
Keesokkan harinya Baby yang masih penasaran dengan apa yang terjadi pada Agam dan kakaknya, memutuskan untuk datang ke Mansion Mateo. Namun setelah sampai di mansion sepupunya itu, Baby mendapatkan kabar kalau Agam sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri.
Baby yang tidak kehilangan akal mencoba menghubungi Agam melalui sambungan ponsel, tapi berkali-kali sambungan ponselnya tidak diangkat oleh pria itu. Karena tidak tahu harus melakukan apa lagi, ia pun memutuskan untuk kembali ke Mansion utama dengan harapan setelah Agam pulang dari luar negeri ia bisa bertemu dengan pujaan hatinya.
Namun harapan kini tinggallah harapan, karena setelah dua Minggu berlalu tidak ada kabar sama sekali dari pria itu. Di mansion maupun di kantornya Agam tidak terlihat sama sekali, membuat Baby kebingungan harus mencari pria itu kemana lagi.
Dan akhirnya dengan bermodalkan tekad yang membara, Baby memutuskan untuk menunggu mobil Agam diluar mansion Mateo. Pagi-pagi buta ia sudah menunggu di sudut jalan hanya agar bisa menemukan keberadaan Agam.
"Hari ini aku tidak boleh gagal menemui A!" gumam Baby dengan penuh semangat, bukan hanya karena rasa rindu yang ia rasakan. Tapi ada kabar penting yang ingin ditanyainya tentang pernikahan Agam dan Cindy yang ternyata dipercepat menjadi Minggu ini.
__ADS_1
Setelah menunggu hingga empat jam lamanya, Baby tidak melihat tanda-tanda mobil Agam keluar dari mansion Mateo. Tidak ingin putus asa ia pun melajukan kendaraannya menuju perusahaan Dimitri. Copr.
Selang setengah jam setelah ia sampai di perusahaan tersebut, Baby melihat mobil milik Agam keluar dari perusahaan tersebut. Tak ingin menunggu lebih lama lagi Baby melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi lalu menyalip mobil tersebut.
"Ada apa ini?" Agam yang sedang memegang ponselnya merasa terkejut, saat mobil yang ditumpanginya berhenti mendadak.
"Di depan ada mobil yang nekat menyalip dan berhenti mendadak di depan mobil kita, Tuan." Jawab sang supir.
"Dia..." Dengan penuh amarah Agam membuka pintu mobilnya, saat melihat gadis itu turun dari mobil. "Apa yang sedang kau lakukan?" ia menarik kasar lengan Baby dan membawa gadis itu kembali masuk ke dalam mobilnya. "Kau tahu? Yang kau lakukan itu berbahaya!" sentak Agam setelah mereka berdua berada di dalam mobil Baby.
__ADS_1
"Aku tahu itu berbahaya, tapi tidak ada cara lain agar aku bisa bertemu denganmu." Ucap Baby dengan tangis yang keluar dari bibirnya, bukan menangis karena dibentak oleh Agam. Tapi ia menangis karena begitu merindukan pria itu yang kini ada dihadapannya.
Agam yang melihat Baby menangis reflek memeluk gadis itu, gadis yang sudah sangat lama tidak ia temui karena untuk menjaga semuanya agar tetap berjalan sesuai dengan semestinya.
"A kenapa kau menghindari aku? Kau tahu aku begitu tersiksa karena merindukanmu." Baby memeluk Agam dengan erat dan tidak ingin melepaskannya lagi.
"Baby lihat aku!" Agam mengurai pelukannya lalu menangkup wajah cantik itu. "Kau tidak boleh merindukanku lagi, hilangkan lah perasaanmu itu dan lupakan apa yang pernah aku lakukan padamu." Agam mengusap rambut Baby dengan perlahan.
"Tidak A, aku tidak bisa menghilangkan rasa cintaku. Kau tahu rasa ini sudah tumbuh sejak aku mengenal apa itu cinta, bagiku kau pria pertama dan terakhir yang ada dihidupku."
__ADS_1
Agam hanya diam mendengar ungkapan hati Baby, ia tidak menyangka sebesar itu perasaan Baby terhadapnya.