Madina Bukan Anak Haram

Madina Bukan Anak Haram
Madina marah


__ADS_3

Suara teriakan Madina memanggilnya ibu terdengar oleh Puspa dan Zulham


"Apa kau mendengar suara itu?"


Tanya Puspa pada Zulham.


"Ya Akupun mendengarnya,"


Merekapun melihat sekitar berharap bisa menemukan siapa yang memanggilnya dengan suara yang mirip dengan Madina.


Puspa pun melihat sebuah mobil Jeep melaju dengan cepat di sebrang jalan, mobil Jeep yang sama dia lihat di CCTV yang membawa Madina.


"Zulham itu Jeep yang sama dengan mobil yang membawa Madina"


Zulham pun mengenal Jeep itu, Jeep milik Zamrun,


"Ayo cepat masuk mobil "


Zulham menarik tangan Puspa untuk segera masuk mobil dan mengejar mobil Zamrun.


Zulham pun melajukan mobilnya dengan sangat cepat agar bisa mengejar dan menghentikan laju mobil Zamrun.


"Maaf ya aku akan sedikit ngebut,"


Ucap Zulham pada Puspa meminta maaf jika dirinya akan melakukan mobilnya dengan sangat cepat.


Puspa pun hanya menganggukkan kepalanya dia tidak keberatan meskipun Zulham membawanya sekencang apapun, yang penting Madina bisa pulang bersamanya.

__ADS_1


Zamrun pun menyadari jika dirinya sedang diikuti oleh Zulham dari belakang, sedangkan Madina menangis terus memanggil ibunya.


Untunglah Madina sempat Zamrun pakaikan sabuk pengaman hingga dia tidak terlalu khawatir jika membawa Madina dengan kecepatan yang tinggi.


"Ibu... Madina ingin pergi menemui ibu ayah?"


Madina terus menangis, Zamrun yang tidak tega melihat air mata putrinya terjatuh berusaha bersikap tenang agar Madina pun ikut tenang.


"Kamu jangan menangis ya sayang, sebentar lagi kita akan menemui ibumu"


Zamrun selalu menggunakan semua kalimat itu untuk membuat Madina diam, namun kali ini Madina sekaan sudah tidak percaya lagi dengan semua kata yang terucap dari bibir Zamrun.


Dengan kesalnya Madina terus menarik sabuk pengamannya dan berkata.


"Ayah jahat, ayah mau memisahkan aku dengan ibu kan? Ibu tolong Madina"


Madina pun teringat akan semua air mata ibunya lusa kemarin saat ibunya mendadak memeluk Madina dan memintanya berjanji untuk tidak meninggalkannya.


"Madina benci ayah"


Zamrun tak kuasa melihat kebencian di mata anaknya itu.


"Madina jangan marah sayang, ya ayah akan membawa kamu pada ibumu, tapi kamu jangan bicara seperti itu pada ayahmu nak, dosa loh".


Mendengar semua itu, Madina pun hanya terdiam.


.

__ADS_1


.


.


Sementara itu di belakang, Zulham sudah semakin dekat dengan mobil Jeep Zamrun.


Dia segera meminta Zamrun untuk berhenti dengan mengklakson mobilnya terus menerus.


"Mobil di belakang kenapa ayah? Kenapa dia terus membunyikan suara klaksonnya, padahal ini kan sudah malam,?berisik ya ayah"


Tanya Madina yang mencemaskan keselamatannya dirinya dan sang ayah jika terus melakukan mobilnya dengan sangat cepat.


Zamrun meminta Madina untuk tutup telinga saja agar dia tidak mendengar suara mobil yang meng klakson dan mengejar mobilnya. sehingga akhirnya Madina pun menuruti permintaan Zamrun.


Madina pun kini asik dengan mainan baru yang sengaja dia belikan untuk semuanya.


"Dengar ya nak, apapun yang terjadi, jangan lihat ke samping kanan atau kiri, kau bermainlah dengan boneka yang ayah belikan untukmu, ayah sengaja membelikan boneka itu untuk kamu"


Ucap Zamrun sambil melakukan mobilnya menghindari kejaran Zulham dan Madina.


Kini keduanya sudah masuk jalanan sepi, jalan yang ditepian banyak sekali pohon dan bunga bunga, serta jurang yang cukup dalam jika kita terjatuh.


...


"Lebih cepat lagi Zulham, ayo kejar mobil itu, aku ingin Madina "


Puspa meminta Zulham untuk melakukan mobilnya lebih cepat lagi agar Zamrun bisa terkejar.

__ADS_1


Zulham pun membuka sebuah kotak di hadapannya, Puspa sangat terkejut kala Zulham membuka kotak tersebut yang ternyata berisikan sebuah pistol.


"Kau mau apa dengan pistol itu Zulham?"


__ADS_2