
Pria yang tengah fokus pada ponselnya itu menatap kearah wanita yang mengatakan kata Excuse me. Dan di detik berikutnya langsung berdiri saat melihat wajah sang pemilik suara tersebut. Sehingga Cleo bisa menatap dengan jelas wajah calon suaminya itu, yang menurutnya cukup tampan tapi masih kalah tampan dengan beberapa kekasihnya yang ada di luar negeri. Kalau dinilai wajah calon suaminya itu mendapatkan angka delapan dari sepuluh.
"Maaf sudah membuatmu lama menunggu," Cleo langsung duduk di tempat tersebut meskipun belum dipersilahkan oleh calon suaminya. Ia sengaja melakukan hal tersebut agar di cap sebagai wanita yang tidak punya sopan santun.
"Tidak apa-apa, tapi Nona—"
"Panggil aku Cleo," ia mengulurkan tangannya pada pria yang masih berdiri di tempatnya. Dan entah mengapa calon suaminya itu tidak duduk kembali, hingga membuat Cleo bingung dengan sikap pria itu yang terlihat enggan menatapnya. "Pria yang aneh! Apakah dia seperti itu karena penampilanku? Itu berarti aku sudah berhasil membuatnya ilfeel?" Gumam Cleo dalam hati, sembari menatap uluran tangannya yang tidak disambut oleh calon suaminya.
"Maaf Nona Cleo, aku ..."
"Aku tahu," Cleo menarik uluran tangannya. "Kau pasti terkejut dengan penampilanku? Tapi ini lah seorang Cleopatra yang asli, cantik bukan?" Cleo mengerlingkan satu matanya, menggoda pria itu untuk membuatnya semakin ilfeel, dan berakhir dengan pembatalan perjodohan mereka.
__ADS_1
"Em.. Anda..." Bram menelan salivanya dengan susah payah saat digoda oleh wanita secantik Cleopatra, bahkan wanita itu ternyata lebih cantik dan sexy dari foto yang pernah ia lihat.
"Kau tidak lelah berdiri terus? Atau kau ingin duduk di sampingku?" tawar Cleo dengan manja.
"Tidak perlu! Biar aku berdiri saja, karena —"
"Oh ya, siapa namamu?" potong Cleo dengan cepat, karena ia memang tidak tahu siapa nama calon suaminya itu. Bahkan wajahnya saja Cleo pun tidak tahu, karena kemarin ia membuang berkas yang berisi semua data tentang pria tersebut.
"Jadi namamu Bram," Cleo lagi-lagi memotong pembicaraan pria itu. Karena merasa tidak penting untuk mengetahui lebih jauh siapa calon suaminya tersebut.
"Nona, lebih baik Anda mendengarkan dulu apa yang ingin dibicarakan oleh Tuan Bram." Ucap Alex yang sejak tadi mendengar, dan melihat bagaimana adik tuan Agam itu menyela pembicaraan pria itu.
__ADS_1
"Berani sekali kau mengurui? Kau harus ingat! Tugasmu itu hanya menjagaku!" ucap Cleo dengan suara yang keras, sampai semua orang yang ada di ruangan tersebut menatap dirinya. Bahkan dapat ia lihat dari sudut ekor matanya, Bram terlihat terkejut dengan sikapnya yang Arrogant. "Yes, sepertinya aku berhasil membuat pria itu muak kepadaku." Gumam Cleo dengan senyum penuh kemenangan.
"Maaf Nona," Alex menundukkan kepalanya lalu menghela napasnya dengan kasar. Ia tahu Nona mudanya itu tengah berakting sebagai sosok yang menyebalkan, hanya saja wanita itu tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa.
"Ck, kau sudah membuat suasana hatiku jadi kesal." Ketus Cleo sembari berdiri dari tempat duduknya. "Maaf Tuan Bram, aku ingin ke toilet sebentar." Cleo pun berjalan tanpa mau menunggu jawaban dari calon suaminya itu. Ia terus berjalan menuju toilet sembari mengirimkan pesan singkat pada kekasihnya yang ada di Paris, hingga tak menyadari ada seseorang yang berjalan di depannya.
Bruk.
"Aw..." Cleo mengusap bahunya yang terasa sakit, lalu menatap ponselnya yang terjatuh di atas lantai. "Hei Tuan!" Teriak Cleo pada seseorang yang telah menabraknya. "Kalau jalan itu pakai mata!" ucapnya dengan kesal, karena pria itu terlihat tidak peduli setelah menabraknya dan membuat ponselnya terjatuh.
Pria yang sedang berjalan itu menghentikan langkahnya, namun itu hanya sesaat karena di detik berikutnya pria itu kembali berjalan tanpa mau repot menatap kebelakang.
__ADS_1
"Hei!" teriak Cleo kembali dengan wajah yang kesal, karena pria itu sama sekali tak menghiraukannya. "Sial! Kalau saja aku tidak sibuk, sudah aku beri pelajaran pria sombong itu." Umpat Cleo sembari menatap punggung yang telah menghilang di balik dinding.