Love You A

Love You A
Part 95


__ADS_3

Agam dan Baby yang terkejut kini saling berpandangan, lalu menatap kembali wanita cantik yang kini sedang tersenyum menatap mereka.


"Kak Cleo, kau terlihat..."


"Terlihat cantik? Terlihat sexy? Itu lah aku," ia memuji dirinya sendiri sembari memeluk Baby. "Apa kabar kakak ipar rasa adik sepupu?" godanya.


Baby hanya menjawab dengan senyum kaku dibibirnya.


"Cleo apa-apaan kau ini?" Agam menarik tangan adiknya dengan kasar, hingga membuat pelukan itu terlepas. "Pakaian apa yang kau kenakan? Dan ini!" Agam menunjuk piercings di pusar adiknya.


"Ya ampun A pakaian ini sedang trend, dan ini hanya hiasan." jawab Cleo dengan santai.


"Kau!" Agam ingin memarahi adiknya, namun niat itu diurungkannya saat melihat kehadiran Boy dan Tita yang kini berdiri di samping Baby.

__ADS_1


"Wow..." Boy menatap sepupunya dengan pandangan takjub. "You're so beautiful."


"Terima kasih sepupu," Cleo memeluk Boy lalu berganti memeluk istri sepupunya.


"Lama tidak bertemu, dan penampilanmu sungguh sangat memukau." Puji Boy kembali, yang mendapatkan cubitan dari istrinya.


"Oh come on, aku ini supermodel terkenal. Jadi penampilan adalah yang paling penting untukku. Maka dari itu—" belum sempat meneruskan perkataannya, Agam lebih dulu memotong pembicaraannya.


"Aku ingin bicara denganmu, empat mata sekarang!" Agam ingin membawa adiknya pergi dari tempat tersebut, karena bibirnya sudah gatel ingin memarahi adik nomer duanya itu yang usianya hanya selisih satu tahun dengannya.


Langkah Agam terhenti saat melihat seorang pria berjalan kearah mereka. "Siapa lagi pria ini?" gumamnya dalam hati sembari menatap pria itu dengan tajam, pria yang ia perkirakan usianya sekitar empat puluh tahunan.


"Peter..." Cleo berjalan menghampiri kekasihnya, kekasih entah yang keberapa karena ia punya banyak kekasih yang tidak terhitung jumlahnya. "Kenalkan dia Peter kekasihku, dan Peter kenalkan dia kakakku Agam Mateo."

__ADS_1


"Peter Wan," ia mengulurkan tangannya.


Agam hanya diam menatap uluran tangan tersebut, sembari menelisik pria yang dikatakan sebagai kekasih adiknya. Entah kekasih yang mana lagi, karena ia tahu betul adiknya seorang player.


Cleo yang melihat Agam tidak menyambut uluran tangan kekasihnya, langsung memperkenalkan Peter pada Boy Arbeto, Tita, dan juga Baby. "Peter keturunan Belanda Indonesia, jadi dia mengerti bahasa kita," ucapnya kemudian setelah para sepupunya berkenalan.


"Pilihan yang bagus!" ucap Boy sengaja ingin memanas-manasi Agam, lalu beranjak pergi dari tempat tersebut masuk ke dalam mansion bersama istrinya, dan tentu saja Baby pun ikut ia ajak karena tahu Agam dalam keadaan marah.


Kini di depan mansion Richard hanya tinggal Agam, Cleopatra, dan Peter. Agam masih saja diam sembari menunggu kedatangan kedua orangtuanya, untuk meminta penjelasan pada mereka dengan perubahan Cleo yang bertambah berani. Hampir setengah tahun ia tidak bertemu dengan adiknya dan kini Cleo menjadi lebih tidak terkendali dari sebelumnya. Pantas saja kemarin Mom Mini sempat mengatakan Cleo akan tinggal di Jakarta, mungkin ini alasan Mommy nya mengirimkan kembali adiknya itu.


"A, Cleo, kenapa kalian disini?" Mini yang baru sampai mendekati putra dan putrinya.


"Ada apa ini?" David yang melihat ketegangan diantara anak-anaknya itu, menatap pada Agam dan Cleo secara bergantian.

__ADS_1


"Aku butuh penjelasan!" Agam menatap tajam pada adiknya.


David dan Mini yang mengikuti tatapan Agam, hanya bisa menghela napasnya dengan berat. Mereka tahu Agam pasti marah saat mengetahui penampilan Cleo yang berani, meski berpakaian dengan model terbuka seperti itu hal yang wajar di luar negeri, tapi tetap saja di dalam keluarga besar mereka tidak ada yang pernah berani berpakaian terbuka seperti yang dikenakan Cleo saat ini.


__ADS_2