Love You A

Love You A
Part 134


__ADS_3

"Kau ingin anak yang mirip denganmu kan?" tanya Baby dengan hati-hati karena tidak ingin membuat Agam semakin marah.


"Tentu saja," jawab Agam dengan penuh penekanan.


"Kalau begitu kita bikin lagi saja," rayu Baby dengan senyum dibibirnya.


Agam mengerutkan keningnya dengan bingung, karena tadi istrinya itu tidak mau hamil lagi. Tapi sekarang wanita itu justru mengajaknya untuk membuat anak lagi.


"Kau serius?"


Baby menganggukkan kepalanya dengan cepat. "Tapi nanti setelah Adam dan Hawa berumur tujuh tahun."


"What?" Agam menatap tak percaya dengan apa yang dikatakan Baby, walaupun sebenarnya dia sudah menebak semua itu hanya akal-akalan istrinya saja. Dan ternyata benar Baby setuju menambah anak, tapi ternyata semua itu masih tujuh tahun lagi. "Oke, tujuh tahun lagi. Tapi sekarang kita menyicilnya dulu," tanpa banyak berkata lagi Agam ******* bibir Baby, menghisap rasa manis itu dengan sangat menuntut dan menggebu.

__ADS_1


"A.. jangan! Kita lakukan nanti setelah aku memakai KB," pinta Baby saat tautan bibir mereka terlepas.


"Aku sudah bilang akan bermain aman," Agam menarik pakaian yang dikenakan Baby lalu membuangnya secara asal.


"Tapi A—" Baby tidak melanjutkan perkataannya saat bibir itu justru mende-sah. Ketika merasakan sensasi panas yang membakar tubuhnya saat mulut Agam bermain di tempat kesukaan Adam dan Hawa. "A ASI-nya jangan kau minum! Itu milik twin!" Baby menjambak rambut Agam agar berhenti menghisap asupan milik anak kembar mereka.


Agam yang mengerti kini beralih mencium dan mengigit keseluruh tubuh Baby, sambil melepaskan sisa pakaian yang melekat ditubuh wanita itu hingga polos tanpa sehelai benangpun. Dan tanpa membuang waktu segera melucuti pakaiannya sendiri, dan bersiap untuk kembali melakukan penyatuan yang sudah sangat lama tidak ia rasakan.


"A berjanjilah jangan membuatku hamil lagi," pinta Baby.


Baby tersenyum dengan menganggukkan kepalanya.


"Baiklah kita mulai!" Agam sudah menempatkan miliknya dan bersiap melakukan pertempuran panas mereka, namun baru akan mendorong.Tiba-tiba saja pintu kamar mereka di ketuk dari luar dan terdengar suara tangis bayi yang sangat keras.

__ADS_1


"A twin menangis," Baby mendorong dada tela-njang suaminya, dan dengan terburu-buru mengambil pakaiannya yang berserakan di atas lantai.


"Baby tunggu! Biarkan Nanny mereka yang mengurus twin, kita lanjutkan dulu yang ini," pinta Agam.


"Tidak bisa A, Nanny mereka kalau sudah mengetuk pintu pasti karena twin tidak bisa berhenti menangis." Ucap Baby sambil memakai pakaiannya.


Agam menghela napasnya dengan kasar, karena lagi-lagi keinginannya untuk menyentuh Baby tidak bisa terlaksana.


"A tutup tubuh mu dengan selimut! Kau ingin Nanny twin melihat kau tela-njang seperti itu?"


"Biarkan saja," jawab Agam tak peduli.


"Ish kau itu," Baby mendekati suaminya, lalu berbaring diatas tubuh pria itu. "Tubuh ini hanya aku yang boleh melihatnya, dan kau jangan marah seperti ini. Aku janji setelah menidurkan twin kita akan main," Baby mengecup bibir Agam dengan lembut.

__ADS_1


"Janji?" tanya Agam dengan penuh harap.


Baby menganggukkan kepalanya dengan cepat, sambil menutup tubuh Agam dengan selimut. Lalu keluar dari dalam kamar untuk melihat dan menenangkan Adam dan Hawa yang menangis.


__ADS_2