LOVE THE OLD MAN

LOVE THE OLD MAN
PENANGKAPAN BURHAN (2)


__ADS_3

"Letakkan senjatamu Pria! atau aku benar-benar akan membunuh mereka berdua!" ucap Burhan seraya berjalan ke arah mobilnya.


Karena Kenzo sudah tidak sadarkan diri Burhan melepaskan pegangannya hingga Kenzo jatuh ke tanah.


"Burhan kamu sudah terkepung! menyerahlah!" ucap Priambodo dengan tatapan tajam dan mengincar pada ban mobil Burhan, jika Burhan tetap nekat melarikan diri.


Dengan nekat Burhan menembak Priambodo sebelum masuk ke dalam mobilnya. Untung saja Priambodo dengan cepat berlindung di saat Burhan menembaknya.


Dengan cepat Burhan masuk ke dalam mobil dengan menggunakan istrinya sebagai tameng.


Anak buah Priambodo, termasuk Priambodo sendiri tidak gegabah untuk menembak Burhan karena ada istrinya yang di buat tameng Burhan.


Merasa dapat celah, Burhan nekat menjalankan mobilnya ke arah pintu keluar yang sudah di hadang oleh beberapa anak buah Priambodo.


Priambodo keluar dari persembunyiannya dan mengarahkan senjatanya pada ban mobil belakang Burhan.


"DORR...DORR..DORR"


Ban mobil Burhan pecah seketika seiring mobil Burhan yang oleng dan menabrak sebuah pohon dengan sangat keras.


Kenzo yang sudah sadar berlari menghampiri mobil tersebut sambil berteriak keras memanggil ibunya.


"Ibuuuuu!" belum sampai Kenzo mendekat terdengar suara letusan lagi menggema di halaman depan.


"DORRR"


Kenzo berdiri terpaku dengan tatapan percaya pada Burhan yang menatapnya dengan panik.


"Ayah, kamu tega menembakku?" tanya Kenzo dengan menahan rasa sakit di dadanya kemudian secara perlahan tubuh Kenzo ambruk ke tanah.


"BRUKK"


Melihat Burhan yang masih terpaku dengan senjata di tangannya. Priambodo melepaskan tembakannya tepat di tangan Burhan hingga senjata Burhan terpelanting jatuh ke tanah.


"Cepat tangkap Burhan!" perintah Priambodo pada anak buahnya.


Dengan sigap anak buah Priambodo menangkap Burhan yang masih terpaku melihat Kenzo yang tergeletak di tanah dengan luka tembak di dadanya.


Hari segera mengambil senjata milik Burhan dan berlari menghampiri Istri Burhan yang terperangkap di dalam mobil dan mengeluarkannya dari sana.


Priambodo segera menghampiri Kenzo sambil menghubungi pihak rumah sakit agar segera mengirim mobil ambulans.


"Kenzo, Kenzo." panggil Priambodo sambil menekan denyut nadi Kenzo.


Priambodo sedikit bernapas lega, karena Kenzo masih bernapas.

__ADS_1


"Letnan Hari, bawa Burhan ke ruang tahanan dan tolong di jaga dengan ketat, karena ada orang dalam yang bekerjasama dengan Burhan." ucap Priambodo sambil memasukkan senjata milik Burhan di kantong plastik sebagai bukti penembakan Burhan pada anaknya sendiri.


"Siap Kapten Pria." ucap Hari dengan sigap dan segera memerintahkan pada sebagian anak buahnya untuk segera membawa Burhan ke kantor polisi.


Tidak berapa lama kemudian, mobil ambulans datang dan beberapa tim medis keluar dari mobil dan segera memberi pertolongan pada Kenzo dan istri Burhan yang sama-sama tidak sadarkan diri.


"Bawa mereka berdua secepatnya karena keduanya terluka parah." ucap Priambodo pada salah satu tim medis yang lebih senior.


"Siap pak." sahur tim medis itu sambil memberi instruksi pada yang lainnya.


Setelah mobil ambulans berangkat ke rumah sakit, Priambodo mengambil ponselnya untuk segera menghubungi Nayla sebagai teman dari Kenzo.


"Hallo, Nayla.. kamu sekarang ada di mana?" tanya Priambodo dengan serius.


"Aku sudah ada di rumah danau, ada apa Pri?" tanya Nayla yang saat ini sedang di kamar bersama Ardian yang sedang merindukan Nayla.


"Apa aku mengganggumu? kamu sedang apa?" tanya Priambodo penasaran karena nafas Nayla seperti orang yang lagi di kejar seseorang.


"Aku sedang berolahraga, kenapa?" tanya Nayla sambil melihat wajah Ardian yang sedang menahan kesakitan karena sudah hampir pada puncaknya Kenzo meneleponnya.


"Siang-siang kamu berolahraga?" tanya Priambodo penasaran.


"Sudah Pri, kamu masih di bawah umur kamu juga tidak mengerti kalau aku beritahu, cepat katakan ada apa, kasihan mas Ardian menunggu kesakitan." ucap Nayla seraya mengusap pelan milik Ardian yang sudah mengeras.


"Ya Tuhan, tidak ada apa-apa Pri! sekarang katakan ada apa kamu menghubungiku?" tanya Nayla sedikit kesal.


"Kenzo Nay, dia tertembak oleh Burhan dan sekarang berada di rumah sakit." ucap Priambodo kembali serius.


"Ya Tuhan! kenapa pak Burhan tega menembak Kenzo anaknya sendiri?" ucap Nayla dengan shock sampai melupakan Ardian yang lemas menahan rasa ngilu.


"Kalau bisa kamu segera datang untuk melihat Kenzo, aku akan kembali ke kantor." ucap Priambodo kemudian menutup panggilannya.


Nayla menatap ponselnya sedikit terpaku saat mendengar kabar kalau Kenzo tertembak.


"Ada apa Nay?" tanya Ardian sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Kenzo mas, ada di rumah sakit kena tembak dan yang menembaknya pak Burhan." jawab Nayla dengan perasaan sedih, karena selama ini Kenzo sudah sangat berjasa padanya juga pada Ardian.


"Kenapa bisa terjadi seperti itu?" tanya Ardian bangun dari tidurnya dan duduk bersandar.


"Aku juga belum tahu mas, aku akan melihat Kenzo dan akan memberitahu Zanna tentang hal ini." ucap Nayla dengan sedih.


"Apa kamu tidak ingin mengajakku Nay? atau kamu akan meninggalkan aku sendirian di sini?" tanya Ardian yang baru saja merindukan Nayla dan masih belum terpenuhi keinginannya.


Nayla menatap wajah Ardian yang menatapnya dengan tatapan teduh.

__ADS_1


"Tentu saja aku akan mengajakmu mas, kemanapun aku pergi mas Ardian harus ikut." jawab Nayla dengan sebuah jawaban yang membuat Ardian bahagia.


"Trimakasih Nay, aku bahagia mendengarnya. Aku tidak apa-apa Nay, kamu bisa melihat Kenzo dengan Zanna. Aku hanya bercanda tadi." ucap Ardian dengan sebuah senyuman mengusap wajah Nayla dengan tatapan penuh kerinduan.


"Benarkah mas, mengizinkan aku untuk melihat Kenzo bersama Zanna?" tanya Nayla dengan tatapan penuh cinta.


Ardian mengangguk dengan tersenyum.


"Pergilah Nay, aku akan sabar menunggumu." ucap Ardian seraya memberikan pakaiannya pada Nayla.


"Terimakasih mas, aku semakin mencintaimu." ucap Nayla mendekati Ardian dan mengecup pelan bibir lembur Ardian.


"Hati-hati di jalan Nay, jaga kandungan kamu." ucap Ardian saat Nayla sudah bersiap-siap untuk pergi.


"Ya mas, aku akan hati-hati menjaga bayi kita dan satu lagi aku akan pulang cepat, aku berjanji nanti malam aku akan memberi kejutan pada Ardian sampai mas Ardian tidak akan bisa melupakannya." ucap Nayla dengan sebuah senyuman yang manis.


Ardian tersenyum bahagia.


"Dengan sabar hati aku menunggu kejutanmu itu Nay." sahut Ardian dengan tatapan lembut.


"Ya sudah, aku berangkat dulu ya mas?" pamit Nayla mengecup kening Ardian, kemudian berjalan keluar kamar dan segera berangkat ke rumah Zanna untuk pergi ke rumah sakit bersama-sama.


Tiba di rumah Zanna, Zanna sudah menunggunya dengan kedua matanya yang sembab.


"Kenzo tidak kenapa-kenapa kan Nay?" tanya Zanna sambil mengusap airmatanya yang sudah tidak bisa di bendungnya lagi.


"Kenzo akan baik-baik saja Zan, kamu jangan menangis lagi." ucap Nayla memberikan tissue pada Zanna.


"Ayo cepat berangkat Nay, aku ingin segera melihat keadaan Kenzo." ucap Zanna dengan hatinya yang di liputi rasa kesedihan yang mendalam.


****


Happy reading kak.


Cerita Love the old man sebentar lagi akan segera tamat.


Di pantengin terus jangan sampai terlewatkan karena pada bab terakhir nanti akan terhapus dengan cepat.


Karena rencananya jika tidak ada halangan akan di bukukan/cetak bersama dengan novel Cinta suci wanita bercadar dengan extra part 4 bab tentunya bab yang manis.


Mungkin ada yang minat bisa tinggal kan jejak atau bisa hubungi:


WA : 0888-4072-222


trimakasih, please tinggalkan jejak PS, Riview dan komentarnya.

__ADS_1


__ADS_2