Love You A

Love You A
Part 62


__ADS_3

Keesokannya harinya.


Bunyi alarm yang begitu memekakkan telinga membuat Baby terbangun dari tidurnya, dengan keadaan setengah sadar ia mencari bunyi tersebut yang sudah menganggu tidurnya.


"Berisik." Gerutu Baby seraya mengambil benda dari atas nakas lalu melemparnya begitu saja, ia kemudian menarik selimutnya untuk tidur kembali. Namun baru saja Baby hendak memejamkan kedua matanya, ia teringat sesuatu lalu dengan segera turun dari atas tempat tidur untuk mencari benda yang baru saja dibuangnya. "Sial! Di mana ponselku?" Baby merutuki kebodohannya yang tanpa sadar sudah membuang ponsel miliknya sendiri.


Setelah menemukan benda yang dicarinya, Baby kembali berjalan menuju ranjang untuk melanjutkan tidurnya. Karena ia masih mengantuk setelah semalaman tidak tidur dan penyebabnya tentu saja Agam Mateo, karena ia takut pria itu sewaktu-waktu masuk ke dalam kamar dan berbuat macam-macam terhadapnya.


"Masih mau tidur lagi?"

__ADS_1


Baby yang hendak naik keatas tempat tidur mengurungkan niatnya saat mendengar suara seseorang yang sangat dikenalinya, ia pun menengok ke arah sumber suara dan langsung terkejut saat melihat Agam dengan pakaian kerjanya sudah duduk di atas sofa.


"Kak sejak kapan kau ada di sana?" tanya Baby dengan bingung, karena ia tidak melihat dan mendengar Agam masuk ke dalam kamar. "Jangan bilang dia sempat tidur di sampingku? Tapi rasanya tidak mungkin karena semalaman jelas-jelas aku bergadang sampai pukul tiga pagi." Gumam Baby dalam hati.


Agam sendiri hanya diam tidak menjawab pertanyaan Baby, karena matanya tengah fokus menatap jam mewah yang melingkar dipergelangan tangannya. "Dua puluh menit, aku rasa waktu yang cukup untukmu membersihkan diri dan bersiap-siap."


"Bersiap-siap? Memangnya kita mau kemana?"


Mendengar nada perintah dari seorang Agam Mateo, membuat Baby mau tidak mau berjalan menuju bathroom. "Tapi kak pakaian aku ada di mansion utama, jadi—"

__ADS_1


Belum sempat Baby menyelesaikan perkataannya, ia terkejut saat Agam berdiri lalu menarik tangannya menuju walk in closet.


"Semua ini pakaianmu bukan? Dan ini semua barang mu?" ucap Agam setelah membuka lemari pakaiannya.


"Ini..." Baby terkejut saat melihat semua pakaian miliknya tertata rapih di dalam lemari, dan semua barang-barangnya tersusun di ruangan tersebut. Entah sejak kapan semua pakaian dan barang-barangnya pindah ke kamar milik Agam, tapi yang jelas Baby tidak menyadarinya saat ia pulang ke mansion utama. Karena kemarin Baby langsung tidur begitu masuk ke dalam kamar.


"Tunggu apa lagi? Cepat kau mandi!" perintah Agam saat melihat Baby justru hanya diam tak bergerak sedikitpun.


"I-iya." Baby pun segera berlari menuju bathroom, karena tidak ingin membuat Agam marah.

__ADS_1


Setelah selesai membersihkan tubuhnya Baby segera keluar dari dalam bathroom, dan beruntungnya bagi Baby karena Agam sudah tidak ada di dalam kamar. Sehingga ia bisa bebas berjalan hanya dengan handuk yang menutup dada sampai di atas lutut tanpa khawatir pria itu melihat dirinya.


Namun yang tidak Baby ketahui saat ini Agam sedang melihat apa yang dilakukan oleh gadis itu dari dalam ruang kerjanya, ia melihat dengan jelas Baby masuk ke dalam walk in closet, dan sampai di situ pikirannya menyuruh Agam untuk menghentikan apa yang sedang dilakukannya, namun entah mengapa matanya enggan melewatkan pemandangan yang ada di depannya.


__ADS_2