Love You A

Love You A
Part 109


__ADS_3

Suasana di ruang tengah yang begitu luas itu terasa mencekam, saat sang pemimpin di mansion tersebut menatap tajam pada dua wanita yang kini tengah duduk di atas sofa. Kedua wanita itu tidak lain dan tidak bukan adalah Baby Arbeto dan Cleopatra Mateo. Keduanya kini tengah di sidang setelah kejadian malam itu, dimana Baby pulang dalam keadaan mabuk dan Cleo yang ditahan saat penggerebekan yang dilakukan kepolisian di hotel yang didatanginya.


"Kalian benar-benar sudah keterlaluan!" bentak Agam sembari menendang meja yang berada tepat dihadapan istri dan adiknya itu.


Hingga membuat Baby terkejut dan hampir menangis karena ketakutan, sedangkan Cleo tampak lebih tenang bahkan terkesan cuek sembari menahan rasa kantuknya. Bukan tanpa alasan Cleo merasa sangat mengantuk, karena dia baru tidur saat jam lima pagi dan sekarang jam tujuh pagi dirinya harus bangun hanya untuk mendengarkan kemarahan kakaknya.


"Kesalahan kalian itu sangat fatal!" sentak Agam kembali, menatap tajam pada dua wanita yang tengah menundukkan kepalanya. "Dan sebagai hukumannya, untuk Baby mulai besok akan tinggal di mansion utama!"


"What?" Baby yang menunduk langsung menatap kearah Agam. "A kau mengusirku?" tanya nya dengan tak percaya.


"Kita akan tinggal terpisah selama satu bulan!" ucap Agam kembali tanpa menjawab pertanyaan istrinya.


"A aku tidak mau," Baby hendak berdiri dari tempat duduknya. Namun Agam menatapnya dengan tajam hingga membuat dirinya kembali duduk.

__ADS_1


"Dan kau Cleo!" Agam kini menatap pada adiknya. "Mulai hari ini kau tidak diperbolehkan melakukan kegiatan modeling!"


"What?" Cleo menatap tak percaya dengan apa yang didengarnya, bahkan rasa kantuknya menghilang begitu saja berganti dengan rasa amarah. "Tidak bisa begitu A, dunia modeling adalah hidupku!"


"Aku tidak peduli itu," Agam mengangkat kedua bahunya.


"A ini tidak adil, aku tidak bersalah sama sekali. Kau tahu jelas aku hanya berada di tempat dan waktu yang salah. Jadi kau tidak bisa menghukum ku dengan sekejam ini!" protes Cleo dengan penuh emosi.


"Itu... " Cleo tidak bisa berkata-kata, karena memang dirinya yang membuat Baby mabuk agar dia bisa melarikan diri bersama dengan teman-temannya.


"Keputusan aku sudah bulat! Dan kalian harus menerima hukum itu!"


"A...." Baby dan Cleo bersamaan memanggil Agam dengan tatapan memohon, namun Agam tidak memperdulikan tatapan kedua wanita itu.

__ADS_1


"Sayang aku minta maaf, bisakah kau cabut hukuman mu? Aku tidak bisa tinggal terpisah denganmu." Baby memberanikan diri mendekati suaminya yang tengah marah, memegang jemari suaminya lalu mengecup bibir pria nya dengan penuh kelembutan.


"Ck, menjijikkan." Gerutu Cleo dengan kesal saat melihat Baby merayu kakaknya.


Sedangkan Baby tidak mempedulikan Cleo yang menggerutu, karena tujuannya saat ini adalah membuat Agam menarik hukumannya. Karena dia tidak mau tinggal terpisah dari suaminya walau hanya untuk satu malam.


"Kalau aku tinggal di mansion utama, kita tidak akan bisa bercinta bukan? Apa kau sanggup tidak menyentuhku?" bisik Baby dengan merayu.


Agam menarik satu sudut bibirnya. "Walaupun kita tinggal terpisah, bukan berarti aku tidak bisa menyentuhmu." Jawab Agam yang ikut berbisik di telinga istrinya.


"Ish, kau itu menyebalkan! Mana ada yang seperti itu? Lebih baik aku pergi dan tinggal bersama Mom Luna agar kau tidak bisa menyentuhku!" Baby yang marah beranjak dari tempat tersebut.


Dan Agam hanya diam menatap istrinya yang pergi menuju kamar mereka, karena urusannya dengan Cleo belum selesai.

__ADS_1


__ADS_2