Love You A

Love You A
Part 136


__ADS_3

"Tapi kenapa kau menulis karakter ku kejam dan menyebalkan di dalam novelmu?" kini tangannya mencengkram kedua tangan Baby agar wanita itu tidak bisa bergerak.


"Novelku?" Baby mengerutkan keningnya, namun itu hanya sesaat lalu tersenyum saat mengerti arah pembicaraan suaminya. "Aku menuliskan karaktermu yang kejam dan menyebalkan agar ceritanya semakin menarik," bohong Baby. Karena pada kenyataannya Agam memang kejam dan menyebalkan! Kejam karena pria itu terus menolak cintanya, dan menyebalkan karena dirinya selalu di perlakukan seenaknya. "Eh tunggu dulu! Kau membaca novelku?" tanya Baby saat tersadar.


"Aku tidak sengaja membacanya," jawab Agam sambil mencium wangi rambut istrinya.


"Ish, mana ada membaca karena tidak sengaja." Baby mengerucutkan bibirnya. "Oh ya, bagaimana dengan tulisanku? Bagus tidak?"


Agam tidak menjawab pertanyaan Baby, karena sedang sibuk menelusuri tengkuk istrinya.


"A jawab aku! Bagus tidak?" Baby menarik pelan rambut Agam agar pria itu menatapnya.


"Tulisanmu sangat jelek, tapi karena ada tokoh diriku di dalamnya jadi terlihat bagus."


"A..." pekik Baby dengan kesal sambil memukul dada bidang suaminya. "Tega sekali mengatai tulisan ku jelek." Baby memalingkan wajahnya dengan penuh emosi. Bisa-bisanya A mengatai karyanya jelek, padahal tulisan itu dibuatnya dengan sepenuh hati, menggambarkan bagaimana perjalanan cinta mereka sampai hadirnya Adam dan Hawa di hidup mereka.


"Aku hanya bercanda, tulisanmu sangat bagus." Agam menangkup wajah istrinya lalu mengecup bibir Baby dengan penuh kasih.

__ADS_1


"Benarkah? Kau tidak sedang berbohongkan?"


Agam menjawab dengan sebuah senyuman, dan senyuman itu tertular ke bibir Baby yang juga ikut tersenyum.


"Aku mencintaimu Baby Arbeto."


"Aku juga mencintaimu A," Baby mengalungkan tangannya di leher Agam, menariknya kebawah dan langsung ******* bibir pria itu dengan menuntut. Karena sebenarnya Baby pun sangat merindukan keintiman mereka, yang sudah dua bulan ini terasa hambar karena kesibukannya mengurus twin.


Keduanya pun kini kembali menyatu, saling memberi dan menerima sebuah kenikmatan dengan diiringi suara khas percintaan yang menggema di seluruh ruang kamar. Suasana kamar yang tadinya sejuk, kini berganti dengan hawa panas dari dua orang yang tengah melakukan pergumulan di atas ranjang.


Agam yang sedang berada di puncaknya, langsung terhenti saat mendengar suara pintu kamar mereka yang diketuk dari luar.


"Tuan, Nyonya, Baby Adam dan Baby Hawa menangis." Ucap seseorang dari baik pintu.


"A lepaskan! Twin menangis," Baby mendorong dada bidang suaminya.


"Tapi Baby, ini tanggung!" Agam tidak terima berhenti di saat hampir sampai.

__ADS_1


"A, kasihan twin." Baby kembali mendorong tubuh kekar suaminya, hingga penyatuan mereka terlepas. Dengan segara Baby keluar dari kamar setelah memakai pakaiannya, dan menyelimuti tubuh Agam dengan selimut.


"Gaji kalian berdua akan aku potong!" teriak Agam dengan sangat kesal pada kedua Nanny twin yang selalu mengganggu di saat yang tidak tepat.


"A..." Baby menggelengkan kepalanya, lalu menutup pintu kamar mereka. Meninggalkan Agam yang tengah marah karena percintaan panas mereka terhenti, di saat-saat sebuah kenikmatan akan mereka raih.


"Sial sekali nasibku ini," keluh Agam setelah melihat pintu kamar yang tertutup. Ingatkan pada dirinya untuk menegur ke dua Nanny twin yang tidak bekerja dengan baik, bila perlu menggantinya dengan yang baru.


*


*


Lima bulan kemudian.


Semua orang bertepuk tangan dan beberapa awak media membidik kameranya pada seorang wanita cantik, muda, yang tengah naik daun karena novel yang ditulisnya banyak terjual habis dan menjadi best seller. Dan bukan hanya itu, kisah cinta di novel tersebut dijadikan sebuah film yang meledak di pasaran.


Wanita muda yang sudah memiliki dua anak kembar itu, menjadi pusat perhatian semua orang karena keberhasilannya. Bukan karena latar belakang nama keluarga besarnya atau keluarga suaminya.

__ADS_1


__ADS_2