Love You A

Love You A
Part 57


__ADS_3

Mengetahui Baby melarikan diri Agam pun tidak tinggal diam, ia bergegas pergi ke mansion utama untuk menjemput gadis itu. Dan setelah sampai di mansion keluarga Arbeto, orang yang tidak ingin ia lihat semenjak dirinya menikah dengan Baby justru berdiri di hadapannya.


"Wow sepupuku eh salah adik ipar ku datang kemari, ada apa?Jangan bilang kau mencari adikku karena dia melarikan diri." Boy seperti biasa menyindir Agam dengan kata-katanya, itu ia lakukan semenjak sepupunya itu menikah dengan adiknya.


"Ck, dimana adikmu?" tanya Agam tak mempedulikan ocehan Boy Arbeto.


"Adikku? Apa dia benar-benar melarikan diri?" Boy menautkan kedua alisnya dengan senyum mengejek.


Agam yang tidak ingin berdebat dengan Boy memilih pergi dari ruangan tersebut menuju kamar Baby.


"Hei, aku belum selesai." Boy sengaja menahan langkah Agam karena masih ingin membuat sepupunya kesal. "Bagaimana A? Bagaimana rasanya gadis yang begitu mencintaimu, kini melupakan dan tidak mau menerimamu sebagai suaminya?"


Agam hanya diam tidak menjawab perkataan Boy Arbeto.

__ADS_1


"Bagaimana rasanya menikah dengan adik sepupumu sendiri? Aku tidak bisa membayangkan pasti rasanya mengerikan tidur bersama wanita yang sudah kau anggap sebagai adik." Ejek Boy sambil tertawa.


Membuat Agam teringat kembali dengan bayangan beberapa jam yang lalu, saat ia membayangkan malam pertama dirinya bersama Baby.


"Aku tidak tahu rasanya seperti apa tidur dengan Adikmu, setelah kami melakukannya akan aku beritahu." Agam kembali berjalan menuju kamar Baby dengan menahan rasa geli di dalam hatinya setelah mengatakan hal tersebut.


"What? Tadi kau bilang apa?" teriak Boy saat melihat Agam yang pergi begitu saja. "Tadi dia bilang apa? Akan memberitahuku setelah mereka melakukannya?" gumam Boy dengan wajah yang terkejut.


Sementara itu Agam yang sudah masuk ke dalam kamar Baby, menatap tak percaya saat melihat gadis itu tengah tertidur pulas di atas ranjang.


"Kita kembali ke mansion!" perintah Agam setelah masuk ke dalam mobilnya.


"Baik Tuan."

__ADS_1


Mobil milik Agam pun berjalan meninggalkan halaman luas mansion Arbeto.


"Kau itu selalu menyusahkan ku!" Agam menatap Baby yang masih terlelap di dalam gendongannya, dan di detik berikutnya ia merasa terkejut saat gadis itu melingkarkan tangan di pinggangnya.


"Mom kau hangat sekali." Baby mengigau dan tanpa sadar mengeratkan pelukannya.


Dan apa yang diperbuat Baby sontak membuat Agam tidak bisa bernapas, karena jantungnya tiba-tiba berdetak dengan cepat hanya karena pelukan Baby.


"Apa ini?" jantung Agam semakin berdetak dengan cepat saat Baby menenggelamkan wajah di dada bidangnya, hingga membuat posisi mereka berdua semakin intim.


Karena tidak ingin jantungnya terus berdetak tak karuan, Agam pun dengan perlahan melepaskan pelukan Baby hingga tanpa sadar sudah membuat gadis itu terbangun dari tidurnya.


Ah...

__ADS_1


Teriak Baby dan Agam bersamaan saat kedua mata mereka saling bertemu. Baby yang terkejut karena melihat wajah Agam berada di dekat wajahnya, sedangkan Agam terkejut saat melihat Baby terbangun karena belum sempat menurunkan gadis itu dari pangkuannya.


"Bagaimana bisa kau ada di kamarku?" tanya Baby, dan di detik berikutnya ia kembali berteriak saat menyadari posisinya yang berada di pangkuan Agam. "Kau! Apa yang kau lakukan?" Baby duduk menjauh dari Agam dengan kedua tangan menutup dadanya.


__ADS_2