
Deg.
Cindy yang sedang menangis seketika itu juga menghentikan tangisnya, ia menatap mommy nya yang terlihat bersedih. "Mom..."
"Tapi kau tahu? Keluarga Mateo ternyata cukup tahu diri dengan meminta maaf secara tulus, bahkan mengganti kerugian karena mempermalukan kehormatan keluarga kita dengan nilai yang cukup fantastis. Bahkan kerjasama yang sekarang kau lakukan dengan Perusahaan Dimitri.Corp, Agam Mateo langsung yang menerimanya. Dia bilang tidak tahu harus melakukan apa untuk menembus kesalahannya, jadi hanya dengan menerima kerjasama tersebut yang bisa pria itu lakukan untuk meminta maaf padamu. Jadi cukup sampai disini! Hentikan kegilaanmu," Pinta Nyonya Bernade.
Cindy masih diam mendengar semua perkataan Mommy nya, lalu tanpa banyak berkata wanita itu keluar dari ruangan tersebut. Sementara Nyonya Bernade hanya bisa menghela napasnya dengan kasar, karena ia tahu sangat sulit untuk membuat Cindy menyerah dengan keinginannya mengingat begitu keras kepala putrinya itu.
*
*
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih enam belas jam, akhirnya keluarga besar Arbeto, Mateo, dan Graham sampai di Bandar Udara Paris-Charles de Gaulle. Dengan menaiki beberapa mobil, mereka semua menuju kediaman keluarga Richard. Dan selama diperjalanan hanya Baby dan Tita yang tidak kenal lelah mengobrol dari semenjak di pesawat tadi. Sedangkan Agam dan Boy hanya diam, berpura-pura menjadi seorang pendengar yang baik padahal telinga mereka ditutup oleh earphone.
__ADS_1
"A...!" Baby menarik Earphone yang dikenakan suaminya dengan kasar, karena ia merasa kesal saat tahu Agam tidak mendengar apa yang dibicarakannya.
"Apalagi? Kau itu tidak lelah terus berbicara sejak di Jakarta hingga kini?" Agam ikut menatap kesal pada istrinya. Siapa yang tidak kesal saat mendengar perbincangan Baby bersama Tita yang membahas masalah kegiatan ranjang mereka, bahkan ia dan Boy Arbeto sampai beberapa kali membungkam mulut istri mereka saat pembicaraan keduanya semakin tidak terkontrol.
"Ya ampun A, mana ada aku terus berbicara. Memangnya aku ini tidak tidur apa?" gerutu Baby.
"Ya, kau diam hanya pada saat tidur dan makan." Sahut Agam sembari menarik Earphone dari tangan istrinya.
"A kau itu menyebalkan, lihat saja nanti malam kalau kau meminta aku tidak akan memberikannya." ancam Baby.
"Itu..."
"Itu apa?" goda Agam namun dengan ekspresi datarnya.
__ADS_1
"Making Love, kau dengar Making Love!" teriak Baby.
Dengan refleks Agam membekap mulut istrinya, karena takut Boy dan Tita yang sedang tidur jadi terbangun karena mendengar teriakan Baby.
"Aku tidak akan memintanya," ucap Agam sembari melepaskan tangannya dari mulut Baby. "Aku tidak akan meminta tapi akan memaksa jika kau tidak mau melakukannya." Ucapnya tapi dalam hati.
"Oh ya ampun, kau itu benar-benar menyebalkan!" Baby memilih memalingkan wajahnya, sementara Agam dengan santai mengenakan kembali Earphone ditelinganya. Hingga tanpa terasa kendaraan yang mereka tumpangi sudah sampai di kediaman keluarga Richard.
"A akhirnya kau datang!" teriak wanita cantik, berambut pirang panjang, dengan tubuh tinggi semampai. Ia berjalan menghampiri pria yang sangat dirindukannya itu dengan senyum dibibirnya.
"Kau..." Agam tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.
Sementara Baby hanya bisa melongo melihat wanita cantik yang kini tengah memeluk suaminya, wanita yang memakai rok mini dengan atasan crop top sehingga memperlihatkan perut rampingnya dengan sebuah tindikan di pusar.
__ADS_1
"Cleo..." Agam menatap dari atas sampai bawah saat wanita itu melepaskan pelukannya.
"Yes I am Cleopatra," ucapnya sembari mengerlingkan matanya dengan senyum menggoda.