LOVE THE OLD MAN

LOVE THE OLD MAN
HATIMU SELUAS SAMUDERA (1)


__ADS_3

Dengan gemetar tangan Nayla mengambil ponselnya dan menelpon Ardian.


"Mas, apa kamu bisa ke sini? di depan swalayan Dinar." ucap Nayla dengan suara tangis yang tersendat-sendat.


"Ada apa Nay, kenapa kamu menangis?" tanya Ardian di sana dengan cemas mendengar suara tangis Nayla.


"Kenzo Mas, dia kecelakaan." jawab Nayla dengan menahan tangis.


"Baiklah Nay, kamu tenang ya.. sekarang aku kesana." ucap Ardian seraya menutup ponselnya.


Suara ambulans terdengar dan berhenti tepat di mana Kenzo yang masih tergeletak tak bergerak.


Nayla menguatkan hatinya mendekati Kenzo yang di telah di angkat oleh para medis masuk ke dalam ambulans.


"Nayla!!" teriak Ardian yang baru datang berlari menghampiri Nayla.


"Mas." Isak Nayla memeluk tubuh Ardian dan menangis di dada Ardian.


"Tenang ya Nay, kita ikuti mereka ya." Ucap Ardian menahan perutnya yang sakit karena berlari-lari mencari Nayla.


"Kita naik apa Mas?" tanya Nayla dengan pikirannya yang panik.


"Naik mobil kita saja Nay." ucap Ardian menuntun Nayla masuk ke dalam mobil.


Sambil melihat Nayla beberapa kali Ardian mengikuti ambulans yang membawa Kenzo ke rumah sakit yang terdekat.


Sampai di rumah sakit, Ardian dan Nayla turun mengikuti Kenzo yang di bawa para medis ke UGD.


Nayla tak kuasa lagi menahan tangisnya saat Dokter mengatakan Kenzo harus di operasi karena ada gegar otak.


"Nayla, kamu tenang ya..kita doakan semoga Kenzo bisa melewati ini semua." ucap Ardian menenangkan hati Nayla.


"Ya Mas." Ucap Nayla menenggelamkan tangisannya di dada Ardian.

__ADS_1


"Bagaimana ini bisa terjadi Nay?" tanya Ardian mencoba untuk tenang melihat Nayla yang menangisi Kenzo tak ada hentinya.


"Kenzo kecelakaan karena menyelamatkan aku Mas, mobil itu sebenarnya mau menabrakku, tapi Kenzo mendorongku dan akhirnya Kenzo yang tertabrak." cerita Nayla dengan tersendat-sendat.


"Apakah kalian bertengkar Nay?" tanya Ardian semakin sakit saat tahu Kenzo yang menyelamatkan hidup Nayla.


"Kenzo tidak bisa menerima kalau aku tidak bisa meninggalkan kamu Mas, Kenzo marah, dan aku pun marah saat Kenzo bilang kalau Mas melakukan sesuatu hal yang licik di belakangku, aku meninggalkannya sendiri sampai aku tidak tahu kalau ada mobil dari arah kanan saat aku menyeberang, dan kecelakaan itu terjadi." cerita Nayla panjang lebar dengan airmata bercucuran.


Jantung Ardian berdetak sangat kencang, mendengar cerita Nayla yang telah membelanya.


Di rengkuhnya tubuh Nayla penuh perasaan.


"Trimakasih Nay, kamu telah membelaku." Ucap Ardian dengan suara lirih.


"Aku tidak bisa membiarkan orang lain menjelekkan kamu Mas, kamu suamiku sekarang." ucap Nayla sedikit malu karena telah mengakui di hadapan Ardian, kalau Ardian adalah suaminya.


Ardian tersenyum, mengecup puncak kepala rambut Nayla.


"Nayla, apa sebaiknya kamu memberitahu orang tua Kenzo kalau Kenzo kecelakaan." ucap Ardian yang tidak ingin terjadi apa-apa pada Kenzo, tanpa orang tuanya tahu.


"Hallo, Zanna." panggil Nayla dengan menahan tangisnya.


"Ya Nayla, ada apa?" tanya Zanna di sana.


"Zan, aku bisa minta tolong kamu, tolong beritahu orang tua Kenzo, Kenzo kecelakaan dan sekarang ada di rumah sakit Budiman." ucap Nayla sambil menggenggam tangan Ardian.


"Apa Nay? apa yang terjadi Nay? Kenzo kecelakaan bukan karena kamu kan Nay?" tanya Zanna sedikit emosi.


"Kenzo marah padaku karena aku tidak bisa meninggalkan pak Ardian Zan." Jawab Nayla jujur.


"Ya Tuhan, tentu saja Kenzo marah Nay, apa kamu tidak tahu apa yang terjadi pada Kenzo?" ucap Zanna dengan heran kenapa Nayla malah tidak tahu.


"Memang apa yang terjadi Zan?" tanya Nayla menyalakan speakernya agar Ardian mendengar dan tidak terjadi salah paham.

__ADS_1


"Kenzo sudah tidak di akui oleh kedua orangtuanya sebagai anak Nay, Kenzo sudah di usir dari rumah karena lebih memilih kamu dan minta berpisah dari Safitri." cerita Zanna dengan panjang lebar.


"Aku tidak percaya ini Zan, aku benar-benar tidak tahu, Kenzo tidak cerita padaku." ucap Nayla dengan perasaan bingung.


"Bahkan beberapa hari yang lalu, Kenzo di hajar anak buah Pak Burhan sampai babak belur, kok kamu malah tidak tahu Nay?" tanya Zanna dengan heran.


"Zanna, bisa kah kamu kemari? aku tidak tahu lagi siapa nanti yang akan menjaga Kenzo, sedangkan kamu sendiri tahu aku sudah bersuami." ucap Nayla sambil menggenggam tangan Ardian yang dingin.


"Aku lihat dulu ya Nay, aku harus bilang dulu sama orang tuaku." ucap Zanna di sana yang sebenarnya terluka hatinya sejak SMA, saat tahu Kenzo mencintai Nayla bukan dirinya.


"Oke Zanna, tolong usahakan ya...aku tunggu kabarmu." ucap Nayla kemudian menutup panggilannya.


"Bagaimana Mas, Kenzo tidak ada yang merawat, orang tuanya sudah mengusirnya dari rumah dan tidak mengakuinya sebagai anak lagi." ucap Nayla dengan perasaan terenyuh.


"Dia melakukan semua itu demi dirimu, bahkan dia mengorbankan dirinya juga demi dirimu Nay?" ucap Ardian yang merasa bersalah pada Kenzo dan Nayla, karena dirinya lah Kenzo dan Nayla jadi terpisah.


"Mas? kenapa bicara seperti itu?" ucap Nayla menatap dalam wajah Ardian yang terlihat sedih.


"Ini semua terjadi karena aku Nay, kalau saja aku tidak memaksakan kehendakku mungkin semua ini tidak akan terjadi, Kenzo tidak akan terluka, dan kamu juga tidak akan bersedih seperti sekarang ini, harusnya aku yang pergi, harusnya aku....." Ardian tidak bisa melanjutkan ucapannya saat tangan lembut Nayla menutup mulutnya.


"Jangan di teruskan lagi Mas, aku mohon jangan di teruskan lagi." ucap Nayla dengan perasaan sakit, ikut merasakan sakit yang di rasakan Ardian.


Saat Ardian ingin membalas ucapan Nayla, pintu ruang operasi terbuka, tampak dokter keluar dari kamar operasi.


"Apakah di antara kalian ada yang bernama Nayla?" tanya Dokter tersebut.


"Saya Dokter." jawab Nayla jujur sambil menggenggam tangan Ardian dengan erat.


"Begini, pasien sangat beruntung sekali, dengan gegar otak yang parah dia masih bisa bertahan hidup, operasinya berjalan lancar, namun ada dua hal yang terjadi pada diri pasien, yang pertama pasien mengalami kebutaan sementara, dan ada kejiwaan pasien yang sedikit terganggu dari beban yang di pikirkan, karena beberapa kali pasien memanggil nama Nayla, seolah pasien tidak ingin berpisah dengan Nayla." jelas dokter tersebut kemudian pergi meninggalkan Ardian dan Nayla yang termangu dengan hasil yang di jelaskan oleh dokter tersebut.


"Nayla." panggil Ardian dengan tiba-tiba setelah sekian lama sama-sama terdiam.


"Ya Mas." Jawab Nayla yang berpikir akan mencari jalan keluar.

__ADS_1


"Sebaiknya, kembalilah pada Kenzo, biar aku yang pergi.. Kenzo lebih membutuhkanmu saat ini." ucap Ardian dengan dadanya yang terasa sesak sekali.


__ADS_2