
Setelah mobil yang ditumpanginya sampai di depan pintu masuk mansion utama, Agam segera berjalan memasuki mansion tersebut dengan langkah yang terburu-buru. Ia memanggil nama Baby dengan berteriak tanpa takut orang yang berada di dalam mansion akan terganggu, karena yang Agam tahu di mansion itu sedang tidak ada siapapun. Mom Luna dan Dad Dafa sedang berada di luar negeri, sedangkan Boy Arbeto pasti berada di kantornya dan Tita biasanya pergi ke rumah Uncle Bayu.
"Dimana Baby?" tanya Agam pada pelayan yang berpapasan dengannya.
"Nona ada di dalam kamarnya, Tuan." Jawab pelayan tersebut dengan menunduk.
Setelah tahu keberadaan gadisnya, Agam berjalan menuju kamar Baby dengan penuh amarah. Marah karena melihat dengan jelas saat Baby hanya diam saja ketika dicium oleh Sky, membuat harga dirinya seperti diinjak-injak oleh gadis itu yang berstatus sebagai istrinya.
"Baby....!"
Agam membuka pintu kamar yang ada di hadapannya dengan kasar, dan langsung masuk begitu saja tanpa tahu gadis yang ada di dalam kamar tersebut sedang membuka pakaiannya.
__ADS_1
Ah...
Baby berteriak dengan wajah yang terkejut saat melihat Agam masuk begitu saja ke dalam kamarnya. Sedangkan Agam harus bersusah payah menelan salivanya, saat melihat tubuh Baby yang hanya mengenakan dalaman saja. Memperlihatkan bentuk tubuh yang sama persis dengan yang dilihatnya melalui kamera CCTV tadi pagi.
"Kak apa yang kau lakukan? Cepat keluar dari kamarku!" Baby menutup bagian dada yang hanya mengenakan bra dan bawahnya dengan menggunakan tangan. "Kak keluar!" teriak Baby kembali, karena Agam hanya diam saja berdiri dihadapannya.
"****!" Agam tersadar saat mengingat pintu kamar Baby masih terbuka, dengan berlari ia langsung menutup pintu tersebut.
"Kenapa aku harus keluar?" Agam berjalan mendekat kearah gadisnya.
"Berhenti jangan mendekat!" Baby langsung mengambil pakaian yang baru saja ia lepas dari atas lantai, dan saat ingin memakainya pakaian itu justru ditarik paksa oleh Agam, hingga membuat Baby reflek kembali menutup bagian dadanya dengan tangan. "Kak kembalikan pakaianku!" pinta Baby.
__ADS_1
Namun Agam tidak mempedulikan permintaan gadis itu, ia justru melempar jauh pakaian tersebut entah kemana.
"Kak..." teriak Baby dengan marah saat melihat pakaiannya dibuang begitu saja.
Karena tidak ada lagi yang bisa ia temukan untuk menutup tubuhnya, Baby pun berlari hendak menuju walk in closet.
"Mau kemana kau?" dengan cepat Agam menarik tangan Baby dan membawa gadis itu kedalam pelukannya.
"Kak lepaskan! Aku mau mengambil pakaian." Baby mulai merasa takut saat melihat wajah Agam dari dekat, wajah yang biasa terlihat dingin dan datar. Kini terlihat semakin dingin dengan sorot mata yang begitu tajam. "Kau itu sebenarnya kenapa?" tanya Baby dengan gugup, karena saat ini tangan Agam menyentuh pinggangnya yang terbuka sehingga ia bisa merasakan sentuhan tangan pria itu secara langsung ditubuhnya.
"Kau masih tanya aku kenapa?" Agam menatap tajam pada kedua manik gadis itu, lalu tatapannya turun ke bibir mungil milik Baby. Bibir yang baru saja disentuh oleh pria lain tanpa ada penolakan sedikitpun dari gadis itu. "Kau sudah berbuat salah tapi masih bertanya aku kenapa?" Agam mencengkeram rahang Baby hingga gadis itu mendongak menatap ke wajahnya.
__ADS_1