
Beberapa hari kemudian.
Seluruh karyawan yang ada di perusahaan Dimitri. Corp, sudah tidak asing lagi dengan pemandangan yang sejak beberapa Minggu terakhir ini mereka lihat. Di mana sang pemilik perusahaan pulang lebih awal dari jam kantor, karena istrinya yang sedang mengandung selalu meminta tuan Agam untuk pulang.
Dari desas-desus yang di dengar oleh mereka, Nyonya Baby selalu meminta hal yang aneh-aneh dan tidak masuk di akal. Bahkan beberapa hari yang lalu Tuan Agam sampai rela mendatangkan aktor Korea terkenal yang di idolakan oleh Nyonya Baby, hanya untuk memenuhi keinginan istrinya itu yang ingin bertemu dengan aktor Korea tersebut.
Tapi setelah aktor Korea itu pulang, pasangan suami istri tersebut justru bertengkar hebat karena Tuan Agam baru mengetahui alasan sebenarnya Nyonya Baby ingin bertemu aktor Korea itu, karena ingin anak mereka nanti mempunyai wajah seperti aktor yang mereka undangan. Dan tentu saja Tuan Agam marah dan tidak terima, karena bagi pria itu anak yang ada dikandungan istrinya harus mirip dengannya.
Dan sekarang entah apa lagi yang diinginkan oleh nyonya Baby, sampai tuannya berjalan dengan tergesa-gesa keluar dari kantor, bahkan sampai meninggalkan rapat yang tengah di pimpinnya dan digantikan oleh Jonathan.
"Di mana istriku?" tanya Agam pada pelayanannya setelah masuk ke dalam mansion.
"Nyonya sudah pergi Tuan, beliau mengatakan agar Tuan menyusul." jawab pelayan itu dengan kepala yang menunduk.
__ADS_1
"****! Kenapa dia tidak menungguku!" umpat Agam setelah mengetahui istrinya sudah berangkat lebih dulu ke mansion Graham.
Ya, hari ini ada acara keluarga di mansion Graham dan dia lupa itu. Kalau saja Baby tidak menghubunginya mungkin sampai detik ini Agam masih berada di ruang rapat. Dan sekarang istirnya sudah pergi tanpa memberikan pesan atau menghubunginya lebih dulu.
Padahal sudah jelas-jelas Agam melarang istrinya untuk keluar dari mansion, meskipun ditemani oleh supir mereka. Tapi lihatlah sekarang? Baby melanggar peraturan yang sudah dibuatnya.
Dan sekarang Agam harus bergerak cepat keluar dari mansion nya menuju mobil untuk pergi ke mansion Graham, dimana istrinya itu berada di sana untuk menghadiri acara ulang tahun Jupiter.
*
*
"Kenapa baru datang?" tanya Boy sembari menepuk pundak sepupunya.
__ADS_1
Agam yang ditanya tidak mempedulikan Boy sama sekali, matanya justru fokus pada sekitarnya untuk mencari keberadaan istrinya. "Dimana Baby?" tanya Agam saat tidak menemukan wanitanya.
"Baby tadi bersama Jupiter masuk ke dalam mansion," Tita yang menjawab. Karena tadi melihat adik iparnya bersama dengan adik Mars Graham.
"Tapi aku baru dari dalam, dan tidak melihatnya." Kini Agam merasa cemas dan buru-buru mengambil ponsel untuk menghubungi istrinya. "Tidak diangkat," gumam Agam.
"Itu dia!" Boy menunjuk kearah adiknya yang berjalan bersama Jupiter.
Agam yang hendak menghubungi kembali ponsel Baby, segera menengok ke belakang dan berlari menuju istrinya itu.
"Kenapa tidak menungguku?" bisik Agam.
"Karena kau lama," jawab Baby dengan ketus.
__ADS_1
Agam menghela napasnya sembari mengusap perut Baby yang masih rata, dia mengusapnya dengan lembut karena sempat khawatir pada keduanya. Dan semua yang dilakukan Agam itu di saksikan oleh seluruh keluarga besar mereka. Semuanya terkejut karena tidak menyangka Agam yang dulunya sangat dingin dan datar, perlahan berubah menjadi sosok yang hangat.