Love You A

Love You A
Part 114


__ADS_3

Setelah selesai dari toilet, Cleo segera kembali ke meja tempat calon suaminya berada. Karena ia harus secepatnya membuat Bram muak dan mau memutuskan perjodohan mereka.


"Maaf tadi aku sedikit lama, karena..." Cleo tidak meneruskan perkataannya saat melihat sosok pria yang begitu tampan duduk di kursi yang tadi di duduki Bram. Pria yang menurutnya bernilai sembilan koma lima itu begitu sempurna di matanya, bahkan saking sempurnanya Cleo tidak bisa berhenti menatap pria itu. Menatap pria berwajah tegas, berhidung mancung dengan bibir tipis, dan mata yang berwarna amber yang memberikan warna cerah di kulitnya yang pucat. Sungguh sebuah pahatan sempurna yang sangat sayang untuk dilewatkan. "Siapa dia?" tanya Cleo dalam hati dengan mata yang tak berkedip sedikitpun.


"Nona Cleo, kenalkan dia Tuan Kenan Meyer," ucap Bram saat melihat wanita itu hanya diam saja, begitupun dengan tuan Kenan yang tampak datar tidak berekspresi sedikitpun.


"Oh namanya Kenan, cukup bagus dan cocok dengan wajahnya yang tampan." Cleo masih bergumam dalam hati, lalu mengulurkan tangannya untuk menyapa pria tersebut yang kemungkinan besar teman calon suaminya. "Kenalkan aku Cleopatra, kau pasti teman Tuan Bram?"


"Maaf Nona Cleo, diaβ€”" Bram tidak melanjutkan perkataannya saat mendengar tuan Kenan berdeham dengan keras.

__ADS_1


"Aku Kenan Meyer," ia berdiri lalu menyambut uluran tangan wanita yang bernama Cleopatra.


"Kenan Meyer, senang berkenalan denganmu tampan." Goda Cleo dengan senyum terbaiknya, agar Bram melihat sejalang apa seorang Cleopatra Mateo. Namun senyum itu langsung memudar saat melihat jam yang melingkar di tangan pria itu. Ia ingat betul pria yang menabraknya saat ke toilet tadi mengenakan jam mewah limited edition yang hanya di miliki oleh beberapa orang kaya termasuk Boy dan Agam. "Kau!" dengan cepat Cleo berjalan berputar untuk melihat punggung pria itu, untuk memastikan kembali apa benar dugaannya.


Dan sikap Cleopatra yang aneh itu membuat Bram dan Alex bingung, tapi tidak dengan Kenan yang terlihat tak peduli dan terkesan dingin.


"Kau yang menabrak ku tadi bukan?" tanya Cleo dengan ketus dan penuh emosi, karena akhirnya ia bertemu dengan pria sombong tidak tahu sopan santun yang pergi begitu saja setelah menabraknya tanpa kata maaf.


"Bagus kita bertemu disini, sekarang ganti rugi! Karena sudah membuat ponsel mahal ku terjatuh!" Cleo menadahkan tangannya dihadapan pria sombong itu.

__ADS_1


Kenan menarik satu sudut bibirnya tanpa mengalihkan tatapan matanya pada Cleo, pada wanita yang akan dinikahinya. "Bram berikan berapa pun yang dia mau!" ucapnya pada asisten pribadinya.


"Eit, tunggu dulu! Aku ini minta padamu, bukan pada Bram!" tunjuk Cleo tepat di wajah Kenan. Ia tidak mau menerima uang Bram, karena calon suaminya itu tidak ada kaitan dengan apa yang terjadi padanya dan juga Kenan.


"Maaf Nona Cleopatra, uang Tuan Kenan ada padaku karena aku yang memegang keuangannya." Jelas Bram.


"Apa maksudmu? Jangan bilang kau bekerja padanya!" Cleo kembali menunjuk wajah Kenan, membuat pria itu mulai marah karena sejak dulu tidak pernah ada yang berani menunjuknya seperti itu.


"Iya Nona, aku bekerja sebagai asisten pribadi Tuan Kenan Meyer." Jelas Bram.

__ADS_1


"What? Ta-tapi bagaimana bisa?" Cleo menjadi bingung, karena tidak mengerti kenapa Dad David menjodohkan dirinya dengan seorang asisten pribadi. Walaupun tidak ada yang salah dengan profesi itu, tapi ia merasa aneh saja. Kalau pun memang Dad David ingin menjodohkan dirinya dengan seorang asisten pribadi, kenapa tidak dengan Liam, Jonathan, atau bila perlu Alex sekalian.


πŸƒ Note: Yang bertanya cerita Agam dan Baby apa masih dilanjut? Jawabannya tentu saja masih dilanjut, Mom memasukkan cerita Cleo dan Kenan hanya sebagai pembuka untuk novel baru mereka berdua.


__ADS_2