
Zanna terpaku melihat wajah Kenzo yang terlihat sangat serius.
"Zanna jawab pertanyaanku?" ucap Kenzo sambil tangannya meraba-raba untuk meraih tangan Zanna.
"Kamu tahu darimana Ken?" tanya Zanna yang sangat iba melihat keadaan Kenzo.
"Aku tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian berdua, katakan Zan, benarkah apa yang di katakan Nayla?" tanya Kenzo dengan tatapan matanya yang kosong.
"Aku harus bicara apa lagi Ken, kalau kamu sudah mendengarnya sendiri." ucap Zanna dengan hatinya yang perih melihat Kenzo yang pasti hancur hatinya.
"Kenapa hati Nayla begitu mudah berpaling Zanna? kenapa dia begitu tega melakukan hal ini padaku? apakah pengorbananku belum cukup Zanna? apa aku harus mati lebih dulu agar Nayla percaya dengan besarnya cintaku padanya?" ratap Kenzo dengan hatinya yang sangat hancur berkeping-keping.
"Kenzo, kamu ngomong apa?" teriak Zanna yang tanpa sadar langsung memeluk Kenzo dengan perasaan kuatir jika Kenzo melakukan hal yang nekat.
Kenzo yang mendapat pelukan Zanna dengan tiba-tiba, merasa terkejut dan tidak tahu apa dia harus menolaknya atau membiarkannya.
Entah kenapa Kenzo tidak sedikitpun menolak atau membalas pelukan Zanna.
Pada saat Zanna masih memeluk Kenzo, Nayla sudah tiba di depan pintu dan melihat itu semua.
"Zanna?" panggil Nayla yang belum paham ada hal apa hingga Zanna berani memeluk Kenzo.
Dengan cepat Kenzo melepas pelukan Zanna, dan pandangannya mengarah di mana suara Nayla berada.
"Nayla? di mana kamu Nay?" tanya Kenzo tangannya menggapai-gapai agar bisa menyentuh tubuh Nayla.
Zanna berdiri dari tempat duduk, memberikan kesempatan pada Nayla untuk bicara dengan Kenzo.
"Kamu mau ke mana Zan?" Tanya Nayla saat tahu Zanna akan keluar.
"Kenzo menunggumu dari tadi, bicarakan baik-baik dengan Kenzo, jangan sakiti hati Kenzo aku mohon." Bisik Zanna pelan di telinga Nayla.
Nayla terdiam, hatinya sangat kaget dengan perkataan Zanna yang begitu jelas di telinganya, hati Zanna tidak bisa melihat hati Kenzo tersakiti, apakah itu berarti selama ini Zanna mencintai Kenzo!!
"Zanna." panggil Nayla sebelum Zanna keluar kamar.
Zanna menghentikan langkahnya, menatap Nayla dengan tatapan yang sendu.
__ADS_1
"Apa Nay?" Ucap Zanna dengan rasa sakit di hatinya saat Kenzo lebih mengharapkan Nayla yang tidak mencintainya lagi.
"Tunggulah di depan, kita perlu bicara." Ucap Nayla yang sangat yakin dengan pemikirannya.
Zanna mengangguk, kemudian keluar dari kamar Kenzo.
Nayla mengambil duduk di hadapan Kenzo yang sedang duduk bersila di ranjang.
"Ken, bagaimana kabarmu hari ini?" Tanya Nayla yang ingin tahu lebih dahulu keadaan Kenzo.
"Keadaanku sudah baik, tapi tidak dengan hatiku." jawab Kenzo dengan wajah yang sangat kecewa.
Nayla menghela nafas panjang, menatap mata Kenzo yang semakin terlihat kelam.
"Maafkan aku Ken." Ucap Nayla pelan nyaris tak terdengar.
"Minta maaf untuk apa?" Tanya Kenzo dengan suara yang begitu dingin.
"Tentang hubungan kita, sudah tidak seperti yang kita harapkan." ucap Nayla meraih tangan Kenzo namun dengan cepat Kenzo menepis tangan Nayla.
"Apa yang aku bilang dulu benarkan Nay, kalau kamu sudah mencintai Pak Ardian, tapi kamu selalu mengingkarinya, dan sekarang? semua itu benar adanya." Ucap Kenzo dengan luka yang teramat sakit.
"Dan dulu, kamu bisa hidup tanpa aku? kalau aku tahu dari awal akan berakhir seperti ini, aku tidak pernah memberikan kesempatan hatiku untuk mencintaimu Nay." Ucap Kenzo dengan perasaan yang terluka sangat dalam.
"Maafkan aku Ken, aku harus melakukan apa untuk menebus kesalahanku padamu? katakan saja, aku akan melakukannya?" Tanya Nayla dengan serius.
"Sungguh? kamu akan melakukan apapun yang aku minta?" Tanya Kenzo dengan tatapan hampa.
"Katakan saja, asal kamu jangan memintaku untuk meninggalkan Mas Ardian, aku tidak bisa karena aku masih istri sah Mas Ardian, karena sampai kapanpun aku tidak akan menandatangani surat perceraian itu." Ucap Nayla yang sudah pasrah dengan hukuman yang akan di berikan Kenzo padanya.
"Sekarang sudah malam, istirahatlah...besok pagi aku akan memberitahumu apa yang harus kamu lakukan untuk menebus kesalahanmu." ucap Kenzo yang perlahan tidur berbaring dan memejamkan matanya yang sudah gelap gulita setelah sadar dari pingsannya.
"Tidurlah Ken, aku akan menjagamu di sini." ucap Nayla merasa bersalah pada Kenzo dan Ardian.
"Tidak perlu Nayla, aku ingin tidur sendirian di sini, kamu temani saja Zanna...mungkin dia merasakan lapar setelah seharian tidak kemana-mana hanya menjagaku." ucap Kenzo yang secara halus telah menyindirnya.
"Baiklah Ken, istirahatlah...aku akan menunggumu di luar." ucap Nayla dengan perasaannya yang sangat bersalah, keluar dari kamar Kenzo.
__ADS_1
Di luar Nayla melihat Zanna duduk di kursi panjang dengan wajah yang tertunduk.
"Zanna." panggil Nayla dengan perasaan yang bersalah juga pada Zanna.
Zanna menoleh ke arah Nayla yang berjalan ke arahnya.
Perlahan Nayla duduk samping Zanna yang masih diam dengan kepalanya yang tertunduk.
"Sejak kapan kamu mencintai Kenzo Zanna?" tanya Nayla yang tidak tahu sama sekali kalau Zanna begitu mencintai Kenzo.
Zanna menatap Nayla kemudian menundukkan wajahnya kembali.
"Kenapa kamu diam Zan?" tanya Nayla lagi melihat Zanna yang diam begitu lama.
"Sejak Kenzo kelas satu, aku sudah menyukainya, sayangnya Kenzo lebih menyukaimu di banding padaku." jawab Zanna tanpa ada sesuatu yang di tutupinya lagi.
"Kenapa kamu tidak bilang padaku saat aku datang ke desa Zan?" tanya Nayla dengan perasaan yang semakin bersalah pada semuanya.
"Aku ingin kamu bahagia Nay, karena aku tahu juga kalau Kenzo juga mencintaimu, tapi saat aku tahu Pak Ardian juga mencintaimu aku lebih membantu Pak Ardian karena pengorbanan Pak Ardian sangat besar padamu." ucap Zanna jujur kalau selama ini dia lebih membantu Ardian di belakang Nayla.
"Kalau kamu sudah tahu dari awal, kenapa kamu tidak menceritakannya dari awal Zan?" Ucap Nayla yang benar-benar merasa hidup telah mempermainkan hatinya.
"Apa kamu akan bisa menerima Pak Ardian saat kamu tahu pengorbanan pak Ardian dari awal Nay?" tanya Zanna dengan wajah serius.
Nayla terdiam, kemudian menatap Zanna dengan wajah sedih.
"Yang terpenting sekarang, aku ada untuk Mas Ardian Zan, aku akan mencarinya di manapun Mas Ardian berada." ucap Nayla dengan pasti.
"Lalu bagaimana dengan Kenzo?" Tanya Zanna yang belum tahu akhir masalahnya Nayla dengan Kenzo.
"Kenzo bilang, dia akan memaafkan aku..tapi ada syarat yang harus aku lakukan, dan besok pagi Kenzo akan memberitahu tugas yang akan akan aku lakukan." ucap Nayla dengan perasaan hampa.
"Semoga tidak yang aneh-aneh syaratnya Kenzo ya Nay." ucap Zanna dengan perasaan kuatir.
***
"Kenzo, bangun." panggil Nayla dengan suara pelan saat pagi hari, Nayla ingin segera melakukan tugasnya sebelum dia kembali ke desa untuk menemui Ayahnya.
__ADS_1
"Ken." panggil Nayla lagi seraya menepuk pelan pipi Kenzo.
Namun tidak ada pergerakan pada tubuh Kenzo. Kenzo tetap terdiam dengan mata yang rapat terpejam.