
Puspa coba melawan dokter Asraf yang terus menarik tangannya,
Namun entah mengapa,seketika dia melepaskan tarikan tangannya pada puspa.
Puspa pun mundur menjauh dari dokter Asraf,
"aku tidak menyangka sosok dokter yang selama ini selalu melindungi pasiennya,ternyata bisa melakukan hal rendah seperti ini".
Ujar Puspa dalam Kemarahannya pada seorang dokter yang bernama Asraf itu.
Dokter asraf pun tersenyum dengan semua ucapan Puspa dalam Kemarahannya,Karena ternyata sebenarnya dokter Asraf hanya sedang menguji kehormatan Puspa, dan ternyata dokter Asraf bukanlah tipe pria penggoda seperti yang Puspa pikirkan.
"Maafkan saya,ternyata saya salah menilai anda?"
Ucap dokter Asraf meminta maaf,Puspa tidak menjawab permintaan maaf dokter Asraf,karena dia sudah terlanjur kecewa padanya,Puspa pun pergi meninggalkan dokter Asraf dan langsung menggendong baby A pergi menjauh darinya.
"Tunggu dulu nona,saya mendengar dari sebagian orang,karyawan nyonya Zakaria bisa menjadi wanita panggilan,itu sebabnya saya ingin membuktikan apa benar dengan semua yang aku dengar,dan ternyata dengan melihat sikapmu yang seperti ini,saya menyadari bahwa apa yang dikatakan orang diluar sana tidak benar"
Dokter Asraf melanjutkan ucapannya coba menjelaskan semua yang dia lakukan pada Puspa barusan.
Puspa hanya terdiam dan mendengarkan,dia tidak menyangka ternyata apa yang dikatakan Leony padanya benar,dan sebagian orang diluar ternyata sudah mengetahui jika karyawan nyonya Zakaria menjadi wanita panggilan.
Puspa jadi merasa ingin secepatnya kontrak kerja dengan nyonya Zakaria cepat selesai,dia merasa khawatir dan takut,dia tidak ingin bernasib sama dengan Natasya ataupun Leony.
"Semoga secepatnya aku bisa kembali pulang ya Allah"
Doa Puspa di sela ketakutannya,
Meski memakai penutup wajah,dokter Asraf melihat ada ketakutan di mata Puspa ,hingga diapun segera menanyakan keadaannya.
"Sekali lagi maafkan saya,saya tidak bermaksud untuk menggoda mu,saya hanya ingin tahu yang sebenarnya"
Dokter Asraf pun kembali meminta maaf.
"Baiklah,lain kali jangan seperti itu lagi,jujur saya sangat takut,dan saya harap dokter memang bukan pria seperti itu,kalau tidak maka reputasi dokter akan hancur,dan saya jamin,tidak akan ada orang yang percaya lagi dengan dokter,termasuk saya sendiri"
Jawab Puspa dengan tegas.
Dokter Asraf pun tersenyum,dan sesekali memandang Puspa.
"Saya rasa dokter sudah selesai memeriksa baby A,bisakah dokter keluar dari rumah ini?"
karena masih takut Puspa pun mengusir dokter Asraf secara halus,tentunya dokter Asraf pun paham dan mengerti dengan maksud nya, dokter pun segera pergi dari rumah nyonya Zakaria.
"Kalau begitu saya pamit,sehat terus ya baby A,pak dokter kembali lagi ke rumah sakit,kalau ada apa-apa kamu jangan sungkan untuk menghubungi saya"
Ucap dokter Asraf sebelum pergi,
Puspa hanya menjawab terimakasih kepada dokter Asraf.
Dengan segera Puspa menutup dan mengunci pintu rumah,dia merasa lega karena sekarang di rumah hanya ada dirinya dan baby A,
__ADS_1
"Kenapa kau tersenyum baby A"
Tanya Puspa kepada baby A saat melihat dirinya sedang menatap wajah Puspa setelah dia membuka penutup wajahnya.
Baby A tersenyum melihat wajah Puspa yang sedang ketakutan,
"Kau sedang meledekku ya nak,hehe"
Puspa mengajaknya bercanda,hingga mereka berdua pun tertawa.
***
Di tengah perjalanan, dokter Asraf mendapatkan panggilan dari nyonya Zakaria,
"Hello dok,bagaimana dengan pelayanan wanita tadi,apa kau merasa puas"
Tanya nyonya Zakaria kepada dokter Asraf yang ternyata Puspa memang dijadikan wanita panggilan untuk dokter Asraf.
Dokter Asraf pun hanya menghela nafasnya dalam-dalam,
"Cukup memuaskan,"
Jawab dokter Asraf singkat,pada nyonya Zakaria yang ternyata dokter Asraf menutupi kebenaran yang terjadi di rumah tadi pada nyonya Zakaria.
"Baiklah kalau kau merasa cukup puas,lain kali datang lah lagi ya ,selamat sore"
Nyonya Zakaria menutup telponnya,
Sepanjang jalan Dokter Asraf memikirkan ibuku dan semua perkataannya.
Dokter Asraf menyadari semua niat yang akan dia lakukan kepada Puspa itu ternyata salah.
"Aku memang bodoh,bodoh,bodoh,bodoh,"
Sambil memukul stir mobilnya dokter Asraf merasa kesal dan marah akan sikapnya yang ceroboh.
"Untung saja wanita itu bisa menjaga dirinya,astaga,aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika seandainya semua itu terjadi".
Kala itu dokter Asraf memang sedang kesepian,itu sebabnya dia memesan wanita panggilan kepada nyonya Zakaria.
Dokter Asraf kesepian karena kekasihnya mengkhianatinya,dia menikah dengan orang lain tanpa dia ketahui,itu sebabnya dia frustasi dan sedih kemudian lari pada hal yang buruk.
"Sayangnya wanita itu memakai penutup wajah,andai aku tahu wajahnya seperti apa,"
Ucap hati dokter Asraf mengingat Puspa.
Dokter Asraf pun memutuskan untuk menghapus nomor nyonya Zakaria agar dia tidak bisa lagi berhubungan dengannya.
....
Sementara di tempat lain,ibuku yang sudah mulai tenang dan melupakan semua yang terjadi padanya dikagetkan kembali dengan suara bel pintu berbunyi,
__ADS_1
"Astagfirullah,siapa yang datang"
Perasaannya kembali khawatir,dia langsung menggendong kembali baby A dan membuka pintu.
"Nyonya "
Ucapnya saat membuka pintu,
Nyonya Zakaria tersenyum padanya,dia pikir Puspa telah melayani dokter Zakaria,tapi dia sedikit curiga karena Puspa masih terlihat rapi,
"Kau sangat pintar Puspa,dokter Asraf begitu memuji pelayanan mu,haha"
Ucap nyonya Zakaria pada Puspa,tentunya dia semakin tidak paham apa yang dimaksudkan nyonya Zakaria padanya.
Puspa tidak menjawab,dia hanya tersenyum,perasaannya semakin tidak menentu tatkala nyonya Zakaria memandang seluruh tubuhnya dengan licik.
"Hmm besok akan aku belikan baju untukmu"
Ucap nya berlalu meninggalkan Puspa di ruang tengah.
Puspa merasa heran,mengapa nyonya Zakaria bersikap seperti itu,saat dia berjalan,tak sengaja dompetnya terjatuh dan terbuka,kemudian nyonya Zakaria pun kembali meraihnya,dan tak sengaja Puspa melihat banyak resi penarikan uang di dompet nyonya Zakaria.
Karena penasaran,sambil mengajak nyonya Zakaria bicara,kaki ibuku coba memisahkan beberapa lembar resi tersebut dengan menggesernya ke tepi dan menginjaknya agar tidak terlihat.
"Jika kau letih,tidurlah bersama bayi itu,nanti malam kita kembali ke panti pijat".
Ucap nyonya Zakaria setelah selesai meraih semua yang jatuh dari dompetnya,
"Baiklah nyonya"
Setelah di rasa aman,Puspa akhirnya membawa resi tersebut dan melihatnya,dengan segera dia masuk ke kamar baby A dan menguncinya dari dalam,
"Baby A bobo dulu ya,"
Ucapnya menidurkan baby A yang sudah terlelap.
Puspa sangat terkejut saat melihat resi pembayaran atas dirinya,
Di resi tersebut tertulis pengiriman atas nama Asraf Zulfikar mengirim sejumlah uang kepada nyonya Zakaria,dan dibalik kertas itu bertuliskan namanya (Puspa).
Lembaran lainnya juga sama,banyak pengiriman uang masuk ke rekening nyonya Zakaria dan dibalik kertas tertulis nama-nama temannya,termasuk Leony,
Dan yang lebih mengejutkannya lagi,ada satu lembar kertas bertuliskan Meeta.
"Hah...astagfirullah apa maksudnya ini,apa tadi memang dokter Asraf sedang membeli ku,tapi..."
Puspa kembali teringat akan sikap dokter Asraf yang mulai tidak sopan tadi sore,dia juga mengingat bagaimana dokter Asraf meminta maaf akan sikap nya yang tidak sopan kepadanya.
"Tapi dokter Asraf terlihat baik dan sopan,bahkan beberapa kali dia meminta maaf padaku,tapi mengapa ,,aku harus menanyakannya langsung kepada dokter Asraf"
Ucapnya penasaran.
__ADS_1
kemudian nyonya Zakaria pun masuk kedalam kamar untuk beristirahat,
"