Love You A

Love You A
Part 63


__ADS_3

Di layar laptop tersebut terlihat dengan jelas saat Baby membuka handuknya hingga gadis itu polos tanpa sehelai benangpun, menampakkan bentuk tubuh Baby yang mampu membuatnya menelan saliva dengan susah payah.


"****! Apa yang sedang kulakukan?" tanya Agam pada dirinya sendiri, lalu segera mematikan laptop tersebut dengan pikiran yang kacau dan penuh tanda tanya. Bagaimana bisa matanya terus menatap tubuh telanjang Baby tanpa berkedip sedikitpun, bahkan saat ini ia merasa tubuhnya panas dan tentu saja miliknya sudah terbangun sejak melihat gadis itu membuka handuk. "Ingat A dia itu adik sepupu, walaupun sekarang sudah jadi istrimu tapi tetap saja dia Adikmu." Gumam Agam seraya mengusap wajahnya dengan kasar hanya untuk menghilangkan bayang-bayang tubuh telanjang Baby.


*


*


"Kak kau kenapa? Apa kau sakit?" tanya Baby saat melihat sepupunya itu hanya diam saja, bahkan pria itu sejak tadi tidak menatap kearahnya.


"Aku baik-baik saja, cepat habiskan sarapan mu!" Ucap Agam dengan tegas tanpa mengalihkan tatapan matanya dari layar ponselnya.

__ADS_1


"Kau yakin baik-baik saja? Karena wajahmu terlihat memerah." Baby menunjuk pipi Agam dengan menahan tawanya.


"Wajahku memerah?" pekik Agam dengan panik, dan langsung membuka kamera yang ada di ponselnya untuk melihat apakah benar yang dikatakan Baby. "Kau..." Agam menatap gadis itu dengan tajam saat menyadari dirinya sudah dibohongi, bahkan saat ini Baby tengah tertawa terbahak-bahak tanpa rasa bersalah sedikitpun sudah membuatnya panik, panik karena takut gadis itu menyadari saat ini dirinya tengah menahan sesuatu yang sejak tadi menganggu pikirannya.


"Kak kau jangan marah, aku itu hanya bercanda." Ucap Baby masih dengan tawa dibibirnya, namun tawa itu langsung menghilang saat pria yang duduk di kursi makan utama berdiri dan meninggalkan dirinya begitu saja. "Kak tunggu!" tanpa menghabiskan sarapannya Baby menyusul Agam yang berjalan menuju pintu keluar.


"Jalan Pak!" perintah Agam pada sang supir setelah Baby masuk ke dalam mobilnya.


Di dalam mobil mewah itu duduk seorang wanita cantik yang tengah tersenyum sinis sembari menatap berkas yang ada di tangannya.


"Apa benar wanita itu melupakan sebagian ingatannya?" tanya Cindy pada orang kepercayaannya.

__ADS_1


"Dari info yang kami dapatkan Baby Arbeto kehilangan sebagian ingatannya, setelah terjadi kecelakaan pada saat pernikahan—" pria itu tidak melanjutkan perkataannya karena takut melukai hati Nona nya.


"Pada saat pernikahan aku gagal." Sahut Cindy dengan tersenyum getir, ia tidak akan pernah lupa hari itu dimana dirinya ditinggalkan begitu saja saat Agam memilih pergi menemui wanita lain.


"Maaf Nona aku tidak bermaksud..."


"Sudah lupakan saja! Dan bagaimana dengan kerjasama yang kita ajukan pada perusahaan Dimitri. Corp?"


"Semua beres Nona, dan lusa kita akan bertemu dengan Tuan Agam Mateo untuk membicarakan kerjasama yang kita ajukan."


"Bagus." Cindy lalu menyuruh supirnya untuk pergi setelah mengetahui tujuan mobil yang ditumpangi oleh Agam dan Baby. "Aku akan merebut apa yang seharusnya menjadi milikku, dan Agam Mateo sejak dulu adalah milikku bukan milik wanita lain apalagi Baby Arbeto." Gumam Cindy. Setelah mengobati rasa lukanya selama satu Minggu ini karena pernikahan impiannya gagal, kini Cindy sudah siap untuk mewujudkan kembali pernikahan impiannya itu dengan cara mendekati Agam Mateo. Dia akan melakukan apa pun untuk bisa bersama cinta pertamanya meski harus melakukan dengan cara kotor sekalipun.

__ADS_1


__ADS_2