
Sementara itu keadaan di ballroom selepas kepergian Agam dan seluruh keluarga besar Arbeto dan Graham, kini terlihat sepi karena para tamu dan kerabat dekat yang hadir satu persatu pergi saat acara pernikahan yang seharusnya diadakan pukul sepuluh pagi tadi, tiba-tiba harus dibatalkan karena sang mempelai pria pergi meninggalkan mempelai wanitanya.
Dengan kejadian batalnya pernikahan Agam dan Cindy, bisa dipastikan nama besar kedua keluarga yaitu Mateo dan Bernade menjadi rusak, dan juga mendapatkan rasa malu yang tak terhingga atas gunjingan dari para tamu undangan yang hadir di acara tersebut.
Terlebih lagi bagi keluarga Bernade yang merasa paling dipermalukan di situasi tersebut, dimana putri mereka di tinggal begitu saja oleh calon suaminya. Dan semua kekacauan yang terjadi sudah dapat dipastikan membuat hubungan dua keluarga itu akan hancur, dan berimbas pada hubungan kerjasama kedua perusahaan.
"Ayo Cindy kita pulang sekarang!" Bernade ingin secepatnya pergi dari tempat tersebut, karena sudah muak mendengar penjelasan dari David mengenai putranya yang meninggalkan Cindy begitu saja tanpa alasan yang jelas.
"No Dad aku ingin menunggu A, dia pasti akan kembali." Cindy berusaha berpikiran positif jika calon suaminya itu hanya pergi sebentar untuk menengok keadaan adik sepupunya, setelah itu Agam pasti kembali untuk melanjutkan pernikahan mereka.
__ADS_1
"Sayang kalau pun A kembali Dad tidak akan menikahkan kalian! Jadi sekarang juga kita pergi dari tempat sialan ini." Ucap Bernade dengan penuh amarah.
"Tidak Dad aku akan tetap menunggu, pernikahan kami harus dilanjutkan!" Cindy bersikeras dengan keinginannya karena ia masih berharap Agam akan datang.
"Kau tidak boleh seperti ini sayang, harga diri keluarga kita sudah dipermalukan seperti ini dan kau masih mau menikah dengan ba*ji*ngan itu!" Nyonya Bernade gantian membujuk putrinya.
"Nyonya hati-hatilah jika berbicara! Putraku itu bukan seorang ba*ji*ngan." Mini tidak terima anak laki-laki satu-satunya dikatakan ba*ji*ngan.
"Kau! Berani kau mengatai keponakanku!" Mini yang biasanya lemah lembut memperlakukan seseorang kini berkacak pinggang dengan sorot mata yang tajam. Ia tidak terima putri kesayangan Luna dikatakan sebagai wanita simpanan. "Dengan kejadian ini aku justru bersyukur putraku tidak jadi mempunyai ibu mertua sepertimu."
__ADS_1
"Sayang sudahlah." David yang sempat terkejut ketika melihat sisi lain dari istrinya, kini membujuk wanita itu untuk tidak melanjutkan pertengkaran tersebut.
"Tuan David tolong ajari istri Anda untuk bersikap sopan santun, bukannya merasa bersalah dia malah menghina istriku." Ucap Bernade dengan pedas.
David yang sejak tadi diam karena merasa bersalah sudah membuat keluarga besar Bernade menjadi malu, kini tidak bisa lagi memendam amarahnya saat wanita yang dicintainya dikatakan tidak bersikap sopan.
"Tuan Bernade mulai detik ini aku akan menarik semua saham yang ada di perusahaan mu, dan tidak akan meninggalkan satu persen pun!" Ancam David dengan telak.
Membuat tuan Bernade harus menelan salivanya dengan susah, hanya karena rasa amarahnya saat melihat putri tersayangnya dipermalukan seperti itu, ia sampai lupa orang yang menjadi lawannya adalah seorang David Mateo.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu kerjasama perusahaan kita dibatalkan!" Bernade yang sudah terlanjur salah mengambil sikap tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain mempertahankan harga dirinya. "Ayo Cindy kita pulang sekarang!"
Cindy tidak mempedulikan perkataan Daddy nya, ia masih bergeming ditempatnya untuk menunggu Agam.