
Satu bulan kemudian.
Hari-hari yang di jalani seorang Agam Mateo sudah tidak tenang lagi, setiap hari ada saja keinginan Baby yang aneh-aneh hingga membuat kepalanya pusing. Bahkan hampir membuat emosinya meledak jika saja tidak ingat apa yang diminta Baby, karena bawaan anak yang ada di dalam kandungan istrinya itu.
Ya, satu Minggu yang lalu saat acara resepsi pesta pernikahan mereka di adakan. Baby mendadak pingsan, membuat seluruh keluarga dan tamu undangan termasuk dirinya menjadi sangat khawatir. Namun setelah diperiksa dokter, kabar bahagia justru didapatkannya.
Dokter mengatakan istrinya itu tengah mengandung, dan usia kehamilannya baru berjalan tiga Minggu. Dan kabar bahagia itu tentu saja membuat seluruh keluarga Arbeto dan Mateo sangat bahagia, tapi tidak dengan Mom Luna. Ibu mertuanya itu justru marah kepadanya karena tidak memegang janji untuk tidak membuat Baby hamil.
Mom Luna marah karena ingin putri tercintanya itu lulus kuliah terlebih dahulu, dan alasan lainnya karena Baby masih berusia sangat muda yaitu delapan belas tahun. Mom Luna takut putrinya itu tidak bisa menjadi ibu yang baik, mengingat betapa manja dan keras kepala seorang Baby Arbeto. Tapi nasi sudah menjadi bubur, dan mau tidak mau mom Luna menerima kabar bahagia itu dengan suka cita.
__ADS_1
"A sudah selesai belum?" tanya Baby dengan tidak sabaran.
Agam menghela napasnya sebelum menjawab pertanyaan Baby. "Sebentar lagi sayang."
"Ck, dari tadi kau bilang sebentar lagi, sebentar lagi. Tapi sampai sekarang belum selesai juga?" gerutu Baby dengan wajah yang kesal.
"Sabar sayang," ucap Agam sembari terus mengerjakan apa yang diinginkan istrinya.
Bruk.
__ADS_1
Agam menggebrak meja hingga menjatuhkan buah naga dan pinset yang sejak tadi di pegang nya, dia begitu marah saat mendengar Baby menyebutnya sebagai Daddy yang tidak bisa di andalkan. Padahal sudah satu jam lamanya Agam berusaha memenuhi keinginan Baby yang menurutnya sangat aneh, bagaimana tidak aneh? Jika istrinya itu ingin makan buah naga tapi tidak mau dengan biji kecil yang ada di dalamnya. Sangat tidak masuk di akal bukan? Menginginkan daging buah naga tanpa biji kecil hitamnya, sedangkan biji hitam tersebut merupakan bagian dari daging buah naga itu sendiri.
Dan demi memenuhi keinginan Baby, Agam dengan penuh kesabaran memisahkan biji kecil hitam itu satu persatu dari daging buahnya. Dia bahkan membatalkan pertemuan dengan klien penting, hanya untuk memenuhi keinginan istri tercintanya itu.
"Sayang kau marah?" tanya Baby dengan wajah sendunya.
Agam menarik napas dan mengeluarkannya secara perlahan, karena tahu betul istrinya itu pasti akan menangis kalau dirinya tidak bisa bersabar. "Aku tidak marah, hanya saja kau harus menunggu! Tidak mudah memisahkan biji dari daging buahnya, karena...." Agam sampai tidak bisa meneruskan perkataannya, karena terlalu pusing saat melihat kembali buah yang sejak satu jam lalu dipegangnya. "Oh my God, kenapa keinginan Baby begitu aneh dan menyusahkan?" Agam lagi-lagi menghela napasnya. "Kalau kau ingin cepat, ijinkan pelayan membantuku."
"Tidak boleh! Aku hanya ingin kau yang melakukannya," ucap Baby dengan manja, dan tentu saja membuat Agam harus kembali bersabar menghadapi keinginan istrinya itu.
__ADS_1
Sementara para pelayan yang berdiri tidak jauh dari tuan dan nyonya mereka, sampai harus menahan tawanya saat melihat bagaimana tuan Agam di buat pusing oleh keinginan Nyonya Baby.