Love You A

Love You A
Part 60


__ADS_3

Mobil yang ditumpangi Agam dan Baby akhirnya sampai di mansion Mateo, mereka langsung masuk ke dalam tanpa saling berbicara hingga langkah kaki Baby terhenti saat melihat freezer ice cream teronggok di ruang tengah.


"Itu sebagai ganti ice cream mu yang jatuh." Ucap Agam saat melihat kebingungan di wajah Baby.


"Semua untukku?" tanya Baby tak percaya, saat melihat semua ice cream yang ada di dalamnya.


Agam tidak menjawab pertanyaan Baby dan memilih berjalan menuju kamarnya, meninggalkan Baby sendirian diruang tengah dengan wajah yang terlihat bahagia menatap ice cream yang ia beli. Tadi saat mereka dalam perjalanan pulang Agam menghubungi Jonathan, dan meminta asisten pribadinya itu untuk membeli ice cream dan minta dikirim ke mansion secepatnya.


"Seriusan ini semua untukku? Atau kau ingin berjualan ice cream?" tanya Baby tanpa menatap kebelakang, karena sorot matanya masih menatap semua ice cream yang ada di hadapannya. "Kak kau dengar tidak?" Baby menengok kebelakang karena tidak mendapatkan jawaban dari sepupunya itu. "Dia kemana?" tanya Baby pada dirinya sendiri karena tidak melihat keberadaan Agam.


Melihat sepupunya yang sudah berganti status sebagai suaminya itu tidak ada diruang tersebut, Baby tampak cuek dan justru merasa bahagia karena bisa menikmati semua ice cream itu sendirian. Jujur saja Baby sangat butuh ice cream tersebut untuk menghilangkan setres yang ada di pikirannya, karena harus tinggal di satu mansion yang sama dengan Agam.


Membayangkan dirinya akan tidur di satu ranjang yang sama dengan kakak sepupunya itu sudah berhasil membuat darah tingginya naik dengan pesat, ditambah lagi saat ia membayangkan apa yang akan dilakukan mereka di ranjang tersebut semakin membuatnya setres.

__ADS_1


Setelah cukup kenyang menghabiskan beberapa ice cream tersebut, Baby memutuskan untuk menemui Agam karena ada satu hal yang harus ia tanyakan berkaitan dengan pernikahan pria itu yang sepertinya gagal, karena saat ini justru dirinya lah yang menjadi seorang istri Agam Mateo.


*


*


"Kak A..." Baby membuka pintu kamar milik Agam, dan terkejut saat melihat pria itu tiba-tiba ada dihadapannya.


"Berikan padaku!" Agam menyodorkan tangannya tepat di depan wajah Baby.


"Berikan kartu Sky!" Agam meminta dengan nada memerintah.


"Oh.. maksudmu ini?" Baby mengambil kartu yang diberikan Sky dari saku kemejanya.

__ADS_1


Agam melihat kartu yang dipegang Baby lalu menganggukkan kepalanya. "Cepat berikan!"


"Untuk apa kak? Bukankah ini hanya nomer ponsel? Apa kau juga tidak mempunyai nomer ponsel Sky?"


"Sudah kau jangan banyak bertanya, cepat berikan!" Agam ingin merebut kartu tersebut, namun tangannya kalah cepat dengan tangan Baby yang sudah memasukkan kembali kartu tersebut ke saku kemejanya.


"Kau ingin kartu itu? Ambillah!" Baby menunjuk kearah dadanya.


"Kau...!" Agam bingung harus mengambilnya atau tidak, karena jika ia mengambilnya otomatis tangganya akan menyentuh dada gadis itu.


"Ambillah." Baby membusungkan dadanya dengan tersenyum jail.


"Baiklah kalau itu mau mu." Agam menarik pinggang Baby hingga membuat gadis itu menabrak dada bidangnya.

__ADS_1


"Eh tunggu! Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Baby dengan wajah yang mulai ketakutan saat wajah Agam mendekat ke wajahnya.


"Aku ingin mengambil kartu itu." Agam menatap kearah dada Baby dengan seringai tipis dibibirnya.


__ADS_2