
"Tidak ada," jawab Baby dengan raut wajah ketakutan, karena ia tahu saat ini Agam tengah marah kepadanya terdengar dari suara tegas pria itu.
"Ada apa? Kenapa menyusul ku?" tanya Agam dengan sedikit menurunkan nada suaranya yang tadi sempat meninggi.
"Aku ingin ikut bersamamu," Baby memberanikan diri menatap suaminya. "Apa boleh?"
Agam terdiam sesaat sembari menatap lekat wajah istrinya. "Apa kau tidak merasa lelah?"
Baby menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Baiklah kau boleh ikut."
"Ah, terima kasih sayang," Baby tersenyum lalu memeluk suaminya dengan erat, dan tanpa sadar selimut yang menutupi tubuh polosnya turun ke bawah.
"Kau ingin menggodaku?" Agam menatap tubuh istrinya yang dipenuhi oleh tanda merah yang ia buat, kalau saja hari ini urusan pekerjaan tidak harus di selesaikan sebelum berangkat ke Paris, sudah dapat dipastikan Agam akan memilih untuk mengurung istrinya seharian ditempat tidur.
"Tidak," Baby menarik selimutnya lalu berlari menuju bathroom, karena tidak ingin Agam menjamahnya lagi karena tubuhnya masih lelah dan akan pingsan kalau pria itu kembali menyentuhnya.
__ADS_1
*
*
"Kak ini berlebihan sekali," Baby menggerutu saat Agam memaksanya untuk menggenakan sweater panjang yang menutupi leher jenjangnya.
"Kau ingin semua orang melihat semua tanda ini?" Agam menyentuh tengkuk istrinya.
Baby menatap cermin lalu menggelengkan kepalanya, dan mau tidak mau ia memakai sweater berlengan panjang tersebut. "A tunggu!" ia mengejar langkah suaminya yang sudah lebih dulu berjalan keluar dari dalam kamar. "Ya ampun Agam Mateo, seharusnya kau itu menggandeng tanganku agar romantis, tidak seperti ini kau jalan di depan aku dibelakang." Gerutunya dengan suara yang sangat lirih sembari menatap punggung tegak suaminya.
"Tidak," Baby berjalan begitu saja melewati suaminya yang ia juluki sebagai kulkas enam belas pintu, karena pria itu begitu dingin dan kaku yang hanya hangat dan romantis di atas ranjang.
Dan julukan itu tenyata tepat karena selama diperjalanan Agam sibuk dengan laptop yang ada ditangannya, dan hanya menjawab singkat setiap pertanyaan darinya hingga membuat Baby kesal sendiri. Tadinya ia kira setelah kejadian malam panas mereka, sikap suaminya yang dingin dan datar itu akan berubah menjadi hangat, tapi kenyataannya tidak sama sekali karena pria itu tetap seperti dulu si kulkas enam belas pintu. Eit! Jangan tanya lagi memang ada ya kulkas enam belas pintu? Karena suka-suka Baby ingin menyebut Agam kulkas enam belas pintu atau dua puluh pintu sekali pun🤣✌️
*
*
__ADS_1
Setelah sampai di tempat yang dituju, Agam menyuruh Baby untuk menunggu di dalam mobil, tapi wanita itu tidak mau dan terus merajuk untuk ikut serta dalam pertemuannya dengan Cindy Bernade. Hingga akhirnya Agam menuruti keinginan istrinya itu dengan syarat tidak boleh menganggu pekerjaannya.
Baby pun setuju, lalu mereka berdua turun dari dalam mobil berjalan menghampiri Jonathan yang sudah menunggu di pintu masuk, ketiganya berjalan menghampiri Cindy Bernade yang terlihat sudah duduk di tempat yang sudah disepakati.
"Sudah lama?" Agam berinisiatif menyapa lebih dulu.
"Tidak, aku baru saja sampai." Cindy tersenyum lalu menatap pada wanita yang ada di samping Agam, wanita yang secara tidak langsung sudah membuat hidupnya hancur hanya dalam satu hari. "Baby, bagaimana kabarmu?" ia mengulurkan tangannya.
"Aku baik," Baby menyambut uluran tangan Cindy dengan senyum tipis dibibirnya.
Melihat Baby yang tersenyum dengan tanpa rasa bersalah sedikitpun sudah membuat pernikahannya gagal, dan merebut pria yang dicintainya membuat Cindy semakin marah. Namun kemarahan itu berganti dengan kebingungan saat melihat Baby yang seperti mengenalnya, itu artinya wanita itu tidak hilang ingatan dan info yang didapatnya salah.
"Baby kau tunggu di meja lain," bisik Agam.
Baby yang mengerti karena Agam dan Cindy akan membicarakan urusan pekerjaan, berjalan menuju meja yang berada tidak jauh dari yang ditempati keduanya. Dari meja tersebut ia bisa melihat dengan jelas bagaimana profesional nya seorang Agam Mateo saat bekerja, hingga membuat Baby semakin jatuh cinta pada pria itu yang terlihat sangat tampan jika sedang serius.
Tatapan matanya kini beralih pada Cindy, pada wanita yang terlihat masih begitu mencintai Agam, hingga membuat rasa bersalah dalam hatinya semakin besar saat mengingat pernikahan Cindy gagal karena dirinya. Dan karena rasa bersalah itulah yang membuat Baby ingin ikut bersama Agam untuk bertemu dengan Cindy karena ia ingin meminta maaf pada wanita itu.
__ADS_1