LOVE THE OLD MAN

LOVE THE OLD MAN
SEMUA BERAKHIR SUDAH


__ADS_3

"Mas, bangun sayang." panggil Nayla dengan kepalanya masih tenggelam di dada bidang Ardian. Tubuh Nayla dan Ardian masih terbungkus rapi di balik selimut setelah semalam menghabiskan malam kebahagiaan yang penuh kenikmatan.


Nayla telah menepati janjinya untuk memberikan sebuah kenikmatan yang luar biasa hingga Ardian tidak akan pernah bisa melupakan walau hanya sedetik saja.


"Mas, apa kamu masih mengantuk?" tanya Nayla lagi saat Ardian masih belum membuka matanya.


"Hm, sedikit Nay..aku masih ingin mengingat bagaimana kita semalam. Maafkan aku jika aku kurang memuaskan hatimu Nay?" ucap Ardian yang memang kondisinya masih belum sehat seratus persen.


"Aku sudah merasa puas kok mas, mas Ardian jangan berpikir seperti itu lagi ya?" ucap Nayla seraya mengusap dada Ardian dengan penuh sayang.


"Terimakasih Nay, sekarang keadaan kamu bagaimana? terutama bayi kita, dia baik-baik saja kan di dalam sana?" tanya Ardian yang masih enggan beranjak dari tempat tidurnya.


"Baik-baik saja mas, tiga bulan lagi mas Ardian akan menjadi seorang ayah. Semoga nanti mas Ardian bahagia dengan adanya bayi mungil kita." ucap Nayla seraya bangun dari tidurnya.


"Kamu mau kemana Nay?" tanya Ardian sambil bergerak untuk duduk bersandar.


"Mau mandi dulu mas, nanti kita terlambat ke pengadilan." ucap Nayla mengambil handuk bersih dan di berikan pada Ardian.


"Nayla? bukannya kamu yang mandi dulu? atau maksud kamu? kita akan mandi bersama?" tanya Ardian dengan tatapan tak percaya.


"Apa mas Ardian tidak ingin kita mandi bersama?" tanya Nayla sambil sedikit menggodanya dengan suara yang di desah- desahkan.


Wajah Ardian memerah, mendapat perlakuan mesra dari istrinya.


"Nay, dengan apa yang kamu berikan semalam aku sudah sangat puas dan berterimakasih, apa sekarang kamu akan memberikannya lagi?" tanya Ardian dengan tatapan intens.


"Kalau aku memberikannya setiap hari, apa mas Ardian mau?" tanya Nayla tersenyum sambil menyentuh bibir Ardian yang merah.


Ardian menatap wajah Nayla dengan nafas yang berat, sesuatu yang hangat menjalar ke seluruh aliran darahnya.


"Nayla, kamu sedang hamil tidak akan baik untukmu terlalu capek untuk tiap hari melayaniku." jawab Ardian dengan tatapan penuh hasrat.


"Aku tidak akan capek mas, karena aku menginginkannya." sahut Nayla sambil mengusap wajah Ardian dengan sentuhan yang menggoda.


"Baiklah, bagaimana bisa aku menolak pemberian dari istriku yang cantik dan baik hatinya." ucap Ardian bangun dari tempatnya segera mengikuti Nayla yang berjalan ke kamar mandi.


***


"Paman, keadaan paman sekarang baik-baik saja bukan?" tanya Priambodo yang sudah sampai di pengadilan lebih dulu sambil menatap Ardian dan Nayla secara bergantian.


"Aku baik-baik saja Pri, kamu jangan kuatir." ucap Ardian dengan memakai kemeja putih.


"Syukurlah, aku harap paman harus lebih berhati-hati banyak kaki tangan Burhan yang menyebar di sekitar nanti." ucap Priambodo dengan seorang temannya wanita sebagai pengacara yang akan mendampingi Ardian walau Ardian dalam posisi menjadi korban dan saksi.

__ADS_1


"Paman, Nayla...kenalkan ini temanku Sanny seorang pengacara yang akan mendampingi paman selama menjadi saksi di sana nanti." ucap Priambodo dengan sikap yang tenang.


Sanny mengangguk sopan pada Ardian dan mengulurkan tangannya pada Nayla.


"Kenalkan aku Sanny teman Pria. Senang sekali aku bisa berkenalan dengan kalian berdua. Kalian berdua bagi Pria sangat berarti sekali." ucap Sanny tersenyum ramah.


"Kamu cantik sekali, apa kamu kekasih Pria?" tanya Nayla yang tidak bisa menahan keingintahuannya.


Sanny menatap Priambodo dengan wajah memerah tidak menyangka dengan pertanyaan Nayla yang langsung pada intinya.


"Nay, aku dan Sanny hanya sahabat dekat tidak lebih." jawab Priambodo dengan singkat.


"Kamu bicara apa Pri? namanya sahabat kalau laki-laki dan wanita itu pasti akan menjadi sepasang kekasih." ucap Nayla dengan tersenyum.


Wajah Pria dan Sanny semakin memerah dan saling pandang.


"Sudah Nay, jangan membuat Pria menjadi galau." ucap Ardian memeluk bahu Nayla dengan penuh sayang.


Nayla tersenyum penuh arti seraya menatap Ardian yang terlihat tenang.


"Ayo Paman kita masuk ke dalam, Sanny temani Paman Ardian. Aku dan Nayla akan duduk paling depan, agar bisa mengawasi Burhan." ucap Priambodo sambil menepuk bahu Sanny, di mana Sanny adalah seorang pengacara militer.


"Siap Pri." sahut Sanny berjalan mengikuti Priambodo satu-satunya laki-laki yang dekat dengannya. Dan satu-satunya laki-laki yang di cintainya.


Di dalam ruang pengadilan tampak sudah hadir semua dari jaksa pembela, jaksa penuntut hingga Hakim utama juga pengacara dari pihak Burhan.


Selama acara sidang di mulai Burhan tampak tenang seperti ada suatu rencana yang di sembunyikan. Hingga sampai pada saat semua bukti di ungkap oleh jaksa penuntut yang mengarah pada Burhan, Burhan terlihat tetap tenang malah berkesan tersenyum.


"Aku kira Burhan sudah tidak waras Pri, lihat dari tadi terlihat tenang senyum-senyum seperti orang yang tidak jelas." ucap Nayla dengan kesal melihat wajah Burhan yang tidak merasa bersalah.


"Aku lebih cemas dengan melihat sikap Burhan yang seperti itu, apalagi aku dengar ada orang dalam yang kerja sama dengan Burhan dan akan mempersiapkan serangan pada paman." ucap Priambodo yang tidak cerita ke Ardian merasa kuatir akan jadi beban pikiran Ardian.


"Apaaaaa!!" pekik Nayla secara tidak sadar saat mendengar penjelasan Priambodo.


"Ssstttttt, tenang!" ucap Priambodo sambil membekap mulut Nayla yang mau bicara lagi.


Semua mata melihat ke arah Nayla dan Priambodo, tak terkecuali Ardian yang sedang menatapnya.


Nayla tersenyum mengedipkan matanya ke arah Ardian sambil memberi kode tangan pada mulutnya kalau dia tidak akan bicara lagi.


Suasana kembali sunyi, saat detik-detik putusan hakim dengan memberi hukuman pada Burhan. Seiring dengan suara ketukan palu Hakim, hukuman bagi Burhan adalah lima belas tahun penjara.


Keluarga Anita berteriak keras tidak bisa menerima putusan Hakim dan terpaksa mereka di keluarkan dari ruang sidang karena telah menyerang Burhan secara terang-terangan.

__ADS_1


Priambodo bernapas lega sampai pada sidang berakhir semuanya berjalan dengan lancar tanpa ada masalah dari Burhan.


Ardian, Nayla, Priambodo dan juga Sanny keluar dari ruang sidang dengan hati lega walau masih sedikit kecewa dengan putusan Hakim yang masih kurang berat atas hukuman Burhan.


Di depan pengadilan, dengan jarak yang tidak terlalu jauh Priambodo melihat Burhan dengan di dampingi beberapa polisi akan di pindahkan ke penjara kota.


"Pri, kamu pulang bersama kita atau pulang bersama Sanny?" tanya Nayla yang berdiri di samping Ardian yang fokus dengan ponselnya karena mendapat pesan panggilan kerja sebagai dosen di kota.


"Aku aku akan mengantar Sanny pulang lebih dulu Nay, kamu pulang saja dulu dengan Paman." ucap Priambodo dengan tatapan tak lepas pada Burhan yang berjalan ke arah mobil tahanan. Dan sungguh Priambodo sangat terkejut saat matanya menangkap borgol Burhan tidak terkunci. Dan secepat kilat secara bersamaan Priambodo melihat Burhan mengambil senjata dari polisi yang bersamanya dan menembakkan senjatanya ke arah Ardian yang masih fokus dengan ponselnya.


"Pamaannn awasssss!!" teriak Priambodo melindungi pamannya dari tembakan Burhan.


"DORR...DORR...DORR"


"Mas Ardiaannnn!" teriak Nayla dengan tubuhnya yang masih berdiri terpaku di tempatnya.


"Priaaaaaaa!!!" teriak Sanny dengan histeris.


Beberapa polisi yang mendampingi Burhan segera menahan Burhan dengan memborgolnya dan memasukkan ke dalam mobil tahanan.


Di dalam mobil tahanan terlihat sebuah senyuman menghias di bibir Burhan melihat kedua buruannya tergeletak tak bergerak.


****HAPPY ENDING ADA DI 3 BAB EKSTRA PART DI BUKU CETAK****


TUNGGU DI NOVEL LANJUTAN VOL 2 " MY CAPTAIN PRIA"


Happy reading kak.


Cerita Novel LOVE THE OLD MAN happy ending di buku cetak ya...


Krn novel ini dlm proses ctk buku bersama dg novel CINTA SUCI WANITA BERCADAR


Jika ada yg minat Novel LTOM bsa tinggal kan jejak / bisa hubungi:


WA : 0888-4072-222


KHUSUS utk 20 pemesan pertama akan mendapat DISCOUNT 10%.


Krn selain akn mendptkan buku dn gift juga akn mendptkan 3 ekstra part :


BAB 84 : SELAMAT JALAN KAPTEN PRIA


BAB 85 : MELAHIRKAN DI TENGAH BADAI

__ADS_1


BAB 86 : BULAN MADU KEDUA DI RUMAH DANAU


trimakasih..


__ADS_2