
Setengah jam kemudian.
"Dimana Baby? Dia bilang akan kembali setelah menidurkan twin?" gumam Agam dengan kesal, sambil menatap layar ponselnya di mana foto Adam dan Hawa yang menjadi wallpaper. Di pandangnya twin dengan senyum bahagia, saat melihat kedua bayi kembarnya tumbuh dengan sangat sehat dan menggemaskan.
Jarinya kini menekan galery, dimana banyak foto-foto kebersamaan mereka berempat. Dan saat menggulirkan kebagian paling atas, Agam tersenyum kembali saat melihat foto Baby yang memenuhi sebagian besar galery di ponselnya.
Ya, foto-foto yang tersimpan itu adalah foto yang dikirimkan oleh Baby setiap harinya saat status mereka masih sebagai sepupu. Awalnya Agam merasa risi dan aneh saat sepupunya itu setiap hari mengirimkan fotonya, yang entah itu sedang berenang, sedang jalan-jalan, atau pun makan. Bahkan tanpa segan Agam menghapus foto Baby begitu saja.
__ADS_1
Namun entah sejak kapan tanpa Agam sadari, setiap harinya dia justru menunggu foto yang dikirimkan Baby karena ingin tahu apa yang sedang dilakukan wanita itu. Itulah sebabnya Agam selalu reflek menatap layar ponselnya, untuk melihat apa Baby sudah mengirimkan fotonya atau belum.
"Ck, kenapa lama sekali?" Agam menutup layar ponselnya lalu berjalan menuju kamar twin. "Baby Arbeto!" teriak Agam hanya dalam hati saat melihat wanitanya itu sedang tertidur di atas ranjang milik hawa.
Bisa-bisanya wanita itu tertidur nyenyak di saat dirinya sedang menunggu, dan berharap melanjutkan kembali kegiatan mereka yang tertunda itu. Dengan langkah gontai Agam berjalan mendekati Adam untuk memastikan keadaan putranya, lalu bergantian memastikan keadaan Hawa yang terlihat tertidur pulas.
Dan terakhir Agam berjalan mendekati istrinya, lalu mengendong tubuh itu untuk ia bawa ke dalam kamar mereka. "Untung saja aku sangat mencintaimu, kalau tidak..." Agam menatap kesal wajah Baby yang tertidur pulas dan tidak terganggu sama sekali saat digendong.
__ADS_1
"Ck, dia pasti lupa." Agam hendak mematikan laptop tersebut. Namun karena merasa penasaran dengan cerita apa yang sedang ditulis oleh istrinya, Agam pun memutuskan untuk membaca novel yang seperti sudah hampir selesai. "Pasti cerita membosankan seperti yang sudah-sudah," gumamnya dalam hati sambil menarik halaman yang paling atas, di mana tertulis dengan jelas Love You A sebagai judul novel tersebut.
Karena merasa penasaran, Agam semakin bersemangat membaca isi di dalamnya yang ternyata menceritakan tentang dirinya dan Baby. Hampir dua jam lamanya dia membaca cerita tersebut dengan kening yang berkerut, dan sesekali mengumpat istrinya yang sudah membuat tokoh pria itu yang merupakan dirinya, sebagai pria yang sangat kejam dan menyebalkan.
"Aku tidak terima!" Agam menggebrak meja dengan keras, hingga membuat Baby yang tengah tidur terkejut dan langsung terbangun.
"A suara apa tadi?" Baby menatap Agam yang sedang berjalan kearahnya. "Kau kenapa?" tanya Baby dengan bingung, karena terbangun dari tidurnya di suguhkan dengan pemandangan wajah Agam yang masam.
__ADS_1
"Aku kenapa?" Agam mendorong bahu Baby dan langsung menghimpitnya di atas tempat tidur. "Katakan! Apa aku sangat kejam dan menyebalkan?" tanya Agam dengan tatapan tajam ke dalam kedua manik mata istrinya.
Baby menjawab dengan gelengan kepala dan tentu saja masih dengan raut wajah yang bingung.