
Sementara itu di tempat yang berbeda. Terlihat seorang wanita cantik tengah berkutat di depan layar laptopnya, dengan jari yang begitu lincah menari di atas keyboard mengetik kata demi kata menjadi sebuah kalimat untuk ia jadikan sebuah novel.
Ya, semenjak dihukum tidak boleh keluar dari mansion selain untuk urusan kuliah dan pekerjaan, Baby kembali fokus menulis novel tentang kisah cintanya bersama Agam.
Baby sengaja menulis kisah cintanya itu menjadi sebuah novel, agar bisa dibaca oleh semua orang termasuk anak-anak nya kelak. Dan saat memikirkan anak-anak, tangannya secara refleks menyentuh perutnya yang datar.
"Apa aku sanggup hamil dan melahirkan?" tanyanya pada diri sendiri, karena dia merasa tidak yakin bisa hamil di usianya yang masih muda. Terlebih lagi Baby masih ingin hidup bebas dan bersenang-senang. "Rasanya tidak lucu seorang Baby memiliki Baby?" ucapnya dengan tertawa geli, tanpa menyadari sejak tadi ada seseorang yang mendengarkan pembicaraannya.
"Kau sedang apa?"
Baby yang terkejut menengok kebelakang, dan melihat suaminya sudah berada di dalam kamar mereka entah sejak kapan. Ia pun segera menutup layar laptop lalu menghampiri Agam yang terlihat tengah menggulung lengan kemejanya. "Kau sudah pulang?"
Agam menganggukkan kepalanya. "Aku ingin membawamu ke suatu tempat, bersiaplah!"
"Tapi kita mau kemana?" tanya Baby dengan bingung, karena biasanya pria itu lebih memilih menghabiskan waktu mereka untuk bergumul di atas ranjang dari pada pergi keluar.
__ADS_1
"Jangan banyak bertanya! Cepat bersiaplah!"
Baby yang tidak ingin berdebat dengan suaminya, memilih masuk ke dalam walk in closet untuk berganti pakaian.
"Di mana Cleo? Dia sudah pulang atau belum?" tanya Agam. Karena ia tahu hari ini adiknya bertemu dengan calon suaminya, dan Agam ingin menanyakan bagaimana pertemuan keduanya.
"Sepertinya Cleo belum pulang," jawab Baby dengan berteriak.
"Belum pulang?" Agam menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya, merasa bingung kenapa adiknya itu belum pulang. Ia pun mengambil ponselnya ingin menghubungi Alex untuk menanyakan keberadaan Cleopatra, namun panggilan itu tidak juga diangkat. "Mungkin mereka sedang dalam perjalanan pulang?" pikir Agam.
*
*
"Kau ingin membelikan aku pakaian?" tanya Baby sembari masuk ke dalam butik.
__ADS_1
Agam menganggukkan kepalanya. "Lebih tepatnya gaun pernikahan."
Seketika itu juga Baby menatap suaminya dengan wajah yang terkejut. "Gaun pernikahan? Jadi kita akan mengadakan acara resepsi?"
Agam lagi-lagi menganggukkan kepalanya. "Untuk persiapan pesta sudah di tangani oleh wedding organizer, mereka akan membuat pesta seperti yang kau inginkan."
"Ah.. terima kasih A." Baby tanpa malu memeluk suaminya di depan pemilik butik, dan para karyawan yang ada di ruangan tersebut.
Agam yang tidak terbiasa bermesraan di depan umum, mendorong perlahan tubuh Baby sembari berdeham dengan keras. "Cobalah gaun mu!"
Baby menganggukkan kepalanya dengan perasaan sedikit kesal, karena lagi-lagi Agam membatasi kedekatan mereka jika berada di tempat umum.
"Mari ikut kami, Nyonya!" sang pemilik butik langsung melayani sendiri pelanggannya, karena mengetahui dengan jelas siapa itu Agam Mateo dan Baby Arbeto. Dua keluarga besar yang sangat berpengaruh baik di dalam dan luar negeri.
Melihat Baby masuk ke dalam ruang ganti pakaian, Agam memilih duduk di atas sofa sembari mengecek pesan yang masuk ke dalam ponselnya. Dan setelah menunggu lama akhirnya Baby keluar dengan gaun pengantin yang melekat di tubuhnya.
__ADS_1