Love You A

Love You A
Part 122


__ADS_3

"Kalian sedang apa?" Cleo yang baru saja sampai di mansion nya, menatap dengan bingung saat kakaknya melakukan hal yang menurutnya aneh.


"A sedang membuang biji kecil itu," Baby menunjuk kearah buah naga yang ada di tangan Agam.


Cleo yang bingung kini semakin bingung, bahkan sampai mengerutkan keningnya. "A kau melakukan semuanya itu sendiri?" tanya Cleo tak percaya saat melihat bagaimana Agam mengambil satu persatu biji hitam yang ada di buah naga.


"Tentu saja, dia Daddy yang baik bukan." Baby yang menjawab pertanyaan Cleo dengan penuh bangga.


"Ya Tuhan," Cleo langsung tertawa terbahak-bahak. Sungguh ia merasa kasihan saat melihat bagaimana tersiksanya wajah Agam, tapi entah mengapa yang keluar dari bibirnya justru suara tawa.


Dan yang lebih parahnya lagi ini bukan kali pertama Cleo melihat kakaknya itu tersiksa oleh Baby, karena sebelum mengetahui wanita itu hamil. Agam di buat pusing saat Baby begitu sensitif, mudah marah, dan menangis.


Empat hari yang lalu Baby bahkan meminta Agam untuk mengambil mangga muda, tapi harus mengambil langsung dari pohonnya. Tentu saja itu mudah bagi seorang Agam Mateo, tapi yang membuatnya sulit mangga itu harus dari pohon orang lain dan tanpa meminta ijin terlebih dahulu pada yang punya. Parah bukan? Untung saja kakaknya memiliki tampang orang kaya, sehingga orang-orang yang melihat Agam mengambil mangga tidak berani menyebutnya sebagai maling.


Dan dua hari yang lalu Baby lagi-lagi membuat ulah, kakaknya itu dilarang pergi ke kantor dan tugasnya hanya menemani Baby seharian di dalam kamar. Tentu saja untuk yang satu ini Agam justru merasa senang, karena kakak nya itu pasti mengambil jatah berkali-kali dari istrinya itu.

__ADS_1


"Kau pergilah! Kalau tidak aku akan menyuruhmu untuk membantuku!" Ancam Agam dengan suara beratnya, karena dia tidak terima ditertawakan seperti itu oleh adiknya sendiri.


"Iya, kau pergilah! Banyak-banyak istirahat, karena sebentar lagi kau akan menikah." sahut Baby.


"Ck, kalian ini kompak sekali." Cleo hendak berjalan menuju kamarnya, namun niat itu diurungkannya karena masih penasaran dengan keinginan Baby. "Sebenarnya kenapa harus dibuang bijinya?"


"Karena buah itu mau ku bikin jus, jadi aku meminta A untuk membuang bijinya agar lebih sempurna dan tidak berampas."


"What?" pekik Agam dan Cleo bersamaan, dan di detik berikutnya Cleopatra tertawa terbahak-bahak.


"Kau tidak bertanya," jawab Baby dengan santai.


"Tapi sayang...." Agam yang kesal sampai tidak bisa berkata-kata lagi. Bagaimana bisa Baby menyuruhnya memisahkan biji dari daging buahnya, kalau daging itu sendiri akan dibuat jus.


"Tapi kenapa?" tanya Baby.

__ADS_1


"Ya ampun Baby, kau itu bodoh atau lupa? Bukankah jika sudah di blender biji itu akan hancur? Jadi untuk apa kau menyuruh kakak ku yang tampan ini, susah payah memisahkan biji dari buahnya?"


"Bukankah sudah aku katakan, walaupun di blender bijinya tidak akan hancur dengan sempurna."


"Iya tapi kan bisa di saring ampasnya," Cleo merasa gemas sendiri dengan kakak iparnya itu.


"Iya.. ya, kenapa tidak kepikiran?" gumam Baby, lalu meminta pada pelayan untuk membawakan blender ke ruang makan tersebut.


"Lalu bagaimana dengan ini?" Agam menatap buah naga yang ada ditangannya dengan perasaan campur aduk antara kesal dan sedih.


"Sudah jangan dilanjutkan!"


"Oh my God," Agam menjatuhkan punggungnya di sandaran kursi makan. Satu jam lebih dirinya berkutat dengan buah naga itu dan berakhir dengan sia-sia.


"Sabar kakak ku sayang," Cleo menepuk bahu Agam sembari tertawa terbahak-bahak, berjalan menuju kamarnya meninggalkan pasangan aneh itu.

__ADS_1


__ADS_2