
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih tiga puluh menit, seluruh keluarga besar Arbeto sampai di hotel tempat pertunangan Agam dan Cindy diselenggarakan. Mereka turun satu persatu dari mobil, lalu masuk ke dalam ballroom yang sudah di sulap sedemikian mewahnya.
"Baby kau baik-baik saja bukan?" bisik Lea saat mereka berada tidak jauh dari tempat Agam dan Cindy berdiri.
"Tentu saja aku baik-baik saja." Baby tersenyum lalu mendekatkan bibirnya pada telinga Lea. "Mereka baru bertunangan, masih ada kesempatan bagiku untuk membuat kutub utara meleleh."
"Kutub Utara?" Lea menautkan kedua alisnya.
"Itu!" Baby menunjuk Agam.
Lea menatap arah yang ditunjuk oleh Baby. "Sepertinya dia merasa sedang dibicarakan." Ia tertawa saat melihat Agam yang sedang mengusap telinganya.
Baby yang juga melihat apa yang dilakukan pria itu ikut tertawa, dan mereka berdua langsung terdiam saat wajah dingin Agam menatap tajam kearah keduanya.
"Mengerikan," bisik Lea sambil menahan rasa ingin tertawanya.
"Lebih mengerikan dari seekor singa." Sahut Baby.
Kedua wanita berbeda usia itu pun kembali tertawa tanpa peduli Agam yang masih melihat kearah mereka dengan tajam.
__ADS_1
"Selamat atas pertunangan kalian." Lea memberikan ucapan selamat pada Agam dan Cindy, walaupun jauh di dalam hatinya ia tidak setuju sepupunya bertunangan dengan wanita lain dan bukan dengan Baby.
"Terima kasih." Jawab Cindy.
"Selamat A." Baby ikut memberikan ucapan selamat dengan mengulurkan tangannya.
Agam menyambut uluran tangan Baby lalu meremasnya dengan sangat kuat, Baby pun tak mau kalah dengan ikut membalas perbuatan Agam. Membuat keduanya saling menatap dengan tajam, tanpa ada yang mau mengalah melepas tautan tangan mereka.
Lea dan Cindy yang melihat sikap keduanya, jadi saling menatap dengan raut wajah yang berbeda. Jika Cindy terlihat bingung, Lea justru hampir saja tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan Baby dan Agam.
Ehem
"Kak Lea lepaskan!" Baby menahan langkah kakinya.
Lea melepaskan genggaman tangannya saat sudah menjauh dari tempat Agam. "Kau gila? Di sini banyak sekali tamu undangan dan juga keluarga besar kita." Ketus Lea.
"Memangnya apa yang sudah aku lakukan? Tadi itu aku hanya membalas perbuatan A, dia duluan yang meremas tanganku." Baby menunjuk telapak tangannya yang terlihat memerah.
"Tapi seharusnya kau tidak membalasnya, anggap saja perbuatan Agam itu untuk melampiaskan kemarahannya karena perbuatanmu tempo hari yang sudah membuatnya malu." Lea menghela napasnya dengan kasar.
__ADS_1
Baby terdiam saat kejadian itu diungkit kembali.
"Sudah lupakan saja yang tadi! Lebih baik kita berkeliling, siapa tahu ada tamu undangan yang tampan." Lea menarik tangan Baby.
"Lea... "
Langkah kaki Lea dan Baby terhenti saat mendengar suara seseorang memanggil nama Lea.
"Mampus itu kan suara Sky." Gumam Baby dalam hati tanpa berani menengok kebelakang.
"Maaf Anda memanggilku?" tanya Lea saat menatap seorang pria tampan yang berdiri dihadapannya.
"Bukan Anda! Tapi aku memanggil Lea." Sky menatap punggung Baby.
"Tapi aku Le.. ah sakit!" teriak Lea saat kakinya diinjak oleh Baby.
"Sky kau di sini?" Baby berpura-pura terkejut setelah membalik badannya.
"Ya," Sky menatap Lea dan wanita yang ada dihadapannya dengan bingung, karena tiba-tiba saja wanita itu berteriak kesakitan.
__ADS_1