Love You A

Love You A
Part 103


__ADS_3

Setelah menghabiskan masa bulan madu mereka yang lebih cepat dari jadwal yang seharusnya yaitu dua hari, kini Baby dan Agam sudah sampai di Jakarta. Mereka kemudian menaiki mobil pribadi untuk menuju mansion Mateo, dan selama diperjalanan baik di pesawat tadi ataupun di dalam mobil, keduanya tampak tak saling bicara, bahkan Agam hanya akan berbicara di saat Baby menanyakan sesuatu.


"A kenapa tidak turun?" tanya Baby saat melihat suaminya masih berada di dalam mobil, tidak beranjak sedikitpun dari kuris yang di dudukinya.


"Aku harus pergi ke kantor," jawab Agam tanpa menatap Baby, pandangan matanya fokus pada iPad yang ada ditangannya.


"Tapi A kau kan baru sampai? Bukankah—"


"Kita jalan sekarang!" perintah Agam pada supirnya.


Dan mau tidak mau Baby menjauh dari mobil yang ditumpangi suaminya. "Dia itu kenapa? Sejak berada di Paris begitu dingin? Eh, tapi kan A memang seperti itu?" gumam Baby dalam hati sembari menatap mobil suaminya yang keluar dari gerbang mansion.


Di saat Baby termenung memikirkan semua pertanyaan yang ada di dalam benaknya, ia tidak sadar seseorang sudah berdiri dibelakang dan langsung menepuk pundaknya dengan keras.


Dor.


"Kak Cleo..!" Baby mengusap dadanya dengan wajah yang kesal, bagaimana tidak kesal? Karena selain terkejut pundaknya juga terasa sangat sakit. Apalagi saat tahu semua itu perbuatan Cleopatra. "Kakak kejam sekali, bagaimana kalau aku mati karena serangan jantung?"


"Kalau kau mati ya dikubur," jawab Cleo sembari tertawa.

__ADS_1


"Ya ampun kak, kau itu benar-benar adik ipar yang luknat!" umpat Baby sembari masuk ke dalam mansion.


"Hei, begitu saja kau marah." Ujar Cleo sembari berjalan mengikuti Baby yang masuk ke dalam mansion. Walaupun sebenarnya ia hendak pergi, namun niat itu diurungkannya saat melihat sepupu yang berstatus sebagai kakak iparnya itu sudah pulang dari Paris. "Ngomong-ngomong kenapa kau sudah pulang? Bukankah kalian bilang honeymoon selama dua hari? Lalu dimana kakak tampan ku itu? Kenapa aku tidak melihatnya?" tanya Cleo tanpa jeda sedikitpun.


Baby menghentikan langkahnya saat mendengar banyaknya pertanyaan Cleopatra. "Hanya A yang bisa menjawab semua pertanyaan Kak Cleo ." Ketusnya.


Cleo mengerutkan keningnya dengan bingung. "Kalian bertengkar?" tebaknya.


"Tidak," Baby kembali melangkahkan kakinya menuju kamar, karena ia ingin beristirahat setelah lelah melakukan perjalanan jarak jauh.


"Aneh sekali?" gumam Cleo dalam hati sambil terus berjalan mengikuti kakak iparnya. "Oh ya, kau mau ikut denganku tidak?"


"Ish, aku belum memberitahu akan kemana." Cleo memukul pundak Baby dengan gemas.


"Mau kemanapun aku tidak tertarik." jawab Baby sembari menutup pintu kamarnya, ia lelah dan tidak bersemangat untuk meladeni perbicangan adik iparnya.


"Yakin kau tidak mau ikut? Padahal aku ingin mengajakmu berkumpul bersama rekan seprofesi ku yang ada di Jakarta?"


Clek.

__ADS_1


Pintu di hadapan Cleo langsung terbuka, menampakkan seorang wanita muda dan cantik yang kini tersenyum padanya. Berbeda sekali dengan raut wajah wanita itu beberapa detik yang lalu.


"Aku ikut," ucap Baby dengan cepat.


"Tadi kau bilang tidak tertarik?" goda Cleo.


"Hehehe, ayolah kak aku bosen jika diam saja di dalam mansion."


"Baiklah kau boleh ikut, tapi dengan satu syarat!" Cleo menatap kakak iparnya dengan intens. "Jangan panggil aku kak, panggil saja Cleo."


"Memangnya kenapa kak?"


"Aku merasa tua jika kau panggil kak, lagipula kau itu kakak ipar ku jadi seharusnya aku yang memanggilmu kakak "


"Oh..." Baby menganggukkan kepalanya. "Kapan kita berangkat?" tanya Baby.


"Nanti malam jam tujuh." Cleopatra menatap jam mewah yang melingkar dipergelangan tangannya.


"Oke!" Baby setuju, karena ia masih bisa beristirahat selama dua jam sebelum ikut bersama Cleopatra.

__ADS_1


__ADS_2