
Setelah kejadian memalukan yang ia alami karena berani mencium Baby di hadapan Aunty Luna dan Mom Mini, Agam memilih keluar dari ruangan tersebut tanpa banyak bicara. Dan seperti yang sudah di prediksi olehnya, Aunty Luna dan Mom Mini ikut keluar dari ruangan hanya untuk menginterogasi dirinya tentang apa yang terjadi di hari pertunangannya.
"Mini aku tidak menyangka putramu itu berani mencium putriku di hari pertunangannya dengan Cindy." Ucap Luna setelah mendengar cerita Agam.
"Aku juga tidak menyangka." Sahut Mini sembari menatap tajam putranya.
"Aunty dan Mom sudah mengetahuinya bukan, jadi sekarang ijinkan aku pergi. Aku ingin ke kantin." Bohong Agam karena yang sebenarnya ia hanya ingin pergi jauh dari Mom Mini dan Aunty Luna.
"Tunggu A!" Luna menahan langkah Agam. "Mulai sekarang jangan panggil aku Aunty, panggil aku Mom karena sejak kau menikah dengan putriku, otomatis kau sudah menjadi putraku."
Agam hanya menganggukkan kepalanya.
"Dan satu lagi! Mom mohon tahan napsu mu untuk mencium Baby."
Blus
__ADS_1
Rasanya Agam ingin sekali bersembunyi saat ini juga, karena merasa malu dengan apa yang sudah ia lakukan pada Baby.
"Kau harus ingat putriku belum bisa mengingat semuanya, jadi jangan membuatnya takut." Ucap Luna sembari menahan tawanya, begitupun dengan Mini.
"Baik Aunty, maksudku Mom." Agam segera pergi dari tempat tersebut.
Sementara itu Luna dan Mini langsung tertawa lepas saat melihat Agam yang terburu-buru pergi, mereka tidak pernah menyangka seorang Agam Mateo yang pendiam dan tidak pernah berdekatan dengan wanita manapun justru terlihat bernafsu ketika mencium Baby.
*
*
"Cepat naik!" Agam yang sudah membuka pintu mobilnya, menatap kearah Baby yang hanya diam saja.
"Kenapa sayang?" tanya Luna yang melihat putrinya seperti kebingungan.
__ADS_1
"Di mana mobil Dad Dafa?" Baby bertanya tanpa menjawab pertanyaan Mommy nya.
"Itu mobil Daddy mu." Luna menunjuk mobil yang baru saja berhenti tepat di belakang mobil Agam. "Hei kau mau kemana sayang?" Ia menahan langkah putrinya.
"Tentu saja pulang." Jawab Baby.
"Kalau begitu cepat masuk!" Sahut Agam dengan ketus karena sejak tadi sikap gadis itu membuatnya kesel, dari tidak mau berdekatan dengannya bahkan jalan di sampingnya pun Baby tidak mau. Dan sekarang gadis itu memilih naik mobil Dad Dafa dari pada mobilnya.
"Kenapa aku harus naik mobil mu?" tanya Baby tak kalah ketusnya, karena ia masih kesal dengan perbuatan Agam tempo hari yang mencium bibirnya sebanyak dua kali.
"Karena kita harus pulang ke mansion —" Agam tidak melanjutkan perkataannya saat Mom Luna menginjak kakinya.
"Jangan memberitahunya dulu, nanti setelah sampai di mansion Mateo baru kita beritahu." Bisik Luna pada menantunya.
"Mansion milik siapa?" tanya Baby dengan mengerutkan keningnya, saat melihat Mom Luna berbisik dengan Agam.
__ADS_1
"Sudah jangan banyak bertanya! Sekarang kau masuk dulu! Nanti Mom jelaskan." Luna memaksa Baby naik ke dalam mobil Agam. Dan setelah itu ia masuk ke dalam mobilnya begitu pun dengan yang lainnya.
Di sepanjang perjalanan menuju mansion Mateo, baik Agam dan Baby tidak saling berbicara. Mereka sama-sama diam dengan segala pemikiran yang ada di benak masing-masing. Terutama Agam yang saat ini memikirkan bagaimana reaksi Baby saat tahu kenyataannya bahwa mereka berdua sudah menikah. Apakah gadis itu akan bahagia? Ataukah justru pingsan setelah mengetahui semuanya.