Love You A

Love You A
Part 100


__ADS_3

Di saat David bingung harus melakukan apa agar ketiga putri mereka tidak lagi bertengkar, di saat itu lah Agam menarik satu sudut bibirnya.


"Kalian bertiga itu benar-benar keterlaluan!" Agam yang sejak tadi diam kini bersuara sembari menatap ketiga adiknya dengan penuh amarah, kini ia tahu kenapa selama ini Mom dan Daddy mereka tidak bisa mengendalikan ketiga adiknya.


"A apa maksudmu?" tanya Cleo dengan bingung, begitupun dengan Hera dan Iris.


Baby yang sejak tadi diam pun menjadi bingung mendengar Agam yang tiba-tiba marah pada ketiga adiknya.


"Apa kalian pikir aku bisa tertipu oleh akting murahan kalian?" Agam menarik satu sudut bibirnya.


Deg.


Cleo, Hera, dan Iris saling menatap satu dan lainnya, dengan susah payah ketiganya menelan saliva saat tatapan Agam seperti menguliti mereka semua. Terlebih lagi mereka tidak menyangka kebohongan yang dibuat selama ini terbongkar begitu saja di mata seorang Agam Mateo.


"A apa maksudmu, Nak?" tanya Mini dengan bingung, begitupun dengan David.


Namun Agam tidak menjawab pertanyaan kedua orangtuanya, ia berdiri sambil menarik tangan Baby. "Dad tolong blokir kartu mereka! Jangan pernah memberikan apa pun pada ke-tiganya!"


"Kak..." Hera dan Iris ingin protes dengan keputusan Agam Mateo.


Sedangkan Cleopatra lebih sedikit tenang, karena ia sudah mempunyai sumber keuangan dari pekerjaan dan juga dari para kekasihnya.

__ADS_1


"Dan kau Cleo! Jangan harap di Jakarta nanti kau bisa sebebas ini, aku pastikan hidupmu tidak akan mudah!"


Gleg.


Kini Cleo yang tidak bisa berkutik. "Aku tidak mau ikut denganmu ke Jakarta, karena karier ku sedang naik." Protes Cleopatra.


"Kau tidak punya pilihan!"


"Tapi A kau tidak berhak mengaturku! Mom dan Daddy yang berhak!"


"Kakak mu berhak! Karena kami yang mengijinkannya. Dan kartu kalian akan kami blokir." Ucap David dengan tegas, walaupun tidak tahu maksud Agam yang mengatakan ketiga putrinya tengah berakting. Tapi David tahu apa yang dilakukan Agam pasti ada alasannya.


"Tapi Mom, Dad,..." saat Cleo hendak protes, justru kedua adiknya ikut berbicara.


"Hera, Iris!" Cleo menatap tajam kedua adiknya agar tidak membocorkan rahasia mereka, yang selama ini berpura-pura saling iri di saat salah satu dari mereka melakukan kesalahan, sehingga Dad David akan menjadi satu-satunya orang yang disudutkan sehingga tidak jadi memberikan mereka hukuman.


Dan semua pertengkaran itu dilihat oleh Agam, yang lebih memilih untuk keluar dari ruangan tersebut dengan membawa Baby bersamanya. Ia yakin tanpa menjelaskan apa pun Dad David pasti akan mengetahui kebohongan yang dilakukan ketiga adiknya.


"A bukankah Cleo yang melakukan kesalahan? Tapi kenapa Hera dan Iris ikut terkena imbasnya?" tanya Baby setelah mereka berada di dalam kamar.


"Aku tidak mau membahas itu!" Agam memilih berbaring di atas ranjang sembari memejamkan kedua matanya. "Kemarilah!" Agam menepuk sisi ranjangnya yang kosong.

__ADS_1


Baby pun ikut berbaring sembari memeluk tubuh suaminya.


"Kau ingin acara pesta yang seperti apa?" tanya Agam tanpa membuka kedua matanya.


"Pesta? Pesta apa?" tanya Baby dengan bingung, karena tiba-tiba saja Agam bertanya tentang sebuah pesta.


"Pesta pernikahan kita."


"Ah, serius kau akan membuat pesta pernikahan kita?"


"Emm." Jawab Agam dengan singkat.


"Ya ampun aku bahagia, terima kasih A." Baby mencium bibir suaminya.


Agam membuka kedua matanya dan membalas ciuman tersebut. "Besok setelah acara pernikahan Lea, kita pindah menginap di hotel."


Saat Baby ingin bertanya kenapa mereka menginap di hotel, kecupan di bibir membuatnya terdiam.


"Kita akan berbulan madu di Paris, kau tidak keberatan?" tanya Agam setelah melepaskan tautan bibir mereka.


Baby menganggukkan kepalanya dengan tersenyum bahagia. "Dimana saja aku mau, asal ada kau di sisiku."

__ADS_1


Agam tersenyum hendak mencium kembali bibir istrinya, namun suara ketukan di pintu kamar membuatnya urung untuk melanjutkannya. Ia pun meminta Baby untuk membuka pintu, dan tenyata Alana yang datang karena ingin mengajak istrinya keluar jalan-jalan. Apakah Agam ikut dengan mereka? Jawabannya tentu ikut, karena pria itu tidak mau istrinya yang masih muda berusia delapan belas tahun itu di ganggu oleh pria lain.


__ADS_2