Love You A

Love You A
Part 102


__ADS_3

Suara mende*sah yang terdengar begitu sexy memenuhi seluruh sudut kamar, hentakan demi hentakan permainan sang pria membuat sang wanita terbayang melayang. Kedua tubuh yang saling menyatu itu bergerak erotis mengejar sebuah kenikmatan, hingga akhirnya kedua insan itu melenguh dengan panjang saat mencapai sebuah pelepasan yang sempurna.


Sang pria menatap dengan penuh cinta wajah sang wanita, merapihkan helaian rambut yang mengenai wajah cantik itu. Tatapan matanya beralih pada tubuh sayang wanita yang terlihat bermandikan keringat, setalah aktifasi panas yang mereka lakukan selama beberapa ronde tadi.


"A aku lapar," keluh Baby sembari mendorong dada bidang suaminya, ia kesal karena seharian ini dikurung di dalam kamar dan yang mereka lakukan hanya kegiatan di atas ranjang.


Tadinya Baby pikir Honeymoon itu menyenangkan karena akan jalan-jalan, dan menghabiskan waktu bersama pria yang sangat ia cintai. Tapi kenyataannya sejak masuk ke dalam kamar hotel, yang dilakukan mereka hanyalah bercinta istirahat lalu melanjutkan kembali percintaan panas mereka.


"Kau mau makan apa?" tanya Agam sembari menyelimuti tubuh polos ke-duanya, lalu mengangkat gagang telepon yang ada di atas nakas.


"Tapi aku ingin makan di luar!" pinta Baby saat melihat suaminya hendak memesan makanan.

__ADS_1


"Kita makan di kamar saja!"


"Tapi aku ingin di luar," pinta Baby kembali dengan wajah yang ditekuk. "Lebih tepatnya aku ingin jalan-jalan, menikmati indahnya kota Paris sambil berfoto-foto bersamamu."


Agam meletakan kembali gagang telepon di tempatnya semula, lalu memeluk tubuh mungil wanitanya. "Baby kau sudah sering pulang pergi ke kota ini, bahkan seluruh tempat wisata sudah pernah kau datangi, jadi untuk apa kita jalan-jalan? Kita juga sudah sering foto-foto bersama bahkan sejak kau kecil."


"Ck, kau itu benar-benar pria yang tidak peka. Aku ini ingin memiliki momen indah bersamamu saat kita honeymoon, bukannya terus terkurung di dalam kamar ini dengan kegiatan itu-itu saja." Gerutunya dengan wajah yang ditekuk.


"Tapi kau menikmatinya bukan?" Agam kembali menindih tubuh istrinya, mencium bibir mungil itu yang sejak tadi mengeluh.


"A hentikan!" dengan cepat Baby mendorong tubuh kekar Agam saat merasakan pria itu kembali bergairah, ia tidak mau melayani lagi nafsu suaminya yang ternyata tidak pernah lelah sedikitpun.

__ADS_1


"Kenapa kau takut? Aku hanya ingin mencium bibirmu." Agam mendaratkan kembali kecupannya sembari menggelitik tubuh Baby hingga membuat wanita itu tertawa.


"A geli...!" ucap Baby dengan tawa dibibirnya, namun tawa itu langsung menghilang saat mengingat sesuatu. "Sayang, tadi saat bercinta kenapa tidak memakai pengaman?" tanya Baby dengan penasaran.


"Karena rasanya tidak enak," jawab Agam dengan jujur, itu sebabnya di tengah ronde pertama ia memutuskan untuk melepaskan pengaman yang dikenakannya. Agam juga dengan penuh kesadaran mengeluarkan benihnya di dalam rahim Baby, karena tidak tahan jika harus berhenti di saat ujung kenikmatan.


"Tapi A bagaimana kalau aku hamil?" tanya Baby dengan cemas.


Deg.


Agam menurunkan padangan matanya kearah perut rata Baby, mengusap perut tersebut dengan perlahan, sembari membayangkan bagaimana rasanya memiliki seorang anak dari wanita yang sangat ia cintai itu. "Memangnya kenapa kalau kau hamil?"

__ADS_1


"Ya ampun Agam Mateo, kau lupa Mom Luna mengatakan apa? Aku harus lulus kuliah dulu! Lagi pula aku ini belum siap untuk hamil, aku masih muda dan ingin bersenang-senang dulu." Jawab Baby panjang lebar tanpa menyadari raut wajah Agam sudah berubah menjadi datar.


__ADS_2