
"Apa? Kau bilang tidak sengaja?" Baby tersenyum sinis. "Kalau hanya satu kali kau boleh mengatakan tidak sengaja, tapi kau melakukannya dua kali! Itu artinya kau doyan dan menginginkannya." Sindir Baby dengan ketus.
"Terserah kau mau mengatakan apa, tapi bagiku ciuman itu tidak berarti apapun."
"Kau!" Baby hendak menampar wajah Agam, tapi tangannya tertahan saat kedua matanya melihat sudut bibir pria itu yang terluka. "Ini kenapa?" ia hendak menyentuh luka tersebut, namun tangannya justru ditampik dengan kasar oleh Agam.
"Sudah hampir sepuluh menit, jika tidak ada yang ingin dibicarakan lagi maka keluarlah!" Agam berjalan menuju kursi kerjanya.
"Masih ada satu lagi pertanyaanku." Ucap Baby sembari terus menatap luka di sudut bibir Agam, dan jika diperhatikan dengan teliti didekat mata bagian bawah juga terlihat bengkak dan biru seperti bekas pukulan. Membuat Baby bertanya-tanya dalam hatinya, siapa yang sudah memukul Agam? Dan kapan itu terjadi? Karena seingatnya terakhir kali bertemu saat ciuman itu, wajah Agam masih tampan dan mulus tanpa luka secuil pun.
"Apa yang ingin kau tanyakan?" Agam yang sudah duduk di kursi kerjanya bertanya tanpa menatap wajah Baby, ia lebih memilih membuka berkas yang ada di atas meja dari pada menatap gadis itu.
"Kenapa aku dipecat? Apa karena kejadian kemarin malam? Tapi yang menciumiku itu kau bukan aku, jadiβ"
__ADS_1
"Sudah aku bilang ciuman itu tidak berarti apa pun, dan kau di pecat karena perusahaan ku tidak membutuhkan tenaga mu lagi."
Deg.
Baby yang semula merasa iba dengan luka yang ada di wajah tampan Agam, sontak menatap tajam pria itu dengan tatapan penuh luka. Luka dihatinya karena Agam terus menerus mengatakan kejadian ciuman yang mereka lakukan tidak berarti apa pun, dan hanya sebuah ketidaksengajaan.
"A kau jahat sekali! Aku benar-benar kecewa padamu." Baby menahan air mata yang hendak jatuh di kedua pipinya. "Sungguh aku menyesal telah jatuh cinta padamu."
"Bagus kalau kau menyesal, sekarang keluar dari ruangan ku karena waktunya telah habis." Agam menutup berkas yang ada ditangannya, menatap wajah Baby dengan raut wajah yang dingin dan datar.
"Tunggu Baby!" Ucap Agam saat melihat gadis itu hendak pergi dari ruangannya. "Dan kau juga harus ingat! Aku adalah sepupumu dan sampai kapanpun hubungan kita adalah saudara, karena kita berdua bagian dari keluarga besar Arbeto dan Mateo."
Baby yang terdiam di tempatnya kembali berjalan tanpa ingin menatap kebelakang, dengan langkah kaki penuh amarah ia bertekad untuk membuat pria itu menyesali setiap perkataannya.
__ADS_1
*
*
"Agam Mateo aku membencimu, kau laki-laki bre*ngsek!" teriak Baby dengan keras setelah keluar dari perusahaan Dimitri. Corp." Ia tidak peduli orang-orang disekitar jalanan menatap kearahnya.
"Jadi pria yang sejak dulu membuatmu galau itu Agam Mateo?"
"Kau...!" Baby terkejut saat melihat sosok yang berbicara padanya. "Lagi-lagi kau! Kenapa aku selalu bertemu denganmu?" keluh Baby saat melihat Sky yang sudah berdiri di sampingnya.
"Itu tandanya kita berjodoh." Sky menarik tangan Baby dan membawa gadis itu pergi dari tempat tersebut, karena banyak orang yang sedang menatap Baby yang tadi berteriak seperti orang tidak waras.
Dan tanpa disadari oleh keduanya dari tempat yang tidak jauh, ada seseorang yang menatap kepergian mereka dengan sorot mata yang tajam.
__ADS_1
...πππ...
...Hai semuanya, Mom mau mengucapkan Selamat tahun baru 2022π, semoga di tahun baru ini hidup kita dipenuhi oleh keberkahan, dan apa yang dicita-citakan kita semua terwujud Aamiinπ€²π...