
Pak Mamat akhirnya berhasil menemukan sebuah rumah kontrakan sederhana untuk Puspa dan Madina, letaknya tidak terlalu jauh dari rumah pak Mamat, masih satu desa namun beda RT.
"Semoga nak Puspa betah disini ya, sekali lagi maafkan bapak untuk semua yang Lilis katakan kepada nak Puspa "
Kata pak Mamat terus meminta maaf atas kesalahan anaknya itu.
"Tidak usah di pikirkan pak, saya sudah melupakan semuanya, justru saya yang harus meminta maaf karena telah merepotkan bapak dan Bu Siti"
Pak Mamat tahu betul jika saat ini Puspa sedang tidak memegang uang banyak, itu sebabnya dia membayar uang sewa satu bulan ke depan tanpa sepengetahuan Puspa.
Si pemilik kontrakan pun datang,
Puspa mendahului sang pemilik berbicara meminta maaf jika dirinya belum bisa membayar uang muka untuk rumah kontrakannya itu.
"Maafkan saya pak, untuk bulan ini mungkin saya belum bisa membayar uang sewa bulanannya, tapi saya janji, bulan depan akan saya bayar 2 bulan dengan yang akan datang"
Si pemilik kontrakan tersenyum mendengar ucapan polos Puspa padanya.
"Tidak apa-apa neng, kebetulan rumah ini baru saya sewakan kembali,itu sebabnya untuk bulan pertama saya gratiskan "
Ucap pak Husen si pemilik kontrakan.
Puspa merasa tidak nyaman dengan tatapan pak Harun kepadanya.
Tatapan matanya menggoda Puspa secara tidak langsung.
Namun Puspa berusaha tenang dan berpikir positif.
Dia pun berterimakasih padanya atas semua bantuannya,
Kemudian Puspa pun masuk untuk membersihkan isi rumah sederhana itu, sementara Madina di pegang pak Mamat, dia membawanya ke rumah untuk bermain dan di asuh oleh bu Siti.
...
Lilis yang melihat kedua orangtuanya asik bermain bersama Madina, merasa kesal,
"Anak orang lain mereka sayangi, sedangkan cucunya sendiri tidak dia ingat samasekali bagaimana keadaannya?"
Lilis terus menggerutu melihat kebahagiaan kedua orangtuanya dengan Madina.
Ya, pada kebenaran nya rumah tangga Lilis memang sedang tidak baik-baik saja, sikap sombong Lilis dan gaya hidupnya yang mewah membuat suaminya jera dengan sikapnya.
Yudi selaku suami Lilis yang bekerja jadi tukang kebun di rumah ibunya Zulham sudah tidak tahan dengan semua keinginan Lilis yang tidak bisa ia penuhi tiap waktu.
Dan pada puncaknya kemarin sebelum Lilis kembali ke Tasik rumah kedua orangtuanya, dia sempat bertengkar dengan Yudi karena perkara liontin,
__ADS_1
Lilis yang sehari-hari melihat sosialita anak majikannya itu tergoda ingin memiliki liontin seperti tuannya itu.
Dia coba minta pada sang suami, namun Yudi tidak bisa menyanggupi keinginan Lilis untuk liontin nya itu.
Kesal karena Yudi menolak, dia pun memarahi sang anak yang masih kecil, dia lampiaskan kemarahan dan kekecewaannya karena Yudi tidak bisa memenuhi keinginannya pada sang anak bernama Radit.
Yudi tidak sengaja melihat Lilis memarahi dan memukul Radit dengan sangat keras hingga membekas dan Radit pun tak hentinya menangis karena kesakitan.
Yudi pun langsung naik pitam kala melihat Lilis menyakiti anaknya dan terus menghina dirinya.
"Ayahmu memang tidak berguna, dia tidak bisa membahagiakan ibu dengan semua yang ibu inginkan, ibu menyesal menikah dengan ayahmu"
Ucap Lilis tentang Yudi di depan anaknya.
Yudi tidak bisa menahan lagi emosinya kala mendengar dirinya di rendahkan oleh istrinya sendiri di depan anaknya.
"Hentikan Lilis, ibu macam apa kamu tega menyakiti anaknya tanpa merasa bersalah, jika kamu memang tidak bahagia denganku, baiklah pergi saja kamu dari hidupku, jangan lagi kamu cari aku dan Radit. Aku talak kamu saat ini juga, "
Dalam kemarahan, Yudi mengucapkan talak pada Lilis.
Hingga Lilis pun terdiam tak mampu menjawab semua ucapan Yudi padanya.
Lilis memang sangat marah dan kecewa pada Yudi karena dia tidak bisa membahagiakan nya dengan limpahan harta, namun Lilis tidak pernah membayangkan jika Yudi bisa menceraikannya dalam kemarahannya.
Dengan raut wajah yang marah dan kecewa, Lilis pun pulang menuju Tasikmalaya tanpa membawa Radit. Yudi pun mengatakan pada ibunya Zulham jika Lilis ijin pulang dahulu, jadi dia tidak bisa bekerja sementara waktu.
Itulah mengapa Lilis pulang ke Tasik tanpa memberi kabar kepada pak Mamat dan Bu Siti.
Bahkan mereka tidak tahu jika anaknya itu telah berpisah dengan suaminya.
Lilis hanya mengatakan jika dirinya hanya sedang ingin istirahat saja.
...
"Kenapa anak ini ada disini?"
Tanya Lilis pada ibunya.
"Puspa sedang beres-beres kontrakan pak Harun, sekarang dia tinggal disana"
Jawab Bu Siti.
Dalam hati, Lilis berpikir apa Zulham tahu mengenai Puspa yang pernah dia bawa ke rumahnya ada disini.
"Aa perlu aku beritahu tuan Zulham tentang Puspa, tapi untuk apa,"
__ADS_1
...
Puspa pun selesai membereskan rumah kecilnya itu, meski perlengkapan rumah tangganya masih belum komplit, tapi Puspa merasa bersyukur karena kali ini dia benar-benar sendirian tanpa Nina, wa Harun dan wa Hannah.
"Bagaimana keadaan mereka sekarang? Semoga mereka baik-baik saja"
Ucap Puspa teringat akan mereka tanpa dia ketahui jika bencana longsor telah merenggut nyawa wa Hannah dan pak Harun nya.
Puspa pun berpikir untuk membuat aneka kue basah kembali seperti biasa dia lakukan di desa wa Hannah.
Saat melihat suasana dapur, entah mengapa dan apa yang terjadi, pikirannya teringat akan David.
"David, mengapa aku jadi teringat padanya? Dimana dia sekarang?"
Puspa pun tidak mengerti mengapa dia jadi teringat akan David.
Bu Siti dan pak Mamat pun datang ke kontrakan dengan membawa Madina.
"Ternyata rumah nya rapi dan bersih ya jika ada yang membereskan"
Kata Bu Siti di ujung pintu depan mengejutkan Puspa yang sedang memikirkan David.
Pikirannya pun tersadar, Puspa tersenyum dan berterimakasih pada Bu Siti karena telah mengajak Madina main selagi dirinya membersihkan kontrakan barunya.
Mereka pun berbincang dan memberitahu lebih banyak lagi tentang desanya pada Puspa agar dia bisa lebih bisa beradaptasi dengan warga lain.
***
Hari demi hari, Zulham yang menyaksikan sendiri turun ke lapangan tempat bencana longsor terjadi merasa tidak percaya dan sedih jika Puspa dan Madina sudah tiada.
Dia tidak menyangka dukungannya akan niat baik Puspa untuk mengurus Madina akan membawanya pada kematian yang singkat.
"Puspa, entah kenapa hati ini masih yakin jika kalian masih hidup dan sedang berada di suatu tempat yang entah dimana Akupun tidak tahu, tapi meskipun begitu, aku berharap kalian baik-baik saja"
Zulham pun kembali melanjutkan perjalanannya kembali menuju Jakarta, berharap dapat petunjuk akan keberadaan Puspa dan Madina jika mereka masih hidup.
semenjak berita tentang Puspa dia dengar, dia jadi tidak mau kembali ke Singapura, dia ingin mencari keberadaan Puspa untuk memperbaiki kesalahannya.
***maaf ya min, 2 hari tidak up, author disini lagi pada sakit nih efek cuaca yang sangat dingin,,harap maklum ya,🙏🏻
jangan bosan nunggu up ya.
terimakasih
happy reading guys 😘***
__ADS_1