Love You A

Love You A
Bab 37


__ADS_3

"A apa aku benar-benar tidak punya kesempatan sama sekali untuk bisa memiliki mu?" tanya Baby dengan suara seraknya dan sedikit terbata-bata.


Agam hanya menjawab dengan gelengan kepalanya.


"Benar-benar tidak adakah kesempatan untukku?"


Lagi-lagi Agam menggelengkan kepalanya. "Selamanya hubungan kita hanyalah sebatas saudara sepupu tidak akan pernah lebih, jadi mulai detik ini berusahalah untuk melupakan semuanya, karena aku ingin hubungan kita kembali seperti dulu lagi sebelum kau mengatakan rasa cintamu padaku." Pinta Agam dari lubuk hatinya, karena menurutnya itu adalah yang terbaik bagi semuanya.


Baby semakin menangis dengan kencang mendengar keputusan Agam, ia berpikir apakah ini saatnya untuk mundur dan melepaskan pria yang sangat dicintainya itu. Karena rasanya sudah tidak mungkin Baby bertahan dengan keinginannya sedangkan Agam selalu menolak cintanya.


"Hari Minggu aku akan menikah dengan Cindy, dan aku harap kau datang di hari pernikahanku." Agam menggenggam tangan Baby.

__ADS_1


"Tidak A, aku tidak akan sanggup datang ke pernikahan pria yang sangat aku cintai." Baby semakin menangis dengan kencang, saat mendengar langsung kabar pernikahan Agam dan Cindy yang ternyata akan dilaksanakan hari Minggu ini.


Agam hanya diam mendengar jawaban Baby, karena ia juga tidak bisa memaksa gadis itu untuk datang ke acara pernikahannya. Karena tidak ingin berlama-lama dalam situasi yang serba salah, Agam pun memutuskan untuk keluar dari mobil Baby karena sudah tidak ada lagi yang harus dibicarakan oleh keduanya.


"Tunggu A!" Baby menarik tangan Agam. "Aku tanya satu kali lagi! Apa benar-benar aku tidak punya kesempatan untuk memilikimu? Apa kau tidak bisa mencintai aku sedikitpun?"


Agam menghela napasnya dengan perlahan. "Maafkan aku." Jawab Agam dengan tatapan mata yang dalam pada gadis dihadapannya.


Deg.


Entah mengapa saat mendengar Baby mengatakan melepaskan dan melupakannya, ada rasa tak terima di dalam hatinya hingga membuat Agam ingin sekali membungkam perkataan gadis itu dengan bibirnya.

__ADS_1


"Jadi selamat atas pernikahanmu." Dengan penuh keberanian Baby mencium bibir Agam, itu sengaja ia lakukan hanya sebagai kenang-kenangan terakhir untuknya.


Dan di saat Baby ingin melepaskan tautan bibir mereka, Agam justru menekan tengkuknya hingga memperdalam ciuman mereka, membuat keduanya hanyut dalam emosi yang dilepaskan kedalam tautan bibir tersebut.


"Terima kasih A." Ucap Baby setelah Agam melepaskan ciumannya. "Aku akan simpan kenangan ini di dalam hatiku, dan aku berdoa semoga suatu hari nanti aku bisa melupakan rasa cintaku padamu." Baby mencium pipi Agam lalu menyuruh pria itu keluar dari dalam mobilnya.


Agam yang saat ini berdiri di jalan hanya bisa diam menatap kepergian mobil Baby, entah mengapa ada perasaan sedih di dalam hatinya yang mengatakan pertemuan mereka ini menjadi pertemuan yang akan ia sesali.


"Aku harap kau mengerti dengan keputusanku." Gumam Agam dalam hati, membuang jauh-jauh firasat dan perasaan tidak enak yang ada di hatinya.


Sementara itu Baby yang berada di dalam mobilnya kembali menangis dengan sejadi-jadinya. Ia meluapkan semua kesedihannya karena harus melepaskan dan melupakan cinta pertamanya.

__ADS_1


"Baby berhentilah menangis! Kau sudah berusaha mendapatkan cintanya, dan jika gagal itu bukanlah sebuah akhir. Ingat banyak pria di luar sana yang mencintaimu, contohnya Sky." Baby mencoba menghibur dirinya sendiri dari luka patah hati yang selamanya tidak akan pernah bisa ia lupakan.


__ADS_2