
Seluruh keluarga besar Arbeto yang sudah sampai di tempat pernikahan Agam dan Cindy, segera memasuki ballroom luas dan mewah tersebut. Mereka membaur bersama keluarga besar yang lainnya sembari bercengkrama ringan.
"Kenapa acaranya belum di mulai?" tanya Luna pada Mini istri David Mateo, karena ia pikir mereka akan terlambat menyaksikan pernikahan Agam dan Cindy.
"Kita sedang menunggu kedua mempelai." Jawab Mini.
"Menunggu kedua mempelai? Memangnya mereka kemana?" Luna baru menyadari sejak tadi tidak melihat keberadaan Agam dan Cindy, ia juga sedikit bingung kenapa kedua mempelai belum berada di dalam ballroom, sementara seluruh keluarga dan tamu yang hadir sudah ada di dalam ruangan tersebut.
"Tadi A mengajak Cindy keluar, dia bilang ada hal penting yang harus dibicarakan dengan calon istrinya." Mini tersenyum saat mengingat bagaimana wajah putranya yang biasanya datar tanpa ekspresi apa pun, terlihat gugup dan salah tingkah.
"Oh..." Luna menganggukkan kepalanya.
"Lun di mana Baby? Kenapa aku tidak melihatnya?" Mini menatap ke samping dan belakang, mencari sosok gadis periang yang selalu menempel pada Agam sejak gadis itu masih kecil.
__ADS_1
"Baby sakit, jadi kemungkinan besar dia akan terlambat datang."
"Sakit? Baby sakit apa?" tanya Mini dengan raut wajah yang cemas.
"Sakit hati."
"Sakit hati?" sahut Mini dengan wajah yang bingung.
"Sakit hati karena putramu akan menikah." Bisik Luna.
"Ya ampun Mini putriku itu mencintai putramu."Jelas Luna dengan gemas karena sahabat baiknya itu tidak juga mengerti apa maksudnya.
"What? Baby mencinta A?" Mini yang terkejut menutup mulut dengan kedua tangannya.
__ADS_1
"Ya, tapi sayangnya putramu itu tidak mencintai putriku." Ucap Luna dengan raut wajah yang sendu, karena untuk yang pertama kalinya putri kesayangannya itu tidak bisa mendapatkan apa yang diinginkannya. Dan ia sebagai seorang ibu merasa gagal karena tidak bisa mewujudkan apa yang menjadi kebahagiaan Baby.
"Ta-tapi Luna kenapa kau tidak mengatakan padaku?"
"Untuk apa aku mengatakannya? Bukankah sudah aku bilang putramu itu tidak mencintai putriku."
"Tapi setidaknya kalau aku tahu, aku bisa meminta A untuk mencintai Baby. Kau kan tahu dia sangat menyayangiku dan mau melakukan apa pun yang aku inginkan, termasuk menikah dengan Cindy." Mini merasa kecewa pada Luna karena tidak mau memberitahu perasaan Baby padanya.
"Ya sudahlah toh semuanya sudah terlambat, lagi pula mereka berdua itu saudara sepupu dan belum tentu Dafa dan David merestui hubungan mereka."
Mini terdiam karena setuju dengan perkataan Luna, bahwa Baby dan Agam adalah saudara sepupu dan kemungkinan besar Dafa dan David tidak akan menyetujui hubungan keduanya.
"Sejak kapan kau tahu Baby mencintai A?" tanya Mini dengan penasaran.
__ADS_1
"Sebenarnya sudah sangat lama, waktu itu aku kira Baby tertarik pada A hanya sebatas rasa kagum seorang anak perempuan pada kakak laki-lakinya. Tapi semakin kesini aku melihat rasa tertarik pada A berubah menjadi rasa tertarik pada lawan jenis." Jelas Luna panjang lebar, dan dugaannya bahwa Baby mencintai Agam itu terkuak saat ia dengan sengaja membaca buku harian putrinya. Di sana tertulis dengan jelas semua perasaan Baby pada Agam yang ternyata sudah lama dipendam oleh gadisnya.
"Luna aku benar-benar sangat menyesal," Mini merasa tidak enak hati karena kesedihan Baby disebabkan oleh rasa cintanya pada Agam.