
Ada perasaan bersalah pada diri Agam karena tidak memperhatikan ke-tiga adiknya terutama Cleopatra yang sejak dulu selalu membuat ulah, karena ia pikir ketiga adiknya tinggal bersama ke-dua orang tuanya jadi tidak mungkin adik-adiknya akan salah jalan. Tapi kenyataan yang Agam terima sungguh membuatnya terkejut, dan ia juga belum melihat keberadaan kedua adiknya yang lain apakah mengikuti jejak Cleopatra atau tidak. Karena keduanya sedang pergi bersama Lou dan Lio.
"Kau mau kemana?" Agam menarik pinggang Baby, saat istrinya itu hendak beranjak dari pangkuannya.
"Aku ingin keluar," Baby berusaha melepaskan diri dari dekapan suaminya. "Sebentar lagi jam makan siang, aku ingin menemui kak Lea lebih dulu." Karena keluarga besar mereka akan berkumpul untuk makan siang bersama, jadi ini kesempatan Baby untuk mengobrol dengan sepupunya itu.
"Lima belas menit," bisik Agam.
__ADS_1
"Lima belas menit? Apa maksudmu?" Baby mengerutkan keningnya dengan wajah yang bingung.
"Waktu yang cukup untuk kita bercinta."
"Ap—" belum sempat Baby protes mulutnya sudah lebih dulu dibungkam oleh sebuah *******. "A..." Baby mendorong dada bidang suaminya setelah tautan bibir mereka terlepas. "Kau bilang tidak akan minta? Tapi apa ini?" ketusnya saat mengingat bagaimana Agam dengan percaya diri mengatakan tidak akan pernah memintanya untuk bercinta.
"Ini bukan permintaan, tapi perintah!" Dengan tidak sabaran Agam menarik pakaian yang dikenakan Baby, membuangnya dengan asal seraya membungkam bibir istrinya yang hendak protes. Sungguh ia sudah menahan keinginan untuk menyentuh Baby sejak mereka masih berada di Jakarta, dan kini tidak akan Agam biarkan kesempatan yang ada di depan matanya lewat begitu saja. Walaupun hanya lima belas menit, tapi setidaknya Agam bisa menyalurkan rasa cintanya itu dari pada ditahan kembali sampai nanti malam.
__ADS_1
Dan kesempatan itu dipergunakannya dengan baik, untuk melepaskan pakaiannya sendiri hingga kini mereka berdua sama polosnya. Dengan sekali hentakan ia memasuki milik wanitanya, membawa Baby untuk menikmati indahnya surga dunia dengan gerakan dan hentakan yang diberikannya. Entah berapa lama mereka memadu kasih sampai akhirnya, mereka berdua terkapar lemas saling berpelukan.
"A kenapa kau begitu dingin padaku jika di depan orang lain? Apa kau tidak sungguh-sungguh mencintai ku?" Baby yang kini berada diatas tubuh suaminya, menyentuh dada bidang itu yang kini menjadi tempat favorit baginya untuk bersandar.
Agam hanya diam tidak menjawab pertanyaan Baby, ia menyentuh wajah cantik itu lalu kembali mengecup bibir mungil yang ada dihadapannya. "Apa yang baru saja kita lakukan, apa tidak cukup untuk membuatmu yakin betapa aku mencintaimu?"
"Aku—" perkataannya terhenti saat Agam mendorongnya untuk duduk diatas perut bawahnya, hingga membuat Baby terkejut karena penyatuan mereka yang belum terlepas membuatnya berdenyut kembali.
__ADS_1
"Bergeraklah sayang!" pinta Agam dengan menarik turunkan pinggul istrinya.
Baby yang sempat bingung, kini mulai bergerak setelah mengerti arti permintaan suaminya. Ia terus bergerak diatas tubuh Agam meski tidak terlalu pandai dan hanya mengandalkan instingnya. Mereka berdua kembali mereguk indahnya surga dunia sampai melupakan acara makan siang yang sebentar lagi di mulai, dan melupakan jika saat ini seluruh keluarga besar mereka tengah menunggu di ruang makan.