Love You A

Love You A
Part 61


__ADS_3

Dengan gerakan cepat Agam menggendong Baby ke atas bahunya, membawa tubuh ramping itu layaknya memikul karung beras.


"Kak A kau gila! Apa yang kau lakukan? Aku ini baru pulang dari rumah sakit." Teriak Baby dengan wajah yang ketakutan saat Agam menggoyang tubuhnya hingga membuat kepalanya terasa pusing karena berada di bawah.


Agam sendiri tidak mempedulikan perkataan Baby, ia terus menggoyangkan tubuh Baby dan baru menurunkan gadis itu saat mendengar sesuatu yang terjatuh di atas lantai.


"Akhirnya." Agam mengambil kartu dari atas lantai dengan senyum penuh kemenangan.


"Kak kau benar-benar gila! Hanya karena kartu itu aku digendong seperti karung beras, dan—" Baby tidak melanjutkan perkataannya saat merasakan kepalanya berputar-putar.


"Kau kenapa?" Agam merasa khawatir saat melihat tangan Baby memegang kepala.

__ADS_1


"Kepalaku sakit." Baby memejamkan kedua matanya.


"Kalau begitu kita ke rumah sakit sekarang!" Agam ingin mengendong gadis itu.


Namun Baby lebih dulu membuka kedua matanya lalu mendorong Agam. "Tidak perlu kak, sakitnya sudah hilang."


"Apa kau yakin?" Agam masih merasa cemas dengan keadaan Baby.


"Ya," Baby menganggukkan kepalanya. "Tadi aku seperti mengingat sesuatu namun tidak jelas, aku merasa pernah melakukan seperti yang tadi kita lakukan." Ucap Baby.


"Tidak terlalu jelas, yang aku ingat hanya kau menggendongku seperti tadi tapi entah karena apa."

__ADS_1


Agam menghela napasnya lalu membawa Baby untuk duduk di atas tempat tidurnya. "Istirahatlah dan jangan banyak berpikir!"


"Tunggu kak!" Baby menahan lengan Agam saat pria itu hendak pergi. "Ada yang ingin aku tanyakan."


"Katakan!"


"Em.. pernikahanmu, apa yang terjadi dengan pernikahanmu di saat aku kecelakaan?" tanya Baby pada akhirnya, walaupun sempat ragu untuk bertanya atau tidak.


Agam hanya diam tidak menjawab pertanyaan Baby, ia keluar dari dalam kamar setelah menyuruh gadis itu untuk beristirahat.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" gumam Baby dalam hati saat menatap punggung Agam yang menghilang di balik pintu kamar, ia lalu menatap kesekelilingnya dengan bingung karena tidak tahu harus melakukan apa. "Pintu itu." Baby tersenyum saat melihat pintu penghubung kamar dengan balkon yang ada di luar. Ia pun berjalan menuju pintu tersebut untuk melarikan diri lagi. "Sial! Kenapa pintunya di kunci." Umpat Baby karena tidak bisa membuka pintu tersebut. "Agam Mateo..." teriak Baby dengan wajah yang kesal.

__ADS_1


Sementara itu Agam yang sudah berada di ruang kerjanya, tengah menatap layar laptop dengan rajut wajah yang datar dan dingin, ketika melihat bagaimana Baby berusaha membuka pintu balkon dan pintu kamar yang sudah ia kunci.


"Kau tidak akan bisa melarikan diri lagi, aku jamin itu. Dan dari sini aku bisa tahu kau berpura-pura hilang ingatan atau tidak." Ucap Agam dengan seringai tipis dibibirnya. Cukup satu kali Baby bisa melarikan diri dari mansion miliknya dan tidak untuk yang kedua kalinya, mau ditaruh di mana harga diri seorang Agam Mateo jika istrinya itu melarikan diri lagi. Dan melalui kamera CCTV yang ada di kamarnya, Agam pun bisa mengetahui apa saja yang dilakukan gadis itu karena sejujurnya ia masih tidak percaya Baby hilang ingatan.


__ADS_2