Love You A

Love You A
Part 47


__ADS_3

Deg.


Agam begitu terkejut saat Aunty Luna mengetahui perasaan Baby padanya.


"Aunty tahu Baby mencintaiku?"


Luna menganggukkan kepalanya. "Pulanglah A! Kalau Baby sudah sadar, Aunty akan memberitahumu." Luna mengusap punggung Agam, bukan ia tidak suka Agam menjaga putrinya. Tapi banyak urusan yang harus di selesaikan oleh keponakannya, setelah batalnya pernikahan pria itu dengan Cindy.


Agam yang ingin menjawab perkataan Aunty Luna, diurungkannya saat melihat kehadiran dokter yang menangani Baby.


"Bagaimana dok?" tanya Luna setelah dokter tersebut memeriksa keadaan putrinya


"Kondisinya semakin membaik." Jawab dokter Ryan.


"Kalau membaik kenapa putriku belum sadarkan diri?"


"Ada banyak kemungkinan." Dokter menghela napasnya dengan panjang. "Coba untuk terus diajak komunikasi, dan beri semangat pada putri Anda untuk kembali sadar terutama dari orang-orang yang dicintainya." Ucap dokter lalu pergi dari ruangan tersebut.


"Orang yang dicintainya?"


Luna tampak berpikir lalu menatap kearah Agam dengan intens, ia bertanya pada pria itu apakah menyanyangi putrinya? Dan setelah mendengar jawaban dari keponakannya, Luna pun mengumpulkan seluruh anggota keluarga besar mereka.


"What?" Dafa dan David terkejut saat mendengar permintaan Luna, begitupun dengan Agam.

__ADS_1


"Kita nikahkan Baby dan A, siapa tahu setelah itu Baby bisa sadar." Ucap Luna menatap seluruh keluarganya.


"Tapi Luna mereka itu saudara sepupu." Dafa memijat keningnya yang terasa pusing.


"Ya sayang, tapi tidak ada salahnya jika mereka menikah. Terlebih lagi putri kita sangat mencintai A, dan siapa tahu setelah Baby menikah dia akan bersemangat untuk sadar dari komanya." Jelas Luna dengan memohon.


"Baby mencintai A?" satu kejutan lagi yang didapatkan oleh Dafa hari ini, apalagi setelah melihat anggukkan kepala dari istrinya.


"Kalau aku setuju Baby dan A menikah." Sahut Mini. "Kalau kau?" ia bertanya pada suaminya.


"Aku—" David menatap Mini dan putranya bergantian. "Baiklah aku setuju." Jawab David setelah mendapatkan tatapan tajam dari istrinya.


"Bagaimana sayang? Tinggal kau." Luna menatap suaminya.


Membuat seluruh keluarga langsung menatap kearah Agam, sedangkan yang ditatap masih bingung ingin menjawab apa. Karena entah mengapa perasaannya menjadi tidak enak dan ada yang mengganjal tapi entah apa.


"A jika kau tidak mencintai Baby, kau bisa berpisah. Tapi setelah putriku sadar tentunya." Ucap Luna.


"Sayang pernikahan itu bukanlah sebuah mainan," Dafa terkejut mendengar penuturan istrinya, bisa-bisanya Luna meminta Agam menikah dengan Baby, lalu menyuruh keponakannya itu bercerai setelah putrinya sadar.


"Sayang aku hanya—"


"Baik aku bersedia." Sahut Agam dengan raut wajah datarnya.

__ADS_1


"Benarkah A?" tanya Luna dengan terkejut.


Agam menganggukkan kepalanya.


"Ah terima kasih A." Luna memeluk keponakannya dengan erat, mini yang juga bahagia ikut memeluk putranya. "Kita harus siapkan semuanya hari ini juga!"


"Hari ini?" semua orang termasuk Agam terkejut.


"Ya," Luna menatap ke seluruh keluarganya.


Dan disinilah mereka semua berada, di ruang rawat sembari mengucap syukur setelah Agam mengucapkan ijab kabul yang menandakan bahwa Baby dan Agam sudah sah menjadi sepasang suami istri.


"Akhirnya bukan hanya aku seorang yang menikah di rumah sakit." Bisik Boy pada sepupunya dengan seringai tipis dibibirnya, lalu berjalan keluar dari ruang rawat adiknya dan di susul oleh semua orang kecuali Agam yang masih termenung di tempatnya.


Agam masih tidak menyangka dengan statusnya yang kini berubah menjadi suami dari adik sepupunya sendiri, sebuah status baru yang entah atas dasar apa ia menerimanya. Kasihan, merasa bersalah, atau kah memang itu keinginannya? Tapi satu yang pasti, gadis yang selalu membuatnya kesal dan pusing kini sudah sah menjadi istrinya.


"Baby kau harus cepat sadar! Dan kau harus bertanggungjawab dengan semua ini, jika kau tidak juga sadar maka secepatnya aku akan menceraikanmu." Bisik Agam tepat di telinga gadis itu.


Plak


Agam terkejut saat tangan Baby menamparnya walaupun dengan sangat lemah.


"Baby! Baby kau sudah sadar?" Agam yang terkejut langsung memanggil dokter.

__ADS_1


__ADS_2