Love You A

Love You A
Part 71


__ADS_3

Setelah kejadian panas yang terjadi diantara Agam dan Baby, keduanya saling diam dan tak berani menatap satu dan lainnya. Terlebih Baby, gadis itu sengaja menghindar dengan memilih menemani kakak iparnya di dalam kamar selama seharian ini.


Baby sengaja melakukan hal tersebut karena merasa malu dan takut jika bertemu Agam, dan Baby berharap saat dirinya keluar dari kamar Tita, sepupu yang berstatus sebagai suaminya itu sudah pergi di mansion utama.


Tapi harapan kini tinggallah harapan, karena saat Baby keluar dari kamar Tita, ternyata pria itu masih ada di mansion utama sedang berbincang dengan kakaknya yang baru pulang kerja.


"Kali ini apa yang dilakukan A sampai kau melarikan diri?"


Baby mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Boy Arbeto, sementara Agam hanya bisa menghela napasnya dengan lelah karena sudah dijelaskan sejak tadi Boy Arbeto masih tak percaya padanya.


"Aku sudah katakan adikmu,—"

__ADS_1


"Aku tidak bertanya padamu, aku bertanya pada Baby!" potong Boy dengan tegas. "Katakan apa yang dilakukan A?" Bukan tanpa alasan Boy bertanya seperti itu, karena adiknya itu pernah melarikan diri dari mansion Mateo.


"Em, tidak ada kak. Aku hanya..." Baby menatap pada Agam yang kini tengah menatap dirinya dengan intens. "Aku pulang ke mansion utama karena ingin menginap selama beberapa hari ini, bolehkan kak?"


Agam reflek menajamkan tatapan matanya mendengar perkataan Baby, bisa-bisanya gadis itu mempunyai niatan untuk menginap di mansion utama tanpa berbicara lebih dulu dengannya. Bukan Agam tidak suka gadis itu menginap di mansion utama, hanya saja semua rencana yang telah ia susun rapih untuk bisa mengulangi kegiatan panas mereka, kini hancur berantakan karena keinginan gadis itu yang ingin menginap di mansion utama.


"Tentu saja boleh, karena mansion ini milikmu juga." Ucap Boy dengan cepat saat melihat Agam yang hendak berbicara. "Sekarang ikut aku!" Boy menarik tangan Baby, namun langkahnya tertahan saat adiknya itu tidak beranjak dari tempatnya. Ia pun menatap kebelakang dan ternyata Agam sedang menahan tangan Baby yang satunya, hingga terjadi tarik menarik diantara keduanya.


"Kak B, kak A, lepaskan!" Baby berusaha melepaskan ke-duanya, namun sepertinya kakak dan suaminya itu sama-sama tidak mempedulikan ucapannya.


Mendengar ancaman Boy Arbeto, Agam langsung melepaskan genggaman tangannya dipergelangan Baby. Bukan karena takut, tapi ia tidak ingin ribut dengan pria itu, dengan Boy Arbeto yang sangat dihormatinya. Dan kini Agam hanya bisa menghela napasnya dengan kasar saat menatap punggung Baby dan Boy yang masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


*


*


Sementara itu di dalam kamar milik Boy Arbeto, Baby tengah menatap jengah ke-dua orang yang ada di ruangan tersebut. Bagaimana tidak jengah saat melihat kakak dan kakak iparnya bermesraan di depan matanya.


"Tau begini lebih baik aku ikut dengan Kak A," gerutu Baby dalam hati. "Kak kau itu keterlaluan, mengajak aku kesini hanya untuk melihat kalian bermesraan?" protes Baby dengan wajah yang kesal.


Membuat kedua orang yang tengah saling berpelukan itu menatap kearah Baby, karena baru tersadar di ruangan tersebut ada orang lain selain mereka berdua.


"Ck, kau itu menganggu saja." Boy melepaskan pelukannya, lalu berjalan menggandeng Tita untuk duduk di sofa yang sama dengan adiknya.

__ADS_1


"Kalau aku mengganggu lebih baik aku keluar!" Baby hendak beranjak dari duduknya. Namun lengannya ditahan oleh Boy yang kini duduk di sampingnya. "Kau ingin keluar? Apa kau tidak takut A membawamu kembali ke mansion Mateo?"


"Eh benar juga," Baby kembali duduk di samping kakaknya. "Ini semua karena kau, karena ide gila mu yang menikahkan aku dengan A." Baby mengumpat pada Boy Arbeto, pada kakaknya yang sudah membuat situasinya menjadi sulit.


__ADS_2