
Baby mengambil napas dalam-dalam lalu kembali mengejan, itu dilakukannya selama beberapa kali.
"Sayang kau serius ingin melahirkan?" tanya Agam semakin panik saat istrinya beberapa kali mengejan.
"Kau pikir aku bercanda?" Baby memukul Agam dengan kesal sambil menarik napas dan mengeluarkannya secara perlahan. "Cepat buka dalaman ku!" pinta Baby.
"Dalaman?" Agam yang tidak mengerti, menatap wajah Baby yang terlihat kesakitan untuk mendapatkan jawaban.
"Lepaskan celana dal-amku! Twin mau keluar," Baby menjadi gemas pada suaminya karena tidak cepat tanggap, dan justru membuatnya emosi disaat kesakitan.
"Tapi sayang ada Pak supir di kursi pengemudi," Agam tidak mungkin membiarkan tubuh Baby menjadi tontonan pria lain, apalagi pada supirnya.
"Hanya dalaman A, bukan pakaianku. Cepat lepaskan!"
"Tapi—"
__ADS_1
"Cepat A! Atau kau mau kepala twin terjepit di celana da-lam ku?"
"Eh, itu...." Agam berpikir sesaat, lalu meminta pada supirnya untuk tidak melihat kebelakang. Baru setelah itu Agam pindah duduk sambil melepaskan dalaman istrinya, dan kembali merapihkan dress yang dikenakan Baby agar tidak terlihat. "Aku mohon jangan melahirkan disini, tahan sebentar lagi ya sayang." Bujuk Agam sambil mengusap perut istrinya.
Tidak bisa Agam bayangkan jika Baby melahirkan di dalam mobil, selain tidak ada dokter dia pun tidak tahu harus berbuat apa. Apalagi kehamilan istrinya yang baru menginjak usia tujuh bulan, semakin membuat Agam ketakutan.
"Tidak bisa A, twin terus mengajak ingin keluar." Lirih Baby dengan napas yang naik turun, sungguh tenaganya sudah hampir habis dan ia tidak sanggup jika harus menunggu sampai rumah sakit.
"Bagaimana ini?" Agam kembali menyuruh supir untuk lebih cepat mengendari mobil nya.
"Kau dengar sayang? Sebentar lagi kita sampai, jadi tahan dulu."
"Sebentar lagi, sebentar lagi, dari tadi kau hanya bilang sebentar lagi tapi tidak sampai-sampai," Ketus Baby. "Oh my God, sakit sekali! Ingatkan aku untuk tidak hamil lagi, aku benar-benar tidak mau hamil lagi!" teriak Baby, menarik napas sebanyak-banyaknya untuk kembali mengejan.
Sedangkan Agam hanya bisa menggenggam tangan Baby, sambil menatap kearah milik istrinya yang terlihat jelas karena wanita itu sedang mengangkang dihadapannya.
__ADS_1
"Sayang, itu...!" Agam terkejut saat melihat sesuatu yang keluar.
"Hu.. hu.. akh..." Baby berteriak saat merasakan twin mengajak keluar, ia pun reflek mengejan kembali dengan sekuat tenaga.
"Baby, oh my God. Itu..." Agam yang melihat dengan jelas apa yang keluar dari bagian inti istrinya, kini merasakan kepalanya berputar-putar.
"A jangan pingsan!" Teriak Baby saat melihat suaminya yang terkulai lemas. "Hu.. hu.. akh..." Baby mengejan kembali dengan lebih kuat.
Dan beberapa detik kemudian terdengarlah suara tangisan bayi yang begitu nyaring di dalam mobil, bertepatan dengan sampainya mobil mereka tepat di depan rumah sakit.
"Keluar.. bayinya keluar!" teriak Agam dengan wajah yang terkejut dan begitu panik, saat melihat sosok yang begitu kecil dengan jenis kelamin pria berada di antara kedua belah kaki istrinya. Dan kini Agam bingung harus melakukan apa, ingin menggendong bayi kecil itu tapi dia tidak berani, terlebih lagi kepalanya terasa semakin berputar dengan hebat.
"Tuan kita sudah sampai!" ucap supir dan segera keluar dari mobil.
Agam yang sudah terkulai lemas dan sempat ingin pingsan, menjadi bersemangat kembali saat melihat pintu mobil terbuka dan memperlihatkan seorang dokter yang segera masuk ke dalam mobil mereka.
__ADS_1