Love You A

Love You A
Part 65


__ADS_3

"Kenapa lama sekali?" Agam berjalan bolak-balik di ruang kerjanya menunggu kedatangan Baby. "Membuat kopi saja selama ini, apalagi membuat makanan?" gerutunya karena sudah tidak sabar mengetahui apakah gadis itu benar-benar hilang ingatan atau tidak. Dan saat mendengar suara pintu yang dibuka dari luar, ia pun langsung berkacak pinggang. "Kenapa kau lama...." Agam tidak meneruskan perkataannya saat melihat Jonathan lah yang masuk ke dalam ruangannya.


"Ini kopinya, Tuan." Jonathan menaruh cangkir yang dibawanya ke atas meja.


"Dimana Baby?" tanya Agam saat tidak melihat keberadaan gadisnya.


"Nona..." Jonathan bingung harus menjawab apa, karena ia sendiri tidak tahu dimana keberadaan nona Baby yang tiba-tiba menghilang saat ia pergi sebentar ke ruangannya.


"Jo, dimana Baby?" Agam mengulangi pertanyaannya.


"Nona Baby hilang, dia tidak ada di pantry saat aku kembali dari ruangan ku."


"Sial!" umpat Agam seraya menggebrak meja kerjanya. "Terus kenapa kau masih di sini? Kenapa tidak mencarinya?"


"Anda tenang saja Tuan, aku sudah menyuruh anak buah kita untuk mencari keberadaan Nona Baby."

__ADS_1


Agam hanya bisa menghela napasnya dengan kasar, karena rencananya untuk mengetahui Baby berbohong atau tidak sudah gagal total karena kepergian gadis itu. "Menyusahkan saja." Gerutu Agam seraya mengancingkan jasnya, lalu keluar dari ruangan tersebut untuk mencari Baby, adik sepupunya yang kini sudah berganti status menjadi istrinya.


*


*


Sementara itu Baby yang sudah keluar dari gedung milik Agam, berjalan dengan cepat dan tak tentu arah sembari menengok ke kanan dan kiri. Ia yang awalnya tengah membuat kopi untuk Agam, langsung pergi dari perusahaan sepupunya itu saat Jonathan meninggalkan dirinya di ruang pantry sendirian.


"Untung saja aku bisa melarikan diri," ucap Baby sembari mengambil ponselnya yang ada di dalam tas. Ia ingin menghubungi Boy Arbeto dan meminta pria itu menjemputnya, karena Baby tidak mau pulang kembali ke mansion Mateo.


Baby menutup ponselnya saat mendengar suara klakson, lalu menatap mobil mewah berwarna putih yang berhenti tepat di depannya. "Siapa ya?" karena tidak mengenali mobil tersebut ia pun tidak mempedulikannya dan kembali menghubungi ponsel kakaknya.


"Baby..." panggil Sky sembari berjalan mendekati gadisnya.


"Sky." Baby tak menyangka pemilik mobil mewah itu adalah Sky, pria tampan yang kemarin ia temui.

__ADS_1


"Kau mau kemana? Biar aku antar."


"Em, tidak perlu. Aku sedang menghubungi kak B dan meminta dia menjemput ku." Baby mencoba menghubungi nomer kakaknya lagi tapi tetap tidak diangkat juga.


"Sepertinya kakakmu sibuk, jadi biar aku saja yang mengantarmu." Bujuk Sky. "Tenang saja aku orang baik dan tidak akan menculikmu."


Baby tertawa sambil berpikir untuk menerima tawaran Sky atau tidak. "Aku ingin menerima tawaran mu, tapi masalahnya orang lain tidak boleh masuk ke dalam mansion utama selain dokter dan pekerja." Jelas Baby.


"Em, aku akan mengantarmu sampai gerbang saja. Bagaimana?"


Baby menganggukkan kepalanya lalu masuk kedalam mobil mewah tersebut, tanpa menyadari ada sepasang mata yang tengah menatap dirinya dari kejauhan dengan tangan yang terkepal erat menahan emosi yang tiba-tiba ada di dalam hatinya.


"Ikuti mobil itu!" perintahnya pada sang supir.


"Baik Tuan."

__ADS_1


Mobil mewah berwarna hitam dengan logo Flying Lady itu berjalan mengikuti mobil putih di depannya dengan jarak yang cukup aman.


__ADS_2