerawang jauh ke masa lalu saat-saat Ardian yang begitu dengan sabar menghadapi sikapnya yang masih kekanak-kanakan.
"Foto ini akan aku bawa sekarang Nay, karena di tempatku sudah menunggu beberapa saksi mata yang melihat Anita dengan Ardian. Aku akan menyelidiki Anita dengan datang kerumahnya. Aku rasa Anita tidak berotak cerdas karena telah menunjukkan identitas dirinya, walau saat ini dia berpikir kita tidak tahu di mana dirinya, aku pasti bisa menemukannya." ucap Priambodo dengan mengepalkan tangannya.
"Boleh aku ikut denganmu? siapa tahu aku bisa membantumu." ucap Nayla dengan tatapan mata memohon.
__ADS_1
"Kamu sedang hamil tidak akan baik kalau kamu ikut denganku dengan suasana yang keras nanti." jawab Priambodo dengan tegas.
"Aku janji tidak akan menganggumu dalam bekerja, aku hanya penasaran dengan siapa Anita bekerja sama? pasti orang yang sangat kuat." ucap Nayla dengan sebuah analisanya yang membuat hati Priambodo kagum dengan kepintarannya Nayla.
"Baiklah, tapi di saat aku bekerja sebaiknya kamu nanti diam ya?" ucap Priambodo yang jika bekerja sangat serius sekali tanpa melihat saudara atau bukan.
Nayla menganggukkan kepalanya dengan pasti.
"Baiklah, kita berangkat sekarang ke kantorku." ucap Priambodo pamit pada kedua orangtua Nayla dan berjalan ke arah motornya.
Dalam perjalanan ke Kantor polisi di mana Priambodo bertugas, motor Priambodo berhenti dengan tiba-tiba.
"Nay, sepertinya motorku kehabisan bensin. Ini pasti anak buahku yang pinjam kemarin lupa membelikan bensin." ucap Priambodo dengan kening yang sudah berkeringat.
"Nay, baiknya kamu naik angkot ya? kamu bisa pulang ke rumah atau ke kantor polisi. Aku tidak tega melihatmu jalan kaki dengan keadaan kamu hamil." ucap Priambodo menatap wajah Nayla seraya menuntun motornya.
"Kenzo!" seru Nayla yang sudah lama tidak bertemu dengan Kenzo.
Kenzo keluar dari mobilnya dan menghampiri Nayla yang berdiri di samping Priambodo.
"Kamu mau ke mana?" tanya Kenzo yang berpenampilan sangat rapi.
"Mau ke kantor polisi, Mas Ardian di culik seseorang dan kamu tahu siapa yang menculiknya? Anita..teman kuliah Mas Ardian." ucap Nayla dengan nada kesal.
"Sebentar-sebentar Nay, aku tahu Anita memang teman kuliah Pak Ardian tapi aku tidak menyangka kalau Anita yang melakukan penculikan." ucap Kenzo dengan perasaan yang tidak enak. Karena ada beberapa kali Kenzo mengetahui Ayahnya pernah pergi dengan Anita.
__ADS_1
"Nayla, daripada kamu berdiri di sini baiknya kamu minta temanmu untuk mengantarmu ke kantor polisi sekarang, biar aku bisa mencari orang jual bensin." ucap Priambodo sedikit kesal karena menjadi obat nyamuk tanpa mereka sadari.
"Oh iya..ya Pri, Kenzo.. bisakah kamu mengantarku ke kantor polisi?" tanya Nayla yang baru sadar terlalu lama bicara dengan Kenzo sehingga Priambodo hanya berdiri di samping motornya.
"Baiklah, masuklah ke mobil..aku juga punya sesuatu yang ingin aku ceritakan." ucap Kenzo seraya berjalan masuk ke dalam mobil di ikuti oleh Nayla di belakangnya.
"Siapa dia? apa benar dia Kenzo mantan Nayla yang pernah di ceritakan Paman yang sampai rela memberikan donor ginjalnya demi Nayla?" gumam Priambodo yang sedikit mengingat cerita-cerita dari Ardian di saat dia suntuk dan menelepon Ardian untuk sekedar ngobrol.
"Bagaimana kabarmu Nay? sepertinya sudah lama kita tidak bertemu ya?" ucap Kenzo setelah berada di dalam mobil.
"Kabarku baik Ken, sampai dengan hari terakhir kemarin aku sudah tidak bisa tenang mencemaskan Mas Ardian yang tidak tahu entah di mana." jawab Nayla dengan tatapan mata yang kosong.
"Sabar Nay, semoga ada titik terang nantinya. Dan siapa orang laki-laki tadi Nay? wajahnya mirip sekali dengan Pak Ardian?" tanya Kenzo penasaran.
"Dia Priambodo ponakan Mas Ardian, dia kepala polisi yang baru di desa kita." jawab Nayla dengan pikirannya yang masih memikirkan Ardian.
"Kita lanjut yang tadi Nay, kamu tahu darimana kalau Anita yang menculik Pak Ardian?" tanya Kenzo yang semakin tertarik dengan Anita karena Kenzo merasa ada sesuatu Antara Anita dan Ayahnya Burhan yang berbincang di telepon dengan cara sembunyi-sembunyi.
"Karena saat ini Anita sedang berdua dengan Mas Ardian, tapi entah di mana mereka berdua." jawab Nayla dengan hati yang galau merasa takut Jika Anita nekat memperkosa Ardian dengan secara paksa.
"Apa Anita memberitahumu kalau dia bersama dengan pak Ardian sekarang?" tanya Kenzo semakin penasaran.
"Tidak Ken, tapi Anita mengirim beberapa foto yang tidak senonoh dengan Mas Ardian, tapi aku sama sekali tidak percaya dengan semua yang ada di foto itu, aku sangat percaya dengan Mas Ardian." ucap Nayla dengan tatapan matanya yang berkaca-kaca.
"Tenang Nay, aku juga percaya dengan pak Ardian yang tidak mungkin melakukan hal itu. Sepertinya ada sesuatu yang aneh di sini, kenapa Anita tidak berpikir kalau dia mengirim foto itu pasti lambat laun keberadaannya akan di ketahui dengan mudah, apa di balik keberanian Anita ada seseorang yang mendukungnya?" tanya Kenzo yang curiga pada kedekatan Ayahnya Burhan dengan Anita di beberapa Minggu terakhir ini.
__ADS_1
Please Like, koment dan votenya ya kakak, happy reading...