
Baby yang masih asik berbincang dengan Sky, tidak menyadari kehadiran seseorang yang kini berdiri tepat dibelakang mereka.
"Ayo kita pulang!" ucap Agam yang telah mengantar klien nya lebih dulu sebelum menghampiri wanitanya.
Baby yang terkejut saat mendengar suara Agam langsung menatap kebelakang, begitu pun dengan Sky yang ikut menatap kearah sumber suara.
"Kak," Baby segera berdiri dari tempat duduknya. "Apa sudah selesai pertemuannya?"
Agam tidak menjawab pertanyaan istrinya, karena kedua matanya kini menatap tajam pada sosok pria yang berdiri di samping Baby.
"Sepertinya hadiah dari Alex tidak membuatmu jera," ucap Agam seraya menepuk pundak Sky dengan kuat.
__ADS_1
Sky tersenyum sembari menepis lengan Agam. "Aku tidak tahu kalau hadiah itu kiriman mu."
"Hadiah?" sahut Baby dengan bingung. "Kau memberikan hadiah untuk Sky?" Baby tak menyangka suaminya itu begitu baik hati memberikan hadiah pada temannya. "Tapi tunggu dulu, tadi kak A berkata tidak jera? Apa maksudnya?" Baby terus bertanya tanpa menyadari kedua pria itu kini saling mengeluarkan aroma permusuhan.
"Baby, hadiah yang dimaksud adalah luka-luka ini." Sky menunjuk luka lebam di wajahnya.
"Apa? Berarti Kak A yang —" Baby menutup mulut dengan kedua tangannya sambil menatap wajah Agam dengan tak percaya. Ia begitu terkejut saat mengetahui suaminya itu yang sudah membuat luka lebam di wajah Sky. "Kak kenapa?"
Agam masih diam tidak menjawab pertanyaan Baby, tatapan matanya tidak sekalipun lepas dari pria yang berdiri didepannya, seperti seorang pemburu yang tengah menatap buruannya.
Mendengar perkataan Jonathan sontak membuat Agam menghirup napasnya dengan panjang lalu menarik tangan Baby. "Ayo kita pulang!" ia tidak ingin berlama-lama ditempat tersebut karena takut tidak bisa menahan amarahnya, karena jika ia sudah lepas kendali maka tidak akan pandang bulu. Jangankan menghajar seorang Sky, bahkan ia pernah memukul Boy Arbeto yang beda satu level di atasnya.
__ADS_1
"Tunggu Kak!" Baby menghempaskan tangan Agam yang menariknya. "Katakan padaku kenapa kakak memukul Sky? Memangnya apa kesalahan yang diperbuatnya?"
Agam tidak menjawab pertanyaan Baby, ia kembali menarik tangan wanitanya dengan kuat untuk pergi dari tempat tersebut.
"Kak sakit," lirih Baby.
"Hei lepaskan! Kau tidak dengar dia kesakitan?" Sky melangkah maju ingin menghampiri Baby, namun belum sempat mendekat ia justru terjatuh kebelakang saat sebuah pukulan kuat melayang tepat ke wajahnya.
"Ah..." Baby berteriak saat melihat Agam melayangkan bogem mentah pada Sky, hingga membuat pria itu terjatuh ke atas lantai. Belum sempat ia terhenti dari keterkejutannya dan ingin menolong Sky, tubuhnya lebih dulu terasa melayang karena saat ini Agam tengah menggendongnya. "Kak turunkan aku!"
"Diam Baby!" sentak Agam, membuat istrinya itu terdiam tanpa berani berkata lagi. Ia pun menatap tajam pada pria yang kini tergeletak di atas lantai. "Hadiah itu aku berikan karena sudah berani mencium istriku," ucap Agam dengan suara beratnya. "Jo kau urus dia!" setelah mengucapkan itu Agam berjalan keluar dari hotel dengan membawa Baby dalam gendongannya.
__ADS_1
Meninggalkan Sky yang tengah mengusap sudut bibirnya yang kembali terluka, padahal luka yang kemarin saja belum kering kini sudah bertambah luka yang baru.
"Sudah aku bilang bukan? Jangan berhubungan dengan keluarga Arbeto, Mateo, Graham atau pun Richard. Tapi kau justru jatuh cinta pada wanita keturunan Arbeto yang bercampur dengan Mateo, dan ini hasilnya karena sudah berani mencintai wanita dari keturunan mereka." Gumam Sky dalam hati dengan tersenyum lirih, menatap kepergian Baby yang berada di dalam gendongan Agam Mateo.