
"Kak sakit." Baby berusaha melepaskan cengkraman di rahangnya. "Memangnya apa yang sudah aku perbuat?" tanya Baby dengan bingung.
"Kau lupa dengan kesalahanmu?" Agam yang sempat melupakan kemarahannya karena melihat tubuh Baby yang membuatnya bergairah, kini kembali marah saat gadis itu tidak menyadari kesalahannya. Dengan gerakan cepat Agam menyeret Baby masuk ke dalam bathroom.
"Kak kau mau apa? Lepaskan aku!" Baby yang ketakutan saat menyadari dirinya dibawa ke dalam bathroom, langsung berteriak saat tubuhnya tiba-tiba saja disiram dengan air yang mengucur dari atas shower. "Kak hentikan! Aku kedinginan." Baby terus berteriak saat air terus mengguyur tubuhnya.
"Apa sekarang kau ingat apa kesalahanmu?" Agam mendorong tubuh Baby ke dinding, menghimpit tubuh mungil itu hingga tidak dapat bergerak.
__ADS_1
"Aku..." Baby yang sangat ketakutan dan kedinginan hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan lemah, jujur saja ia tidak tahu kesalahan apa yang sudah diperbuatnya hingga membuat sepupunya itu marah. "Kak lepaskan aku! Kau sudah keterlaluan, aku —" Perkataan Baby tenggelam saat bibirnya di ***** dengan sangat kasar oleh Agam, sepupunya itu bahkan dengan kurang ajar mengusap pinggangnya lalu naik ke punggung. Dan ciuman itu baru terlepas saat Baby hampir tidak bisa bernapas karena kehabisan oksigen.
"Kenapa kau diam saja saat Sky mencium bibirmu?" tanya Agam dengan suara beratnya.
Deg.
Baby yang tadinya ingin marah dan menampar Agam karena sudah berbuat kasar, langsung terdiam saat mengetahui pria itu tenyata melihat apa yang dilakukan Sky. Dan kini ia mengerti kenapa sepupunya itu begitu marah kepadanya.
__ADS_1
Baby hanya menjawab dengan anggukan kepala, ia tahu dirinya salah karena hanya diam saja saat Sky menciumnya. Tapi saat itu Baby terkejut dan tidak tahu harus berbuat apa, ia juga lupa akan statusnya yang sudah menjadi seorang istri dari Agam Mateo.
"Good girl." Agam mengusap wajah Baby yang terdapat sisa-sisa air yang menetes, seraya berusaha menahan gairahnya yang semakin naik saat melihat tubuh gadisnya yang basah.
Namun usahanya itu sia-sia karena kini ia kembali mencium bibir Baby yang entah sejak kapan membuatnya candu, dan ciuman itu semakin memanas saat ia merasakan Baby membalas ciumannya. Tidak seperti tadi yang hanya diam saat dirinya mencium penuh dengan kemarahan.
"Kak..." napas Baby naik turun saat ciuman panas itu terhenti. Hati dan pikirannya kini penuh tanda tanya, atas tindakannya tadi yang membalas ciuman yang dilakukan Agam. "Aku—" belum sempat meneruskan perkataannya, Baby terkejut saat tubuhnya tiba-tiba saja digendong oleh Agam. "Kak A turunkan aku!" pinta Baby dengan berteriak.
__ADS_1
Agam tidak mempedulikan teriakan Baby, ia terus berjalan keluar dari bathroom dan membawa gadis itu keatas ranjang, menghimpit tubuh mungil yang terus memberontak memukulnya, dan tanpa banyak berkata melabuhkan kembali kecupan dibibir manis itu. Kecupan yang berubah menjadi ******* kasar dan sangat menuntut ketika gairah sudah membakar tubuhnya.
Ia terus ******* bibir Baby dengan tangan yang melepaskan ikatan bra yang dikenakan gadis itu, hingga benda itu terlepas dan Agam dengan bebas meremasnya meski belum sempat ia lihat bagaimana bentuk kedua milik Baby yang terasa pas di dalam genggamannya.