Love You A

Love You A
Part 126


__ADS_3

Keesokan harinya.


"Ayo cepat minum!" Agam mengangkat gelas yang berisikan susu khusus ibu hamil.


"Aku tidak mau A, rasanya tidak enak." Baby menutup mulut dengan kedua tangannya.


Agam membuang napas secara perlahan agar tidak emosi, karena lagi-lagi Baby menolak minum susu seperti yang sudah-sudah. Ya, sejak istrinya itu hamil entah mengapa tidak suka dengan susu. Padahal sebelum mengandung, wanita itu tiap pagi selalu minum susu.


"Kita pakai cara yang seperti biasanya, oke?" bujuk Agam.


Baby menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Please.. hari ini libur dulu." pinta Baby dengan memohon.


"Tidak boleh! Kau harus minum susunya!" ucap Agam dengan tegas.


"A please...." Baby kembali memohon.


Agam tidak mempedulikan permohonan Baby, karena yang terpenting baginya adalah nutrisi anak mereka yang ada di dalam kandungan terpenuhi. Dan seperti biasanya Agam akan melakukan cara yang selama ini dilakukannya agar Baby bisa meminum susu yang sudah dibuatnya.


Baby yang mengetahui itu ingin segera pergi dari tempat tersebut, tapi sayangnya dia terlambat karena tangan Agam sudah lebih dulu menariknya duduk di pangkuan pria itu.


Umph.

__ADS_1


Sekuat mungkin Baby menahan napasnya saat air susu itu masuk melalui ciuman mereka. Ya, Agam memaksanya untuk minum susu dengan cara mulut ke mulut. Dan itu dilakukan beberapa kali sampai air susu yang ada di gelas habis.


"Kau itu manja sekali! Harus selalu seperti ini untuk mau minum susu," ucapnya sambil mengusap sudut bibir Baby yang basah.


"A sudah aku katakan, aku tidak mau tapi kau tetap memaksa." Baby beranjak dari pangkuan suaminya dengan wajah yang kesal, sudah jelas-jelas dirinya tidak mau minum susu tapi tetap dipaksa.


"Kau mau kemana?" Agam menahan langkah istrinya dengan memeluk wanita itu dari belakang.


"Aku ingin bersiap-siap, karena sebentar lagi Tita datang menjemputku." Baby berusaha melepaskan pelukan suaminya.


"Sebelum kau pergi, ada yang ingin aku tanyakan." Agam ingin bertanya tentang sesuatu yang selalu mengganjal dihatinya.


"Apa aku tampan?"


"What?" Baby sampai menengok kebelakang karena terkejut dengan pertanyaan aneh suaminya.


"Apa menurutmu aku tampan?" Agam mengulangi pertanyaannya.


"Ya ampun A, tentu saja kau tampan. Bahkan sangat tampan sampai aku jatuh cinta padamu sejak masih kecil." Jawab Baby dengan jujur.


"Lalu kenapa kau tidak ingin anak kita kelak sepertiku?" ini lah pertanyaan yang sejak semalam menggangu tidur nyenyak nya.

__ADS_1


Baby mengangkat kedua alisnya dengan wajah yang bingung. "Siapa yang mengatakan itu?" Baby balik bertanya.


"Kau..."


"Aku?" Baby menunjuk dirinya sendiri.


Agam menjawab dengan anggukan kepala.


"Tapi aku tidak pernah mengatakan itu," Baby ingat betul tidak pernah mengatakan hal tersebut.


"Kau lupa? Kemarin kau ingin anak kita wajahnya seperti aktor Korea, dan tadi malam kau ingin anak kita mirip Baby Galaxy."


Baby terdiam sesaat, lalu tertawa dengan keras setelah mendengar apa yang dikatakan suaminya. "Tunggu dulu! Jangan bilang semalam kau diam dan marah-marah karena hal ini?"


Agam menganggukkan kepalanya.


"Ya ampun A, kau itu lucu sekali..." Baby menggelengkan kepalanya masih dengan tertawa. "Keinginanku anak kita nanti mirip aktor Korea, mirip Baby Galaxy, atau mirip siapa pun itu hanya sekedar ucapan biasa. Karena jauh dari dalam hatiku, jika anak kita laki-laki harus mirip dengan Daddy nya yang berwajah tampan," Baby menarik tangan Agam untuk menyentuh perutnya. "Tapi kalau anak kita perempuan, harus mirip dengan ku yang cantik dan baik hati."


Dan jawaban dari Baby tentu saja membuat Agam bahagia, bahkan karena terlalu bahagia Agam sampai berulang kali mencium istrinya.


"Aku mencintai kalian," ucap Agam sembari mengecup perut Baby yang mulai berisi, karena wanita itu sekarang hobi sekali makan. Agam sampai bertanya-tanya dalam hati, kenapa bisa istrinya yang sedang hamil itu sama sekali tidak muntah-muntah, dan justru nafsu makannya bertambah berkali-kali lipat.

__ADS_1


__ADS_2