
"Apa kamu mencurigai sesuatu Ken?" tanya Nayla dengan tatapan penuh.
"Belum pasti, kita bahas di kantor polisi saja ya? setelah ada Priambodo. Namanya Priambodo kan Nay?" tanya Kenzo sambil melanjutkan perjalanannya ke kantor polisi.
"Ya.. namanya Priambodo, kamu bisa memanggilnya Pria atau Pri saja." ucap Nayla dengan tatapan matanya yang kosong ke arah depan jalanan.
"Sudah sampai Nay." ucap Kenzo tanpa Nayla sadari jika sudah sampai di depan kantor polisi.
"Ya Ken, maaf aku tadi melamun." ucap Nayla dengan perasaan hatinya yang memang gelisah memikirkan keadaan Ardian yang masih dalam keadaan sakit dan tidak ada kabar sama sekali.
"Tidak apa-apa Nay, aku mengerti dengan rasa kuatirnya kamu pada Pak Ardian, semoga hal ini tidak akan lama dan Pak Ardian segera di temukan dalam keadaan baik-baik saja." ucap Kenzo yang sudah bisa melupakan rasa cintanya pada Nayla walaupun belum sepenuhnya hilang.
"Terimakasih Ken, aku juga berharap semua masalah ini cepat berlalu." ucap Nayla yang selalu berdoa dalam hatinya untuk keselamatan Ardian.
"Ayo, kita masuk ke dalam." ucap Kenzo seraya keluar dari mobilnya di ikuti Nayla yang juga keluar dari mobil.
Tidak lama sebelum Nayla dan Kenzo masuk ke dalam kantor polisi tampak Priambodo yang sudah datang dengan motor dinasnya.
"Barusan datang juga ya?" tanya Priambodo setelah sampai di hadapan Nayla yang menunggunya.
"Ya, karena kita sedikit membahas masalah Mas Ardian." jawab Nayla berusaha tenang.
"Ayo kita masuk ke dalam ruanganku, dua saksi sudah ada di sana." ucap Priambodo berjalan lebih dulu menuju ke ruangannya.
Sampai di dalam ruangan dua orang saksi sudah menunggunya dengan sedikit tegang.
"Jangan tegang ya pak? saya mau bertanya tentang seseorang yang bapak lihat di rumah sakit." ucap Priambodo menatap penuh kedua wajah orang yang ada di hadapannya.
"Nayla, Kenzo, kalian bisa ambil kursi dan duduk di sini lebih dekat." ucap Priambodo tanpa sebuah senyuman.
__ADS_1
"Garang amat kamu Pri!" batin Nayla tanpa bicara duduk di kursi di samping Priambodo.
"Begini Pak apa bapak yakin melihat wajah wanita ini bersama Pak Ardian?" tanya Priambodo pada orang yang bertugas sebagai cleaning servis di rumah sakit dengan serius memperlihatkan foto Anita yang sudah di dapatkannya dari anak buahnya.
"Ya ini pak, wanita yang saya lihat bersama dengan Pak Ardian." jawab orang itu sedikit gugup dan tegang.
"Jadi benar, Anita memang yang membawa Pak Ardian pergi dari rumah sakit." gumam Priambodo untuk segera mengambil tindakan dengan adanya saksi yang melihatnya.
"Terus kalau bapak, apa yang bapak lihat?" tanya Priambodo bertanya pada tukang becak yang saat itu ada di samping mobil yang di masuki Ardian.
"Kalau yang perempuan saya tidak mengenalnya pak, kalau yang laki-laki yang merangkul pak Ardian saya tahu dia bekerja di Perusahaan Pak Burhan karena terkadang saya sering mangkal di situ juga." jelas pak becak dengan suara sedikit gemetar.
Kenzo yang mengetahui Pak Becak telah menyebut nama Ayahnya seketika menatap serius wajah Pak Becak.
"Bapak tahu siapa saya?" tanya Kenzo berusaha tenang.
"Lalu apa bapak tahu siapa nama orang yang bekerja dengan Pak Burhan?" tanya Priambodo yang belum tahu wajah orang yang di maksud Pak Becak tersebut.
"Saya tidak tahu namanya Pak, tapi saya ingat jelas dengan wajahnya, orangnya tinggi besar, rambutnya agak keriting dan ada bekas luka di dagunya." jawab Pak Becak itu dengan pasti.
Kenzo mengingat jelas orang yang biasanya menjadi bodyguard Ayahnya adalah Dargo, dan ciri-cirinya sama persis dengan yang di ceritakan Pak Becak.
Dengan spontan Kenzo membuka ponselnya karena beberapa bulan yang lalu dia pernah mengambil foto Dargo dengan Ayahnya saat ada acara makan-makan di perusahaannya.
"Coba bapak lihat, apa benar orang ini yang bapak lihat?" tanya Kenzo dengan tegang.
"Ya benar Mas Kenzo, memang itu orangnya." jawab Pak Becak dengan antusias.
"Coba aku lihat Ken?" tanya Priambodo meminta ponsel Kenzo untuk mengetahui wajah orang yang di maksud Pak Becak.
__ADS_1
"Dia namanya Dargo bodyguard sewaan Ayahku, tapi selepas dia bekerja pada Ayahku dia juga menerima pekerjaan dari orang lain, siapa tahu Dargo bekerja sama dengan Anita tanpa sepengetahuan Ayahku." jelas Kenzo setelah ponselnya di lihat Priambodo.
"Benar juga apa kata Mas Kenzo Pak, karena saya lihat Pak Burhan orangnya baik dan ramah juga pada orang-orang seperti saya, sering memberi uang pada saya kalau saya mangkal di sana." ucap Pak Becak mematahkan kecurigaan Priambodo.
"Aku bisa lihat orangnya Pri?" pinta Nayla yang sedari tadi mendengarkan dan berpikir.
Segera Priambodo memberikan ponsel Kenzo pada Nayla.
"Orangnya menakutkan sekali, sepertinya berjiwa pembunuh. Aku semakin takut dengan keadaan Mas Ardian." ucap Nayla dengan gelisah.
"Tenang Nay, aku usahakan masalah ini bisa aku selesaikan dengan cepat." ucap Priambodo dengan wajah yang serius.
"Kenzo, aku bisa minta tolong padamu untuk bisa mengawasi Ayah kamu mulai sekarang?" pinta Priambodo pada Kenzo yang lebih mudah mengetahui aktifitas Ayahnya.
"Tiga hari ini Ayah masih di luar kota, mungkin besok baru pulang karena besok lusa ada pemilihan lurah yang terakhir." jawab Kenzo dengan pasti karena Ayahnya sudah memberitahunya.
"Jadi sudah tiga hari Ayah kamu tidak pulang? dan itu sebelum terjadinya penculikan." gumam Priambodo yang mulai membaui ada hubungan antara Burhan yang tidak ada di tempat dengan hilangnya Ardian.
"Dan satu lagi Pri, aku lupa memberitahumu sepertinya Anita kenal dengan Ayahku karena dua kali aku pernah bertemu dengan mereka berdua tanpa sengaja. Kamu bisa menyelidikinya." Ucap Kenzo yang akhirnya bercerita tentang kecurigaannya tentang Ayahnya dan Anita kalau mereka punya skandal di belakang ibunya.
"Baiklah Ken, aku akan segera menyelidiki ketiga orang ini, terimakasih atas bantuannya. Dan juga pada Bapak berdua terimakasih atas kerjasamanya. Mungkin lain hari kami masih membutuhkan kesaksian Bapak." ucap Priambodo seraya berdiri dari tempat duduknya dan menyalami kedua orang itu yang sudah bersedia menjadi saksi.
***
Apa kamu sudah menyerah Ardian? Istrimu sudah menerima foto-foto itu, dan kamu tahu apa selanjutnya yang di lakukan istrimu? Dia berboncengan mesra dengan ponakanmu dan juga naik satu mobil dengan mantan pacarnya Kenzo. Sepertinya Istrimu bingung harus memilih yang mana? dasar istrimu memang murahan! dia tidak pernah mencintai kamu Ardian!!" teriak Anita sambil melemparkan Foto-foto yang di ambil anak buahnya saat Nayla naik motor dengan Priambodo juga saat Nayla masuk ke dalam mobil Kenzo.
"Lakukan apa saja yang ingin kamu lakukan Anita, aku sangat percaya pada Nayla dan kamu tidak bisa mempengaruhiku." sahut Ardian dengan suara yang lemah menahan rasa sakit pada bekas operasinya.
Happy reading kk, please koment, like dan votenya...
__ADS_1