LOVE THE OLD MAN

LOVE THE OLD MAN
KEMBALI TERHEMPAS


__ADS_3

"Baiklah Pak, kita pesan makanan yang sama ya." ucap Nayla akhirnya mengalah demi Ardian yang memerlukan asupan makanan.


Hati Ardian kembali berbunga-bunga dengan sikap Nayla yang begitu perhatian dan sayang padanya.


"Nay, boleh aku bertanya padamu?" ucap Ardian menatap lekat mata bening Nayla.


"Tanya apa Pak?" jawab Nayla membalas tatapan Ardian.


"Ada apa kamu menemui Dokter Ketut? dan kenapa kamu bilang, kalau kamu adalah calon istriku?" tanya Ardian ingin mendengar penjelasan dari Nayla langsung.


Nayla tersenyum melihat wajah Ardian yang terlihat polos.


"Aku kan memang calon istri Pak Ardian, jadi wajar kan kalau Dokter Ketut tanya aku siapanya Pak Ardian, ya aku jawab aku calon istri Pak Ardian, dan kenapa aku pergi ke Dokter Ketut karena aku kan mau menjadi istri pak Ardian, jadi aku harus tahu riwayat penyakit bapak supaya aku tidak terkejut dengan sakitnya bapak nanti." ucap Nayla dengan tanpa menunjukkan reaksi apa-apa.


Ardian terdiam menatap dalam wajah Nayla.


"Hanya itu saja Nay?" tanya Ardian berharap jika Nayla menjawab dia melakukan itu semua karena mencintainya.


"Ya Pak, hanya itu saja... memang apa yang bapak pikirkan?" tanya Nayla balik membalas tatapan Ardian.


"Tidak ada Nay, terimakasih atas kejujuranmu." ucap Ardian dengan hati kembali bersabar.


"Pak, sekarang kan sudah siang, apa bapak bisa pulang sendiri? aku mau di jemput Kenzo sebentar lagi." ucap Nayla tanpa ada beban dengan kata2nya.


"Motor kamu bagaimana?" tanya Ardian yang merasakan kembali sesak di dadanya.


"Biar nanti aku ambil di rumah bapak." ucap Nayla yang berencana sama Kenzo naik motor ke kota terdekat agar tidak ada yang tahu lagi hubungannya dengan Kenzo.


"Baiklah Nay, aku akan menunggumu nanti." ucap Ardian sambil mengecap makanan yang terasa pahit di lidahnya.


"Tidak di habiskan makanannya pak?" tanya Nayla yang sudah mendapat pesan dari Kenzo yang sebentar lagi akan sampai.


"Aku tidak bisa makan banyak Nay." ucap Ardian yang hilang selera makannya setelah tahu Nayla akan pergi sama Kenzo.


"Sedikit lagi pak, ini makanannya bapak masih utuh." ucap Nayla melihat makanan Ardian yang hanya berkurang sedikit saja.


"Aku tidak bisa lagi Nay, perutku tidak enak." ucap Ardian beralasan.


"Aku suapi pak, makan lima sendok lagi ya pak." ucap Nayla mengambil sendok dan mengambil nasi sedikit saja dan di suapkannya ke mulut Ardian yang tak bisa menolak keinginan Nayla.

__ADS_1


"Nah gitu dong pak, kurang empat suap lagi ya pak?" ucap Nayla dengan tersenyum senang.


Ardian menatap Nayla dengan perasaan yang rumit, mengapa Nayla begitu mudahnya mengombang-ngambingkan perasaannya.


Sebentar mengangkatnya ke langit, kemudian menghempaskannya ke dasar bumi.


Tanpa menghiraukan ponselnya yang berbunyi, Nayla masih menyuapi Ardian yang masih menatapnya dengan sinar matanya yang lembut.


"Pak, aku harus pergi sekarang...kalau aku pulangnya malam, bapak jangan menungguku ya." ucap Nayla membalas tatapan mata Ardian yang begitu sayu.


"Hati-hati ya Nay, ingat Nay kamu harus pulang...jangan membuat Ayah dan Bunda kuatir lagi" pesan Ardian sebelum Nayla pergi.


Nayla tersenyum sambil mengangkat jari jempolnya.


***


"Nay, aku di sini." ucap Kenzo yang berpenampilan tidak seperti biasanya.


"Kamu Ken? kenapa harus pakai topi dan kacamata?" ucap Nayla yang hampir tak mengenali Kenzo.


"Ayo cepat naik Nay." ucap Kenzo sambil matanya menatap ke sekeliling jalanan takut ada yang melihatnya.


Dengan cepat Nayla naik ke atas motor, dan memeluk erat pinggang Kenzo.


Di ujung Rumah sakit yang tak jauh dari Nayla menunggu Kenzo tadi, tampak Ardian berdiri dengan hatinya yang terasa hilang dan hampa.


Di tengah perjalanan Kenzo menggenggam tangan Nayla yang di pinggangnya dengan sangat erat.


"Nay, kita ke pelabuhan ya? sangat bagus di sana suasananya." ucap Kenzo sedikit berteriak agar Nayla mendengarnya.


"Terserah kamu Ken." jawab Nayla yang tiba-tiba kepikiran Ardian.


Sampai di pelabuhan Kenzo menghentikan motornya, dan turun dari atas motor.


"Ayo Nay, kita ke sana." ucap Kenzo menunjuk bangku di bawah pohon rindang.


"Sebentar Ken, kamu ke sanalah dulu..aku akan menyusulmu nanti." ucap Nayla sambil mengambil ponselnya di dalam tasnya.


Kenzo sedikit menjauh dari Nayla, menunggu Nayla yang sedang menelpon seseorang.

__ADS_1


Wajah Nayla terlihat cemas saat nomor yang di teleponnya belum menerima panggilannya.


Baru seseorang itu menerima panggilannya, wajah Nayla terlihat tenang kembali.


"Hallo, ya Nay." jawab Ardian di sana yang ternyata baru sampai di rumah.


"Apa bapak sudah di rumah?" tanya Nayla lega Ardian menerima teleponnya.


"Ya Nay, barusan sampai...ada apa?" tanya Ardian dengan hati yang berdebar-debar.


"Syukurlah kalau bapak sudah sampai di rumah, oh ya pak..apa aku bisa minta tolong lagi pak." ucap Nayla yang tak ingin kepergiannya dengan Kenzo, Ayah Bundanya akan tahu lagi.


"Minta tolong apa Nay." ucap Ardian yang sudah tahu dengan tujuan Nayla.


"Kalau Ayah Bunda tanya keberadaanku bisakah pak Ardian membantuku untuk bisa menjawabnya." ucap Nayla yang sangat yakin Ardian tahu maksudnya.


"Kamu tenang saja Nay, asalkan kamu jangan pulang larut malam ya." ucap Ardian yang mencemaskan Nayla jika pulang larut malam.


"Ya pak, aku usahakan." jawab Nayla pelan.


"Nayla cepat kemari, sebentar lagi sunset terlihat." teriak Kenzo yang suaranya sampai terdengar Ardian yang masih belum menutup ponselnya.


"Pak Ardian, trimakasih banyak ya pak." ucap Nayla langsung mematikan ponselnya.


"Sini cepat, duduklah di sini." ucap Kenzo sambil memberikan tempat buat Nayla duduk.


"Siapa yang kamu telepon Nay?" tanya Kenzo memeluk Nayla erat.


"Pak Ardian, aku takut kalau Ayah Bunda akan memarahiku lagi kalau tahu aku masih berhubungan denganmu." jawab Nayla menggenggam tangan Kenzo.


"Apa kamu yakin pak Ardian bisa kamu percaya?" tanya Kenzo yang merasa tersaingi dengan laki-laki yang sudah berusia matang itu.


"Ken, aku telah membuat kesepakatan dengan pak Ardian agar masih bisa berhubungan denganmu selama lima bulan sampai kamu berpisah dengan Safitri." ucap Nayla sedikt ragu-ragu untuk bilang pada Kenzo.


"Kesepakatan apa?" tanya Kenzo dengan dahi berkerut.


"Aku akan menikah dengan pak Ardian hanya selama lima bulan saja, sampai kamu berpisah dengan Safitri dan aku akan minta cerai dari Pak Ardian." ucap Nayla pasti dan pastinya keras kepala.


"Kenapa harus menikahinya Nay? kenapa tidak bertunangan saja seperti aku sama Safitri." ucap Kenzo dengan wajah sedih.

__ADS_1


"Hanya dengan menikah, aku bisa menjalin hubungan denganmu tanpa Ayah Bundaku tahu Ken, pak Ardian yang menjaminnya dan aku percaya pada pak Ardian." jelas Nayla.


"Apa kamu yakin setelah menikah kamu bisa lepas dari Pak Ardian? karena aku pastikan padamu Nay, lima bulan tepat...hubunganku dengan Safitri pasti akan berakhir, karena aku hanya menginginkan dirimu Nay." ucap Kenzo menatap dalam wajah Nayla.


__ADS_2