
"Kau lihat itu!" Cleo melepaskan rambut Baby setelah melihat Agam pergi. "Bisa-bisanya kau menikah dengan pria yang tidak perduli, dingin, dan kaku seperti A? Kalau aku jadi kau, sudah aku tukar tambah dengan yang baru."
"Ck, kau pikir suamiku itu barang?" Baby mendengus kesal sembari merapihkan rambutnya yang berantakan. "Lihat rambutku jadi rontok." Ucap Baby sembari memperlihatkan helaian rambut yang ada ditangannya.
"Rambutku juga rontok, jadi kita impas." Cleo hendak pergi dari tempat tersebut, namun langkah kakinya terhenti saat tangannya di tarik oleh Baby.
"Dengar Cleopatra! Karena kau sudah membuat rambut indah ku jadi rontok, aku mengutukmu akan menikah dengan pria yang lebih dingin, lebih kaku, dari A!" setelah mengatakan itu Baby segera berlari kembali ke kamarnya.
"Baby Arbeto....!" teriak Cleo dengan kesal. "Berani sekali kau menyumpahi aku seperti itu." Cleo bergidik ngeri membayangkan menikah dengan seorang pria seperti Agam Mateo.
*
*
Keesokan harinya.
__ADS_1
Cleo menatap tampilan dirinya di depan cermin dengan senyum yang merekah, tidak sia-sia ia membeli pakaian mini dan sexy yang dikenakannya saat ini sebelum bertemu dengan calon suaminya.
"No-Nona Cleo..." Alex yang ditugaskan untuk menjaga adik tuan Agam, dibuat terkejut saat melihat wanita itu berganti pakaian dengan pakaian yang mini dan sexy.
"Kenapa? Aku cantik bukan?" Cleo berpose di depan pengawal pribadi nya itu.
Gleg.
Dengan susah payah Alex menelan salivanya saat melihat dua tonjolan yang begitu padat, terlihat berdesakan seperti ingin keluar dari crop top yang dikenakan Nona Cleopatra. Tidak ketinggalan perut ramping dengan tindikan di pusar yang terlihat menggoda untuk disentuh, dan kedua kaki jenjang Cleopatra yang begitu mulus karena wanita itu mengenakan hot pant berbahan jeans
Alex reflek mengusap mulutnya. "Nona Cleo tunggu!" ia segera mengejar langkah nona nya. "Anda jangan berpakaian seperti itu, bagaimana jika calon suami Anda berpikiran Anda itu—"
"******? Justru itu yang aku inginkan." Cleo terus melangkah pergi dari tempat tersebut.
Alex yang mengikuti langkah nona Cleo, mau tidak mau hanya diam tidak berani untuk protes kembali. Karena disini tugasnya hanya untuk menjaga wanita itu, bukan untuk menasehati. Dan lagi-lagi ujian harus diterima Alex saat ternyata Nona Cleo bukannya pergi menuju tempat pertemuan dengan calon suaminya, tapi wanita itu justru duduk santai menikmati Minuman.
__ADS_1
"Nona, setengah jam lagi pertemuan Anda dengan—"
"Aku tahu, kau jangan berisik!" Cleo menaruh jemarinya di atas bibir, mengisyaratkan agar Alex diam.
"Tuan A kau benar-benar memberikan tugas yang begitu sulit untukku." Gumam Alex dalam hati sembari menatap para pria yang ada ditempat tersebut dengan tajam, karena mereka saat ini tengah menatap nona Cleo dengan mulut yang terbuka lebar dan tatapan yang lapar. "Nona jika Anda tidak pergi sekarang juga, aku akan menghubungi Tuan A!" ancam Alex.
"Ck, kau itu menyebalkan!" mau tidak mau Cleo mengakhiri duduk santainya, seraya menatap jam yang melingkar dipergelangan tangan. Ia tersenyum dengan puas karena sudah dapat dipastikan akan terlambat datang, dan otomatis calon suaminya itu akan merasa kesal karena telah menunggu lama.
*
*
Dengan langkah pasti Cleo berjalan memasuki restoran mewah tempat pertemuannya dengan sang calon suami, dan sudah dapat dipastikan ia menjadi pusat perhatian para pengunjung restoran tersebut karena penampilannya yang berani.
"Excuse me," sapa Cleo saat tepat berada di depan meja nomer tujuh. Ia menatap seorang pria yang tengah menunduk menatap layar ponsel, sehingga Cleo tidak bisa melihat dengan jelas wajah pria tersebut.
__ADS_1